Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini
Dahulukan Anak anak dan Wanita yang akan membaca blog ini
Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini
Dilarang merokok diblog ini, kalo anda merokok, resiko silahkan tanggung sendiri
Dilarang Berteriak saat membaca blog ini, apalagi mengumpat dan memaki
Indonesia Malaysia dari sisi lain
Melihat beberapa kasus belakangan ini dan beberapa postingan dari rekans blogger lain *gak perlu di sebutkan* aku tertarik untuk menuliskan pendapatku sendiri dari sisi lain. Beberapa rekan mengutuk habis habisan malaysia, ada yg menyebutnya Malingsia, Malesa, Malasial dll bahkan ada yg memplesetkan “Visit Malaysia” menjadi Visit Malingsia - Trully Maling Asia.
Postingan disini semata hanya melihat dari salah satu sisi.. bukan membela salah satu negara. bangsa atau kaum saja. Dan postingan disini lebih ke arah Instropeksi diri. Pertama mari kita lihat kembali beberapa hal yg dianggap merugikan bangsa ini. Saya tidak akan berhitung dengan statistik dan prosentase, karena saya tidak punya data yang akurat, saya hanya mau membahas dari sisi hati dan logika saja.
1. Hilangnya pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia yg direbut oleh Malaysia lewat peradilan Internasional
2. Penyebutan warga negara Indonesia dengan kata “Indon” yg dianggap merendahkan bangsa ini.
3. Banyak TKI dianiaya dan dibunuh
4. Pengakuan beberapa Hasil Kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, seperti Batik, Lagu Rasa Sayange, Bahkan Angklung, Kuda Kepang, Ronggeng, dan Barongan atau Reog juga dianggap kebudayaan mereka.
5. Perlakuan kejam terhadap warga negara Indonesia oleh RELA (Relawan Rakyat)
6. ketegangan di wilayah Ambalat antara RI dan Malaysia. dll
Well.. saya tidak akan mengomentari itu semua, mari kita mulai melihat dari dalam negeri sendiri.
Indonesia..
Menurut saya pribadi semua masalah itu semua sangat mungkin terjadi dan bahkan mungkin nanti kesenian tradisional ataupun Budaya budaya Indonesia semua bisa “di angkut” kesana. Saya pikir pemerintah Indonesia memang kurang Tanggap terhadap semua hal dan peristiwa yang sudah terjadi, Kita memang kurang menghargai product dalam negeri, kurang menghargai sumber daya sendiri, dan lebih tepat dikatakan kita kurang menghargai diri sendiri.
Contoh yg kongkrit adalah beras. Dulu negara tetangga berguru ke Indonesia cara menanam beras dan membuat beras berkualitas, sekarang apa yg terjadi? Indonesia Import beras dari mereka, sudah begitu dikorupsi lagi. PARAH gak? misal negara kita adalah penemu beras dan satu satunya tempat awal tumbuhnya padi, lalu jika negara lain mematenkan bahwa beras adalah hasil mereka, lalu mau apa kita? kalo kita menyangkal juga malu, bagaimana tidak, kita aja import kok mengaku penemu dan asal muasal beras / padi. Aneh kan jadinya. Begitu juga dengan kesenian tradisional, di negara sendiri orang sudah tidak ada yg peduli, sudah tiadak ada yg memainkan dan melestarikan, lalu kemudian negara tetangga nguri uri kebudayaan tersebut pada akhirnya bilang bahwa itu adalah budaya mereka, lantas bagaimana kita bisa membuktikannya? kalo kita saja sudah tidak melakukan itu semua.
Coba Kita Indonesia berfikir secara realistis, berapa banyak TKI yang bekerja keluar negeri, ke Arab, Qatar, Dubai, Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Brunai dll, Dengan berbekal kasih sayang mereka merantau di negeri orang untuk mengasuh anak orang, dengan berbekal Tenaga dan badan yg kekar mereka merantau untuk menjadi kuli di negeri orang. kenapa mereka merantau? ya karena di negeri sendiri tidak ada lapangan pekerjaan untuk mereka, kalopun ada hasilnya tidak cukup untuk makan.
