Save Our Planet

Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini

Dahulukan Anak anak dan Wanita yang akan membaca blog ini

Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini

Dilarang merokok diblog ini, kalo anda merokok, resiko silahkan tanggung sendiri

Dilarang Berteriak saat membaca blog ini, apalagi mengumpat dan memaki

CURRENT MOON
Kaos YogYES: Cinderamata + Cerita dari Yogyakarta
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from ray astho. Make your own badge here.

Malam kemuliaan turunnya Al Qur`an

Assalamu`alaikum Warohmatullah hi Wabarokatuh

Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.
Ramadlan adalah bulan diturunkannya al-Quran. Turunnya al-Quran dari Allah SWT kepada Rasullullah SAW diperingati setiap tanggal 17 ramadhan.

Penting bagi kita untuk mengetahui sejarah turunnya Al Qur`an, agar menambah keteguhan iman kita kepada kitab Allah SWT dan tetap pada Ajaran Islam. Apabila kita tidak mengetahui sejarah, maka kecenderungan akan mengulangi sejarah seperti masa lalu ketika terjadinya pemalsuan al-Qur’an pada masa-masa awal Islam.
Pemalsuan terhadap al-Quran bukan tidakmungkin terjadi lagi, mengingat bebasnya dan maraknya ajaran-ajaran “nyeleneh” yang bermunculan. Wacana tentang sejarah al-Quran, seperti bagaimana al-Qur’an diturunkan, bagaimana para ulama’ menjaga al-Quran dari masa ke masa perlu diketahui oleh ummat Islam. Bagimana sejarah turunnya al-Qur’an tersebut? dan apa yang dapat kita ambil pelajaran dari sejarah turunnya al-Qur’an? Istilah turunnya al-Qur’an berasal dari kata “nazala, yanzilu nazlan” yang artinya turun. Sedangkan nuzul al-Qur’an adalah turunnya al-Quran kepada nabi Muhammad SAW.

Surat Al Qur`an yang pertama kali Turun adalah surat Al Alaq [96] ayat 1-5. Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Quran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berkhalwat di gua Hira’. Surat ini dinamai Al ‘Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam.

Pokok-pokok isinya:
Perintah membaca Al Quran; manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Berikut suratnya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Malam Lailatul Qadar

Tak lupa pula, di setiap bulan ramadhan kita selalu ingat akan malam yang sangat mulia, malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu Malam Lailatul Qadar . Malam Lailatul Qadar bukanlah malam yang penuh dengan bintang yang bersinar (sebagaimana diperkirakan orang) akan tetapi Lailatul Qadar adalah malam yang mempunyai tempat khusus di sisi Allah. Dimana setiap Muslim dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan ibadah dan mendekatkan diri padanya.

Lailatul Qadar mempunyai kedudukan yang istimewa dalam Islam, karena malam tersebut diakui sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut turunlah para malaikat (termasuk malaikat Jibril) dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Malam tersebut akan penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar.

Seperti halnya kematian, malam Lailatul Qadar juga dirahasikan keberadaannya oleh Allah supaya manusia mempergunakan seluruh waktunya untuk beribadah dan mengingatnya dengan tetap mawas diri setiap saat, selalu berbuat kebaikan dan taat kepada Tuhannya.

Imam Thabari mengatakan: “Tersembunyinya malam Lailatul Qadar sebagai bukti kebohongan orang yang mengatakan bahwa pada malam itu akan datang ke dalam penglihatan kita sesuatu yang tidak akan pernah kita lihat pada malam-malam yang lain sepanjang Tahun, sehingga tidak semua orang yang beribadah sepanjang tahunnya mendapat Lailatul Qadar” Sedangkan Ibnu Munir mengatakan bahwa tidak sepantasnya kita menghukumi setiap orang dengan bohong, karena semua ciri-ciri tersebut bisa dialami oleh sebagian golongan umat, selayaknya karamah yang Allah berikan untuk sebagian hambanya, karena Nabi sendiri tidak pernah membatasi ciri-ciri yang ada, juga tidak pernah menafikan adanya karamah.

Ia meneruskan: Lailatul Qadar tidak selamanya harus diiringi keajaiban atau kejadian-kejadian aneh, karena Allah lebih mulia kedudukannya untuk membuktikan dan memberikan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Sehingga ada yang mendapatkan malam Lailatul Qadar hanya dengan beribadah tanpa melihat adanya keanehan, dan ada sebagian lain yang melihat keanehan tanpa di sertai ibadah, maka penyertaan ibadah tanpa disertai keanehan kedudukannya akan lebih utama di sisi Tuhan.

Ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa salah satu ciri datangnya malam Lailatul Qadar adalah melihat segala sesuatu yang ada di bumi ini tertunduk dan sujud ke hadirat-Nya. Sebagian lain mengatakan pada malam itu dunia terang benderang, dimana kita dapat melihat cahaya dimana-mana sampai ke tempat-tempat yang biasanya gelap. Ada juga yang mengatakan orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar dapat mendengar salam dan khutbahnya malaikat, bahkan ada yang mengatakan bahwa salah satu ciri tersebut adalah dikabulkannya do’a orang yang telah diberikannya taufik.

Ada sebuah surat yang khusus membahas tentang Lailatul Qadar ini, Yaitu surat Al Qadr [97].

Surat Al Qadr terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat ‘Abasa. Surat ini dinamai Al Qadr (kemuliaan), diambil dari perkataan Al Qadr yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Al Quran dimulai diturunkan pada malam Lailatul Qadr, yang nilainya lebih dari seribu bulan; para malaikat dan Jibril turun ke dunia pada malam Lailatul Qadr untuk mengatur segala urusan.

