Save Our Planet

Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini

Dahulukan Anak anak dan Wanita yang akan membaca blog ini

Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini

Dilarang merokok diblog ini, kalo anda merokok, resiko silahkan tanggung sendiri

Dilarang Berteriak saat membaca blog ini, apalagi mengumpat dan memaki

CURRENT MOON
Kaos YogYES: Cinderamata + Cerita dari Yogyakarta
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from ray astho. Make your own badge here.

Festival Lurik ATBM Cawas 2009

Sabtu pagi, tepatnya jam 7:45 tanggal 24 Oktober 2009 kami berangkat dari halaman parkir ELTI Jl. sudirman, sebelah barat gramedia. Dengan menggunakan 3 mobil perlahan tapi pasti kami menuju kea rah timur, tujuan kami ke Cawas Klaten, dalam rangka acara “Pers Tour dan Festival Budaya Lurik ATBM” jam berapa tak tahu pastinya akhirnya kami tiba di Cawas, tujuan pertama adalah Workshop Omah Lurik di dukuh Soka desa Bogor, disitu kami disambut oleh bapak kepala desa yang masuh lajang dan muda,  di tujuan kami yang pertama ini kami diperkenalkan pada Alat tenun bukan mesin serta penjelasan alat alat dan juga perjalanan dan sejarah perkembangan tenun di desa ini. Tak lupa pula sajian dan suguhan makan siang dengan hidangan khas daerah tersebut. Selang beberapa saat datang rombongan dari Solo satu mobil.

simbah

*simbah dengan alat tenunnya

Tujuan kedua kami mampir Outlet Najma di dukuh Dadirejo Desa Tlingsing, disini disajikan batik lurik dan kerajinan jahit lainnya. Perjalanan dilanjutkan ke Workshop makanan Olahan Melati, tetapi sebelumnya mampir dulu ke Outlet utama yang dijadikan tempat peresmian, tempatnya di dukuh Girimarto desa Tlingsing Cawas, disitu juga ada lomba saji masakan dengan bahan baku lokal. DI Workshop makanan olahan Melati, kami diberikan sajian makanan makanan tradisonal dan minuman yang berasal dari olehan berbahan dasar local, seperti dari pisang. Juga ada tepung pisang. Disitu juga dijelaskan manfaat panas matahari yang berlimpah sebagai sarana untuk mengeringkan bahan bahan olahan, akan tetapi tidak dengan cara yang sederhana, tetapi dengan membuat sebuah rumah rumahan yang menyerap banyak panas, yang dinamakan “Rumah Surya”.

menilik rumah surya

*menilik rumah surya

Perjalanan selanjutnya kami teruskan ke Griya Lurik di dukuh Jowa Desa Balak. Lagi lagi disini ada workshop langsung pembuatan batik lurik yang memang selalu menjadi daya tarik para fotografer. Kemudian perjalanan kami lanjutkan atau tepatnya kembali ke outlet pertama, sambutan diberikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten  sekaligus Istri Bupati Klaten ibu Yani Sunarna. Dalam kesempatan kali ini juga diadakan penjurian dan pengumuman pemenang lomba olah makanan berbasis sumber daya local. Juga ada peragaan busana batik lurik oleh model model local. Sayangnya Acara kali ini terpaksa tidak bisa komplit karena datang rejeki dari Allah yang sudah lama dinanti nanti oleh penduduk cawas, yaitu hujan, setelah sesiangan panas terik akhirnya di sore hari daerah Cawas dan sekitarnya diguyur hujan deras, perlahan namun pasti waktu bergulir, dan akhirnya kami harus pergi meninggalkan Cawas untuk kembali ke Jogjakarta, hampir maghrib kami kembali  ke Jogjakarta, dengan membawa sejuta kenangan dan juga sejuta harapan, semoga daerah daerah seperti Cawas dan sekitarnya akan maju dan berkembang dengan membawa kerajinan kas budaya lokal sebagai ujung tombaknya. Amin

Mbah dan alat tenunnya

*Simbah dan alat tenunnya

Peragaan Busana

*Peragaan Busana

Foto lengkap ada di album FB saya.

Press release festival Lurik ATBM Cawas 2009

Gita Pertiwi bekerjasama dengan Kemitraan Australia Indonesia dalam Program Yogyakarta Central Java Community Assistance Program (YCAP), sejak tahun 2007 memfasilitasi pemulihan sumber penghidupan perempuan korban gempa di kecamatan cawas, Kabupaten Klaten. Sampai saat ini sudah ada 781 pengerajin lurik ATBM (Alat tenun Bukan Mesin) yang menerima manfaat langsung, tersebar di 12 desa di kec. Cawas, yaitu Bogor, Tlingsing, Japanan, Balak, Tirtomarto, Mlese, Baran, pakisan, Naggulan, bendungan, Kedungtempel dan Karangasem. Sedangkan 145 orang lainnya mempunyai usaha makanan olahan berbasis potensi local di 4 desa yaitu Tlingsing, Baran dan Tirtomarto.

Melalui strategi penataan dan perbaikan proses produksi, peningkatan kapasitas SDM, perbaikan dan penataan pemansaran dan advokasi kebijakan, sudah banyak perubahan yang terjadi di 12 desa tersebut. Produk lurik halus yang tidak luntur, aneka modifikasi produk lurik (home interior, busana dll) serta turunnya 45 ijin PIRT (Perijinan Industri Rumah Tangga) dari Dinas kesehatan, hal ini menunjukkan bahwa produk mereka sudah diakui oleh public. Sebuah modal demi menciptakan keberlanjutan program.