Bayangkan Berapa banyak Tukang Insinyur yg akhirnya lebih dihargai oleh mereka pihak asing karena kepintaran dan kemampuan mereka, ya karena mereka merasa tidak dihargai di negeri sendiri, tidak bisa hidup dengan gaji yg diberikan pemerintah akhirnya mencoba mengadu nasib di luar negeri, ingat kasus IPTN yg gak jelas sampai sekarang, yg para tukang Insiyurnya akhirnya lebih memilih bekerja diluar negeri. Berapa banyak Pilot Indonesia yg bekerja di luar negeri? antara lain adalah Pilot Pribadi Presiden Khadafi dan Pilot dari Indonesia yg bekerja di Maskapai One-Two-Go dari Thailand yg beberapa waktu lalu tewas kecelakaan di Phuket. dan itu baru beberapa yang diketahui.
Coba Pemerintah kita ini lebih memberdayakan masyarakat sendiri, lebih menghargai para Insinyur lebih menghargai para tenaga kerja dengan memberikan UMR yg tinggi, ya atau paling tidak dengan membuka lapangan kerja di daerah daerah, sehingga mereka akan lebih membangun daerah, bukan membangun negara lain dengan cucuran keringat dan darah.
Mungkin Pemerintah kita terlalu sibuk dengan masalah KKN… terlalu sibuk dengan urusan Politik dan urusan perut sendiri sampai sampai lupa untuk membangun negeri dan mensejahterakan rakyat.. mereka lupa janji janji mereka saat kampanye.. mereka terlalu sibuk untuk mengumpulkan uang sebagai ganti apa yang telah mereka keluarkan saat berkampanye. Mereka juga masih sibuk mengamplopi dan memberi upeti kepada atasan atau pejabat tinggi berharap posisi mereka akan naik, berharap jabatan mereka akan langgeng. Dirjen Pendidikan dan kebudayaan juga kurang tanggap, mereka lebih banyak memikirkan apa yg akan dilakukan besok, tanpa mau menoleh kebelakang apa yg seharusnya mereka kerjakan untuk melestarikan kebudayaan negeri ini.
Banyaknya kasus TKI mati di luar negeri, banyaknya kasus Pemerkosaan dan pelecehan TKI, kenapa Indonesia diam saja? Ya kesannya Pemerintah mengabaikan dan kurang peduli dengan mereka, sepertinya Pemerintah lebih senang menerima devisa dari mereka daripada cepek mengurus seorang dua orang yg mati… mungkin pemerintah akan bilang “toh sudah mati ya mau gimana mana gak bakal hidup lagi”
Kembali ke diri sendiri.. sebaiknya kita memang lebih Instropeksi diri, tidak usah terlalu menyalahkan orang lain, kita cari solusi terbaik kenapa masalah itu bisa terjadi, kita cari cara menanggulanginya dan pemecahannya, bukan dengan kekerasan, bukan dengan menghujat dan menjelekkan tetapi dengan berfikir semula, tarik benang kebelakang.
Malaysia..
Memang banyak pemberitaan yg mengatakan bahwa Malaysia ini kurang menghargai tenaga kerja asing, coba kalo mau sedikit instropeksi, siapa yg membangun Malaysia, siapa yg menyanyangi, mengawasi, anak anak bangsa Malaysia, siapa yang membuatkan makanan pagi untuk mereka. Apa jadinya tanpa mereka semua.
Banyak gedung gedung dibangun oleh kuli kuli dari Indonesia, banyak PRT dari Indonesia disana, banyak pengasuh anak dari Indonesia, apa jadinya jika mereka tidak ada, Misalkan Warga malaysia Harus mengurus rumah tangga di pagi hari, memasak mengurus anak dll.. mereka akan banyak kehabisan waktu, yang seharusnya mereka produktif dalam bekerja jadi tidak produktif, dan lebih banyak mengurus hal hal yg sebenernya bisa di lakukan oleh orang lain (PRT)
Apa jadinya jika Malaysia tidak ada kuli bangunan? siapa yg akan merealisasikan konsep arsitektur mereka yg canggih, tidak mungkin para arsitek dan insinyur akan turun langsung mengaduk semen dan menyusun batako.
Ya kenapa tidak Instropeksi diri, bahwa Malaysia juga membutuhkan PRT dan Kuli dari Indonesia, meskipun dimata mereka itu rendah tetapi mau tidak mau mereka juga membutuhkannya. Tanpa mereka Malaysia tidak akan secanggih sekarang.