Berikut suratnya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan *

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

* Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Nabi saw. bermimpi melihat Bani Umayyah menduduki dan menguasai mimbarnya setelah beliau wafat. Beliau merasa tidak senang karenanya. Maka turunlah S.108:1, dan S.97:1-5) untuk membesarkan hati beliau.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bin Ali.)

Keterangan:
Al-Qasim al-Hirani menyatakan bahwa kerajaan Bani Umayyah itu ternyata berlangsung tidak lebih dan tidak kurang dari 1000 bulan. Menurut at-Tirmidzi, riwayat ini Gharib sedang al-Muzani dan Ibnu Katsir menyebutnya sangat munkar.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fii sabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka allah menurunkan S.97:1-3, bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama 1000 bulan.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Wahidi yang bersumber dari Mujahid.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di zaman Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukan selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan S.97:1-3 yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal 1000 bulan Bani Isra’il tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.).

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, penuh dengan kemuliaan, penuh dengan berkah dan ampunan. saat yang tepat bagi kita untuk berdoa kepada Allah.

  • Ya Allah Engkau adalah Maha pemaaf Lagi Maha Mulia. Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah dosa-dosaku.
  • Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.
  • Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku. Perbaikilah duniaku yang di situlah urusan kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali. Jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.
  • Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.
  • Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau.yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
  • Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, berilah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau.
  • Ya Allah yang memutarbalikan hati. Tetapkanlah hatiku pada jalan agama-Mu
  • Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh nabi-Mu Muhamad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagajmana yang nabi-Mu Muhamad mohon perlindungan. Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mulah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan ma’siat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.
  • Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Aku memohon dengan sangat kepada-Mu untuk berkenan memberikan curahan petunjuk, serta aku memohon kepada-Mu dapat mensyukuri nikmat dan rajin melakukan ibadah. Aku mernohon kepada-Mu lisan yang jujur dan hati yang lurus. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.

Semoga di bulan yang mulia ini dosa kita bisa terampuni, dan kita semua mendapatkan berkah, anugerah, dan kemuliaan dari Allah SWT.

Waalaikum salam Warohmatullah hi Wabarokatuh

*Doa dan artikel diambil dari berbagai sumber.

Comments

18 Responses to “Malam kemuliaan turunnya Al Qur`an”

“..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..” (Q.S – Al Mujaadilah : 11)

mari beribadah dengan ilmu, mengikuti Al Quran dan as sunnah. Karena dengan ilmu kita akan meraih kemulian.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan…”

Postingannya sangat bermanfaat… Tq ya mas Ray :) Ntar lagi Lailatul Qdar…

4-5 th kedepan…mungkin aku postingannya kyk kamu ini ray..hehheheh

wlo lailatul qodar disetiap bulan ramadhan tapi hikmahnya selalu terasa di setiap aktifitas sehari2 kita

Syukur Alhamdulillah, masih ada yang berusaha menulis tentang kalimaT Allah, dan terima kasih pada penulis semoga Allah SWT menambah kesepatan untuk menulis dan menebarkan kebajikan dan mendapat balasan dari Allah SWT yang setimpal Amin

…teruskan rentangkan jalan menuju surga dengan cahaya keislaman,kalo’ bisa tembus pemahaman yang rasional, tampilkan bahwa islam agam yang sangat baik.

semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapatkan malam lailatul qadar (malam yg lebih baik dari 1000 bulan)…. Amiiinn

saya pribadi memiliki pengalaman bagaimana energi Quran, membantu saya dalam melewati masa sulit dalam kehidupan ini … dan energi tersebut masih menjadi tununan saya dalam menjalani kehidupan ini.. amin..dan saya sangat senang hati share dengan siapa saja , agar energi quran juga bisa dialami oleh banyak teman yang sedang mencari pencerahan atau solving problem dalam hidup..
amin… semoga Allah Swt memberkahi kita semua..

Semoga qt selalu dlm lindungan Allah SWT,Dan selamat di dunia dan akhirat,InsyaALLAH.

subhanallah, teruskan postingannya dg hal2 lain ,pasti dan yakin banyak manfaatnya bagiku juga bg yg lain.ma,kasih.

Al Quran diturunkan pada malam kemuliaan (Lailatul qadr, yaitu 10 malam terakhit bulan Ramadhan, sedangkan peringatan Nuzul Quran di Indonesia 17 Ramadhan. Bagaimana ini bisa begitu?

Pak ustad di daerahku juga bilang seperti itu. Gak perlu di permasalahkan.

Yg salah itu yg selalu menyalahkan tetapi juga tidak mempercayainya bahwa Al Quran itu sebuah Wahyu Allah.

JLN flamboyan
kebun jeruk

pada waktu itu turun nya wahyu pertama melalui nabi muhammad disampaikan jibril

apakah ada yg tau 10 kepentingan dr
al alaq plesss tugas

Proses turunnya Alquran, merujuk pada dalil yang ada terjadi dalam 2 tahap.
1. Secara langsung dari lauhul mahfudz ke langit dunia, di turunkan dalam satu kitab, proses itu terjadi dalam malam qodar/ lailatul qadar.
2. Secara bertahap dari Jibril kepada Rasuul SAW selama 20 tahun lebih, dan ayat yang pertama turun terjadi pada hari senin tanggal 17 Ramadhan waktu itu, Nah itu yang di peringati sebagai peristiwa nuzulul Quran.

dengan adanya hal ini, marilah kita tingkatkan iman,islam kita,dengan cara lebih mendekatkan diri pada allah s.w.t.
Menjalankan sgala perintah-NYA dan menjauhi sgala larangan-NYA.

subhanallah
boleh saya copy ke blog saya?
terimakasih sebelumnya

Leave a Reply