Save Our Planet

Dahulukan Kaum difabel yang akan membaca blog ini

Dahulukan Anak anak dan Wanita yang akan membaca blog ini

Dahulukan orang tua jika ada yang akan membaca blog ini

Dilarang merokok diblog ini, kalo anda merokok, resiko silahkan tanggung sendiri

Dilarang Berteriak saat membaca blog ini, apalagi mengumpat dan memaki

CURRENT MOON

Laporan Jambore Nasional TeRuCI – Terios Rush Club Indonesia ke 8 2016

Magelang – Sebanyak 420an orang lebih keluarga besar Terios Rush Club Indonesia yang terdiri dari sekitar 200an Premiun Member TeRuCI dengan 178an kendaraan Terios dan Rush dari kota kota di Indonesia hadir memeriahkan acara nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Terios Rush Club Indonesia. Dilaksanakan pada Jumat 25 Maret sampai Minggu 27 Maret 2016 Di Jogjakarta – Magelang.

TeRuCI merupakan komunitas pecinta otomotif pengguna kendaraan Terios dan Rush yang terbentuk pada 8 September 2007 di Jakarta. Sampai saat ini, telah memiliki 1.641 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jambore Nasional ke 8 tahun 2016 TeRuCI ini digelar dengan tema “Menciptakan kebersamaan dari keragaman budaya, serta kepedulian terhadap sesama untuk dapat menciptakan keselarasan dalam hidup berkomunitas”.

Kegiatan yang dipusatkan di Atria Hotel Magelang selama 2 hari ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 Chapter yaitu : Chapter Depok, Chapter Bali + Nusra, Chapter Bogor, Chapter Tangerang, Chapter Banten, Chapter Tegal dan sekitarnya, Chapter Bandung Raya, Chapter Ciayu Majakuning, Chapter JakaTARUB (Jakarta), Chapter Kutai Samarinda, Chapter Lampung, Chapter Palembang, Chapter Regional Padang, Chapter Semarang, Chapter Solo, Chapter Surabaya dan sekitarnya, Chapter Yogyakarta, Chapter Bekasi, dan juga banyak rekan rekan dikota lain yg belum tergabung dalam chapter tertentu.

Acara ini tentunya didukung penuh oleh beberapa Mitra TeRuCI, yaitu dari Toyota Racing Development TRD, Toyota Astra Motor, Pertamina, Hotel Atria, Shop & Drive, Coca Cola Amatil Indonesia, Daihatsu, GT Radial, Beras Cap Topi Koki, Inspiree Sugar Free Mints, Toyota Nasmoco, El Club Mania, Pondok Tingal Hotel dll.

Pelaksanaan Jambore Terios Rush Club Indonesia menunjukkan komitmen sosial yang tinggi dari para anggota. Tak hanya bersilahturahmi, para anggota juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama atau lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaan Jambore TeRuCI kali ini, ratusan anggota komunitas juga melakukan wisata ke Candi Borobudur sekaligus mengadakan kegiatan Borobudur Green, yaitu aksi pungut sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kepada keluarga besar TeRuCI pada khususnya serta para pengunjung candi pada umumnya.

Peserta Jambore yang hadir juga turut serta memeriahkan acara melalui beragam macam kegiatan yang diadakan baik di malam pertama atau malam kedua, yang kesemuanya diadakan di dalam ruangan di Atria Hotel Magelang. Acara di isi dengan kata sambutan dari pihak sponsor, fun games, door prize, berbagi bersama Anak anak Panti Asuhan, gala dinner, perkenalan antar Komandan Chapter Se-Nusantara, Show perform antar Chapter, dan tentunya foto bersama keluarga besar teRuCI.

Ketua Umum TeRuCI, Frenni Adam mengatakan bahwa pelaksanaan Jambore TeRuCI kali ini tidak hanya sebagai sarana berkumpul dan pengakraban antar anggota anggota / Chapter seluruh Indonesia, namun sekaligus sebagai sarana bersinergi untuk membahas berbagai permasalahan atau tantangan didalam Club juga untuk melakukan beragam aktifitas positif termasuk kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Dalam kesempatan ini juga, TeRuCi memberikan apresiasi terhadap anggotanya yang ditunjukkan dalam bukti nyata kepedulian terhadap sesama. Pin Penghargaan ini sebagai symbol dan contoh yang patut ditiru dan diteladani oleh semua anggota TeRuCI. Idris Bendung (T-0287) dari Lhokseumawe (NAD) dan Muhammad Azhari (T-1347) dari Cirebon terpilih sebagai penerima pin tersebut.