Cobalah Malaysia lebih mengajarkan sejarah pada rakyatnya, dimana banyak sekali warga malaysia yang sebenernya adalah keturunan dari Indonesia, Pada jaman dahulu banyak warga negara Indonesia khususnya yg berada dekat dengan malaysia, seperti Sumatra dan Kalimantan, mereka banyak yg mengungsi ke Malaysia saat jaman penjajahan Blanda. dengan kata lain memang Indonesia dan Malaysia adalah serumpun sedarah, jadi tidak perlu bertikai.
Terlebih Indonesia dan Malaysia adalah negara dengan Mayoritas penduruknya adalah Islam, kita semua tahu bahwa sesama Muslim adalah saudara, jadi buat apa bertikai dan saling mengejek?
Ingat pula Firman Allah dalam Surat Al Hujarat ayat 11

yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
lalu kenapa kita harus saling mengejek dan mencela? Bukankah hal itu sudah jelas jelas dilarang dan sudah diperingatkan oleh-Nya? Apakah yang seperti itu sudah kalian lupakan dan tidak lagi tampak di mata kalian?
kembali ke diri sendiri.. sebaiknya masing masing memang harus saling instropeksi, kalo merasa saudara serumpun maka sudah tentu tidak akan saling menyakiti, pasti tidak ada kata kata ejekan cacian dan makian, apalagi sampai bertikai, Sungguh memalukan bukan?
Indonesia sebagai saudara tua seharusnya bisa mengayomi saudara mudanya yaitu Malaysia, meski saudara muda sukses janganlah ada iri dan dengki, dan Malaysia sebagai saudara muda hendaklah tidak ngelunjak atau sombong atas kesuksesannya daripada saudara tuanya.
Bukankah seharusnya yg kita perangi adalah mereka yg akan merusak kita? bukan saudara yang membantu kita? maka dari itu, tolong kembalilah berfikir dan instropeksi diri, mari kita mulai dari diri sendiri. Semoga padangan saya yang sangat sederhana dan sangat sedikit ini bisa menjadi obat rindu kita akan kedamaian dan akan rasa persaudaraan. Aminn.
Comments
34 Responses to “Indonesia Malaysia dari sisi lain”
setuju om, seharusnya kita damai ama sesama muslim, bukan perank kayak anjing ma kucing
bos, tuh site ku ![]()
ketika kita bicara ttg mayoritas memang betul kita adalah mayoritas muslim. Tapi coba tengok kedalam hati mereka apakah ada Allah dan Muhammad disana?
Sabda Rasulullah :
“… dan sesungguhnya Tuhan-ku yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi berfirman : ‘Hai Muhammad, sesungguhnya apabila aku telah memutuskan suatu keputusan, maka takkan bisa ditolak. Sesungguhnya aku telah mengabulkan permohonanmu bagi umatmu, yakni mereka takkan dibinasakan dengan paceklik yang merata dan takkan dikuasai musuh melainkan diri mereka sendiri …‘
…adapun yang aku khawatirkan dari umatku, tak lain adalah para pemimpin yang menyesatkan…
”
(HR. Muslim, 52-Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah, 5, Bab Halaku Hadzihil Ummati Ba’dhihim bi Ba’dh, Hadist no 2889)
November 6th, 2007 6:34 am
@kadal : iso nangis pow?
@ilham saibi : akurr…
@Yudi : wrong way
@[K] : betul.. tapi setidak tidaknya kita bisa lebih mawas diri dan tidak ikut ikutan tersesat atau bahkan menyesatkan. jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk memperbaiki keadaan. Serta selalu menempatkan Allah dan Muhammad di hati, pikiran dan langkah kita. Amin
wahh ini gue setuju nihhh… tulisan yg bagus, ray.
jadi orang emang seharusnya ga boleh menganggap dirinya lebih baik drpd orang lain. udahlah. stop ribut2 ini. jangan saling mengutuk, juga jangan mengutuk bangsa sendiri. waktunya introspeksi.
(ngomong emang gampang ya? hehe)
gue link di blog gue yaa… thanks in advance ![]()
ayo bikin ‘gerakan introspeksi diri’
November 6th, 2007 2:19 pm
hehehe…tulisannya bagus banget, aku jadi melek neh…waktu tau berita² kek gitu, awalnya marah, sedih dan juga kecewa, tapi setelah nyoba liat ke belakang… memang banyak hal yang harus kita perbaiki ya..
ya mesti nya kita instrospeksi diri, khususnya pemerintah, karena semua yang telah terjadi karena kurang tanggap dan kurang tegasnya pemerintah
ya semua2nya balik ke diri sendiri.. kalo kita menuding seseorang orang sebenarnya hanya satu jari yang menuding ke orang lain.. 4 jari lainnya menuding ke diri sendiri..
gitu kan?