Surat Edaran Bupati Klaten no. 025/575/08 tanggal 25 juni 2008 tentang Uji Coba Penggunaan Pakaian Dinas Lurik / Batik khas daerah berdampak positif (kedaulatan rakyat, 10 Juli 2008). Hal ini juga terjadi di Cawas, para penjahit lurik mulai mendapatkan order. Hanya sayangnya Surat Edaran Bupati tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan lurik ATBM, akibatnya banyak PNS dan Pemerintah desa lebih memilih lurik produk pabrik yang harganya relative murah. Ini menjadi tantangan dan peluang bagi para pengerajin lurik ATBM untuk bersaing dengan lurik pabrikan. Apabila tidak ada perlindungan dan keberpihakan pemerintah, baik dari pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, maka lurik ATBM akan punah.

Oleh karena itu untuk mempromosikan dan meningkatkan daya jual lurik ATBM dan produk modifikasinya, Gita Pertiwi bersama perempuan perajin lurik ATBM berinisiatif membuka outlet yang mampu mengenalkan dan memasarkan produk mereka, outlet akan dibuka di pedeasan, dimana para perempuan ini tetap dapat mengelola usahanya, tidak membutuhkan biaya operasi yang tinggi dan mampu menunjukkan kepada konsumen untuk dapat langsung menyaksikan dan bahkan terlibat dalan proses produksi yang mereka lakukan.

Diharapkan dengan mengetahui liku liku proses produksi lurik ATBM dan makanan olahan maka apresiasi dan penghargaan konsumen kepada produk akan meningkat. Disisi lain konsumen tidak akan dibatasi untuk orang dewasa saja, tetapi juga dibuka untuk anak anak dan remaja, sangat diperlukan bagi generasi muda untuk tahu budaya local mereka sehingga budaya local tetap dapat dilestarikan

Launching outlet produsen ini akan dikemas dalam bentuk “festival Budaya Lurik ATBM” yang menmadukan  unsure pendidikan (proses produksi lurik  ATBM danmodifikasinya), pentas seni tradisional, wisata kuliner serta mengenal lebih dekat dengan wirausahawan wirausahawan perempuan.

Pembukaan outlet lebih banyak dilakukan di cawas merupakan strategi untuk menarik wisatawan local dan mancanegara untuk berkunjung mengenallurik ATBM lebih dekat. Outlet produsen yang akan dikunjugni adalah Workshop Omah Lurik di dukuh Soka desa Bogor (1), Outlet najma di dukuh Dadirejo Desa Tlingsing (2), Workshop makanan Olahan Melati(3) dan Griya Lurik di dukuh Jowa Desa Balak (4). Outlet tidak hanya menampilkan produk lurik ATBM dan makanan olahan, tetapi juga semua potensi produk yang ada di desa. Outlet ke depan menjadi salah satu media untuk menjaga keberlanjutan program yangterus akan dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa. Cawas sentra lurik ATBM, cawas Desa Wisata, menjadi mimpi terbesar ibu-ibu pengerajin lurik, para pendekar pelestrai budaya Indonesia.

*Yang mau mendapatkan no kontak ke Gita pertiwi atau outlet terkait silahkan kontak saya.

Selamat Idul Fitri 1430 H

Ray sekeluarga

Ray sekeluarga

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H Bagi rekan rekan semuanya.

Semoga di hari yg fitri ini kesalahan kita semua dileburkan dan dimaafkan oleh Allah SWT dan kita terlahir menjadi manusia yang baru yang belajar dari kesalahan yang telah lalu untuk menapak hari esok lebih cerah dan tidak mengulang kembali kesalahan yang telah lalu. amien.

Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin. (Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda, puasaku dan puasa kalian, semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung /menang)

Ujung Ramadhan

Ramadhan hampir berlalu
Begitu juga sisa umurku yg kian berkurang
Betapa banyak dosa yang telah ku tumpuk
tanpa sempat ku bersihkan
tanpa sempat ku sucikan
aku hanya selalu ingat tanpa pernah menuaikan

Ya Allah Ya Rab
kenapa Air wudlu kini tidak lagi sanggup menyegarkan nuraniku
kenapa sujudku tidak lagi khusuk
dan kenapa pula panggilan-Mu hanya bisa membuatku menagis
tanpa bisa membuatku bersimpuh di hadapan-Mu

Ramadhan hampir usai
dan hari kemenanganpun sudah di depan mata
semua bagiku hanya berupa angan angan
Ya Allah Ya Rab
Malam seribu bulan-Mu terbayang di anganku
Malam yang selalu dinantikan semua umat-Mu
sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan
Akankah karunia itu datang kepadaku.

Ya Allah Ya Rab
Ramadhan tahun ini hamba-Mu yang hina ini menangis
hamba hanya bisa memohon kepada-Mu
cukupkan umur hamba tuk Ramadhan tahun depan
cukupkan umur hamba tuk menggapai malam kemuliaan-Mu
*amin*

Ya Allah.. Romadhon hampir usai.. dan sebentar lagi Idul Fitri… dua hal yang sangat hamba nantikan setiap waktu.. Romadhon th ini hamba masih kurang khusuk dalam beribadah, kurang ikhlas dalam beramal dan bersodakoh.

Ya Allah.. cukupkanlah umur hamba untuk dapat menjalani Romadhon-Mu di tahun yang akan datang dan ijinkanlah hamba tuk bisa meleburkan dosa hamba di hari Raya Idul Fitri di tahun yang akan datang.

Ya Allah.. Kurindukan Romadhon-Mu. Kurindukan bulan penuh kemuliaan, bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah dan magfirah.

Amien.

Ada suatu malam yang bernama Laylat Al-Qadr” (QS 97:1) dan bahwa malam itu adalah “malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan” (QS 44:3).

← Previous PageNext Page →