Safety Driving tentunya tak luput dari perhatian semua peserta, Perjalanan yang dimulai dari kota kota besar tersebut terpecah pecah menjadi beberapa kelompok jalan, yang masing masing kelompok terdiri dari 10-15 kendaraan, dengan selisih kurang lebih 30 menit untuk tiap tiap kelompok. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, juga meminimalisir kemacetan yang ditimbulkan akibat dari banyaknya rombongan. Begitu juga ketika rombongan hendak kembali pulang ke kota masing masing, semuanya diatur agar rombongan para peserta tidak menganggu ketertiban lalu lintas.

Semoga dengan semangat kebersamaan yang positif ini semakin memberikan inspirasi kepada para Member TeRuCI di seluruh Indonesia untuk menjaga kekompakan melalui beragam aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat

JAMBORE NASIONAL TERUCI KE-8

Setelah sukses menggelar event MetamorfoRUSH dalam rangka memperkenalkan New Rush TRD Ultimo ke komunitas bersama PT Toyota – Astra Motor. Komunitas TeRuCI (Terios Rush Club Indonesia) akan menggelar Jambore Nasional (Jamnas) ke-8 pada tanggal 25 – 27 Maret 2016 di Hotel Atria, Magelang, Jawa Tengah dengan diikuti oleh 200 Kendaraan dari berbagai chapter di Indonesia  dan dihadiri oleh  400 orang anggota.

Acara ini menghadirkan berbagai hiburan menarik bagi pesertanya, setiap chapter dari dari daerah diberikan kesempatan untuk mengekpresikan budayanya masing-masing TeRuCI juga mengadakan kegiatan CSR (Community Social Responsobility) dengan memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan. Setelah itu para peserta juga akan mengunjungi Candi Borobudur,disana para peserta akan melakukan pembersihan sampah disekitar Candi Borobudur.

Jamboree Nasional TERUCI ke – 8 kali ini bertujuan untuk mengakrabkan para anggota dan keluarga dari member sehingga mereka dapat saling bersilaturahmi, kebetulan acara ini dihadiri oleh seluruh Chapter TERUCI dari belahan Indonesia. Selain itu diharapkan kami selaku komunitas juga dapat menumbuhkan jiwa sosial dengan berbagi bersama di kegiatan CSR, dan juga peduli akan lingkungan dengan mencontohkan ke masyarakat bagaimana menjaga kebersihan. “Ujar Frenni Adams selaku Ketua Umum TERUCI.

TeRuCI  merupakan komunitas pencinta otomotif pengguna kendaraan Toyota Rush yang terbentuk pada 8 September 2007 di Jakarta dan sampai saat ini telah memiliki 1603 Member yang tersebar di seluruh Indonesia. Teruci sering melakukan agenda touring, CSR, dan safety driving campaign. Di awal 2016 tepatnya di bulan Februari lalu TERUCI membuat event Kopdar dalam rangka memperkenalkan New Rush TRD Ultimo bersama PT Toyota – Astra Motor.
***

Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi:
Frenni Adam
Ketua Umum Pusat TeRuCI
Telp. +62856 9487 7789

Jantung Seorang Muadzin Kumandangkan Adzan

Dokter Jasim al-Haditsy seorang penasehat jantung anak di ‘Amir Sulthan Center Untuk Penyakit Jantung’ Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, megkisahkan kepadaku, “Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit , ada seorang pasien yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan suara,‘Allahu akbar, Allahu akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…

Ia berkata, “Saya rasa adzan subuh”. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, “Jam berapa sekarang?” ia menjawab,”Jam satu malam.”

Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.

Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaanya semasa hidup, mereka menjelaskan, “Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu mengkhatamkan Al Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan”.

Tanggal lima belas Bulan Ramadhan 1421 H, seorang jamaah shalat  pingsan di Masjid saat ia mengumandangkan iqamah shalat subuh, dengan segera tiga orang dari jamaah shalat membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Riyadh.

Orang itu kemudian sadar saat mereka masih dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sekonyong-konyong ia berdzikir seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, ia disambut oleh seorang pemeriksa jantung yang menceritakan kisah ini kepadaku, “Kami menemukan adanya peradangan mematikan yang parah sekali pada sebagian besar jantungnya”. Kondisi iu membuat kami tercengang.