Wow.. pernyataan vi3 benar2 mantab.
benar sekali logikanya, seperti yang di ajarkan guru saya.
Salam kenal ya.
apa kabar pak?
lama gak nongol ![]()
thanx 4 one word ya ![]()
gitu donk, jangan belum apa-apa teriak tarik diplomat kita di Malaysia.
mari kita mulai dari diri sendiri…yuuk!
Adem banget theme dan kontenya…
Salam kenal mas
Mas, bagus blognya mas. Aku juga prihatin nih mah masyarakat muslim di indonesia. Kenapa muslim diindonesia di pandang sebelah mata ya. Hanya karena ulah teroris yang berkedok islam.
speechless dah… ![]()
[…] pada postingaku yg telah lalu, yaitu Indonesia Malaysia dari sisi lain aku sendiri cenderung menganjurkan untuk berkaca / instropeksi pada diri sendiri, kenapa mengapa […]
[…] Indonesia Malaysia dari sisi lain […]
perasaan warga melayu pribumi nggak sampe 60 % CMIIW
December 8th, 2007 2:17 am
sedih, hiks-hiks-hiks…
jadi terharu…
berkaca pada diri sendiri itu penting!!
December 8th, 2007 7:53 am
Keren tulisannya.. ditengah konflik yang ramai ada juga tulisan yang damai… salam deh
Sebenarnya bangsa kita sendiri gak bisa menjaga hasil karyanya dan kekayaannya.
Misalkan batik,. 2 tahun yang lalu dosen ku membawa beberapa bule untuk belanja batik di pekalongan, sama penjualnya di kasi harga yang tinggi banget,..
Tapi giliran orang indonesia/malaysia yang membeli di kasi harga yang murah,..
Akhirnya banyak orang malaysia memborong batik di pekalongan laul menempel merek dagang mereka masing2 dan menjualnya di negara mereka,. Alhasil orang2 bule lebih senang belanja batik di malaysia karena mereka merasa emang lebih murah,..
Begitulah indonesia.
Ayo kita benahi bersama…
Kadang sebel juga dengerin berita pelecehan thd bangsa kita. padahal klo kita mo jahat ma mereka gampang banget,.. kita bakar aja semua hutan di kalimantan utara dan sumatera bagian utara. pasti megap2 mereka di sana,.:P
December 11th, 2007 7:56 am
waaa asik banget tulisannya
hebat…
good post.
saya mbaca sambil senyuuuuummmmmmm
January 6th, 2008 3:46 pm
Sama samalah kita bermaafan ye..
Hambaallah Malaysia.
January 7th, 2008 3:34 pm
well, nice.. and good point from you
but still, malaysia truuuuly asia itu membuat saya berpikir apakah orang2 asia itu semuanya malingsia? ![]()
January 28th, 2008 1:37 am
sebenarnya bagi org2 malaysia yg suka menyebut Indon.. maaf…. Indon itu dimaksudkan untuk rakyat Indonesia berketurunan Jawa sahaja… bukan untuk bangsa-bangsa lain……
@Haji losong : dengan segala hormat untuk haji losong, saya keturunan jawa walau gak tulen dan saya sangat tersinggung dengan kata2 anda diatas… kenapa harus dilanjutkan seh??? gak bisa kah di stop aja. Kalau emank niat minta maaf ya mbo ga usah pake embel-embel dibelakangnya…
saya minta maaf apabila ada kata2 saya tsb yg kurang enak dihati bapak haji losong yg terhormat.
June 9th, 2008 11:58 pm
bagi saya pula indonesia dan malaysia tidak jauh bezanya sama2 maju dan sama2 hebat serumpun lagi.
terrrr harrrruuu deh aku
tulisannya baguuuuuss
hai…hai…saya dari malaysia
November 6th, 2008 3:04 am
Iya sebagai serumpun kita hadapi musuh bersama….kemiskinan dan kebodohan…dan bersatu mengusir israel dari palestina….
Leave a Reply



kerennnnnnnnn aku sampe nangis bacae tho huhuhu :p