Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini
Dahulukan Anak anak dan Wanita yang akan membaca blog ini
Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini
Dilarang merokok diblog ini, kalo anda merokok, resiko silahkan tanggung sendiri
Dilarang Berteriak saat membaca blog ini, apalagi mengumpat dan memaki
Banyak tempat lain yg lebih manusiawi daripada Jogja Food Fest
Bukan sebuah ungkapan emosi atau amarah, juga bukan provokasi untuk membenci, tetapi hanya sebuah ungkapan kekecewaan pribadi atas buruknya layanan dari sebuah “semacam tempat makan” yg memang sebelumnya menjadi favorit kami. Dan aku paling suka sama bakmi jawanya kalo di situ, meski di tempat lain yg lebih enak juga banyak.
Sore hari sekitar jam 5 dengan menahan lapar dan gemetar memang bener bener dalam keadaan laper aku bersama istri dan anak kami yang masih 3 th berencana untuk makan di Jogja food fest (jogjafoodfest.com), karena istri memang ingin makan sesuatu disana yg susah didapatkan di tempat lain, selain karena menunya memang lengkap.
Stella anak kami memang biasanya ribut kalo dia sudah kenyang tapi orangtuanya makan berdua sedang dia menganggur. Seperti biasanya biar dia tidak ribut dan gangguin orang tuanya yang sedang makan, maka dibelikan snack semacam chiki (maaf kurang tahu macam macam chiki) dari warung sebelah rumah, biar dia sibuk dengan chiki nya dan tidak terlalu menganggu kenikmatan saat bersantap makanan.
Dengan langkah pasti seperti yang sudah sudah saat kami kesini, kami memilih meja yg sedikit agak besar dan nyaman untuk makan, mungkin sudah lebih dari 10 kali kami kesini, baik sekeluarga, sama rekan, maupun pas acara ulang tahun stella ke 3 (meski cuma 11 orang), juga sudah beberapa rekan yang kami rekomendasikan untuk makan disini, selain tempatnya nyaman juga tidak terlalu bising oleh lalu lintas maupun musik yg keras.
Setelah kami duduk datanglah seorang waiter datang membawa menu yang kami tunggu. Biasanya setelah menyerahkan menu memang mereka pergi sambil menunggu agak jauh sebelum dipanggil untuk mencatat pesanan, tapi ini agak sedikit beda, dia tidak pergi, sesaat kemudian dia memberitahu kami dengan halus, bahwa dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. beberapa saat aku terdiam masih belum paham maksut yang dikatakannya aslinya memang gak konsentrasi karena lapar. Kemudian sontak saya sadar bahwa dia memang memperingatkan kami sekeluarga, karena anak kami membawa Snack chiki. Setengah emosi saya tanyakan, apakah disini menjual chiki juga? karena kupikir dilarang membawa chicki juga karena mereka menjual snack chiki, tidak ada jawaban, lalu kutanya lagi, apakah sebuah chiki juga dilarang dibawa masuk ke area makan disitu? dan jawabnya memang begitulah peraturannya.
Kemudian aku berdiri dan berniat untuk pergi saja daripada makin emosi. Sebelum aku ajak anak istriku untuk pergi aku sempatkan ke kasir (tempat paling depan) untuk bertanya, apakah ada manager atau yg berkepentingan disitu untuk bisa melayani keluhan kami, sebelum mereka jawab aku tanyakan, apakah membawa chiki memang dilarang disitu, meski itu dibawa oleh anak berumur 3 th. kemudian mereka menjelaskan kurang lebih adalah ‘bahwa itulah peraturannya‘, aku tidak begitu mendengar dengan jelas, karena badanku gemetar laper juga karena terlanjur emosi. Daripada bertambah emosi dan tak terkendali, ku ajak anak istriku pergi saja dari situ.
Mungkin kalo yang kami bawa itu adalah Ayam dari KFC atau es cream dari Wals atau air mineral dari Aqua atau sebangsanya kami bisa maklum. Ini hanya sebuah chiki yang dibawa oleh anak kecil usia 3 th, tetapi mereka tetap tegas dengan peraturan yang ada.
Kami memang salah, dan merekalah yang benar dengan segala aturannya, dan juga kami memang telah salah menganggap sebuah tempat yang “semacam tempat makan itu” menjadi pilihan Favorit kami.
Kami sekeluarga memang hoby dengan kuliner, tukang jajan, doyan makan dll dsb etc banyak tempat telah kami singgahi untuk sekedar mencicipi kemudian iseng posting, dan kami memang selalu mengajak anak kami utuk ikut serta, dan sebagian besar diantaranya kami memang membawa beberapa snack / chicki untuk ’sanggu’ anak kami biar gak terlalu rewel. Tidak di KFC tidak di MCD tidak juga di warung makan lainnya yg ada tulisan “dilarang membawa makanan dan minuman dari luar” tak pernah sekalipun kami dipermasalahkan karena membawa chicki, meski yang memegang adalah orang tuanya.
Tapi kali ini kami benar benar kena batunya, hanya gara gara sebuah chiki harapan kami untuk makan disitu pupus sudah, dan tak berani lagi kami datang kesitu karena malu diusir, hilang sudah selera kami sekeluarga untuk makan disitu.
Mungkin bagi rekan rekan lain yg sudah berkeluarga atau mempunyai anak kecil, sebaiknya berfikir dua kali untuk memutuskan makan disitu, jangan sampai karena menyuapi bayi anda dengan bubur atau memberinya minum susu dot akan dipermasalahkan dan dilarang. Sebaiknya anda memang mengantisipasinya terlebih dahulu sebelum nanti akan menjadi amarah atau malu karena diusir secara halus.
Tak lebih dan tak kurang kami sekeluarga meminta maaf kepada JogjaFoodFest.com karena kami telah melanggar aturan anda dengan tidak sopan.
salam dan terimakasih atas pelayanan baik anda sebelumnya.