Saat saya berusaha untuk membawanya ke ruang ICU, tiba-tiba saya mendengar suara tasbih dan tahlil, dan ia membisikkan sesuatu ke telinga salah seorang rekanku lalau tersenyum sambil membaca, “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” . Setelah itu jiwanya terbang menuju keharibaan Tuhan-nya.
Rekanku yang mendengar bisikan orang tersebut tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Aku kaget atas kejadian ini dan segera menanyakan keadaanya. Ia berkata, “Orang ini telah membisikkan kepadaku, “Dokter! Usahlah Anda menyibukkan diri, sungguh aku akan mati, aku telah melihat surga, insyaAllah aku akan segera menuju ke sana, aku melihatnya sekarang, sungguh aku melihatnya.”

Saat orang ini ditanya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) orang yang telah meninggal ini, ia berkata, “Ia sangat menjaga dua perkara:
Pertama, ia dan muadzin selalu saling dahulu mendahului untuk datang ke masjid, kadang muadzin mendahuluinya dan lebih sering ia yang datang terlebih dahulu.

Kedua, ia tidak dikenal kecualii sebagai pribadi yang baik. Allah Ta’ala telah menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar, ia tidak pernah berbohong atau menggunjing orang lain”.

Allah telah mencukupinya dan Allah telah menjaminnya. Dan sungguh kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk siapapun di hadapan Allah.
*****

Saya telah melakukan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien yang berada di ruang Bagian Jantung.

Sehari sebelum ia diperbolehkan untuk pulang -karena menurut perhitungan kami saat itu, ia telah sembuh- ia memanggil anak-anak dan istrinya, ia mengharapkan mereka segera hadir. Sesaat setelah mereka semua hadir ia berkata, “Aku akan meninggal sebentar, maka maafkanlah aku”.

Kemudian ia memanggil dokter dan para perawat yang merawatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka. Lalu ia berbaring di atas sisi kanannya seraya mengucapkan, “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah”, ia telah menghadap Tuhan-nya.

Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) ayah mereka, mereka menjelaskan, “Ayah kami orang yang baik, kami tidak pernah melihatnya menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau kemungkaran.”
*****
Ketika masih duduk di bangku kuliah di Kairo,Mesir, saya mengenal seseorang yang sangat taat kepada Allah. Ia mengajarkan Al Qur’an dan membimbing penghafal Al Qur’an di komplek tempat timggalku. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah terlambat untuk datang mnegajar pada waktunya,  yaitu setelah selesai shalat Subuh hingga terbit matahari.

Suatu hari ia mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang hadir setelah menutup pelajarannya, seakan-akan ia tidak akan mengajar kembali setelah hari itu. Hari itu juga, sebelum tiba saat Zuhur kami mendapatkan berita tentang kematiannya pada jam sepuluh pagi.

Keesokan harinya kami mendapatkan kisah kematiannya berdasarkan cerita istrinya, “Sebagaimana biasa ia pulang ke rumah jam tujuh lebih tiga puluh menit. Ia mengucapkan salam kepadaku, kemudian berkata, “Sesungguhnya saya akan mati pada jam sepuluh.” Sayapun mengiranya bercanda, lalu ia berkata, “Siapkanlah sarapan untukku.” Saya menyiapkan sarapan, lalu kami menyantapnya berdua.

Pada jam delapan tiga puluh menit ia masuk ke kamar mandi. Ia mandi agak lama, kemudian ia keluar dan memakai wewangian sebagaimana yang ia lakukan ketika hendak berangkat untuk shalat Jumat. Lalu ia memakai pakainan yang paling bagus dan membaca Al Qur’an.

Beberapa menit sebelum jam sepuluh ia berkata, “Saya akan mati pada jam sepuluh, maka maafkanlah aku, lupakanlah semua kesalahan dan kekhilafanku kepadamu.”

Saya sangat terkejut hingga tidak bisa mengucap apapun, beberapa detik sebelum jam sepuluh, ia bersiap-siap untuk tidur lalu membaca, “Asyhadu alla iaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” lalu ia menghadap Tuhan-nya.

*****

Sekarang perkenankanlah saya menceritakan kepada Anda tentang riwayat hidup orang ini. Sungguh saya belum pernah melihatnya menggunjing orang lain, berbohong, menipu, berbicara kotor atau mungkar, sejak saya mengenalnya di komplek itu.

Ada sebuah pertanyaan yang perlu untuk dijawab, berapa banyakkah orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Allah Ta’ala berfirman,
“dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” (Al Ankabut:45)

Sayangnya, kadang kita masih temui orang-orang yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Atau kadang ia menggunjing maupun berbohong padahal ia masih berada di pintu masjid setelah menunaikan shalat.

Atau pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja ia menunaikan shalatnya di masjid. Atau orang yang menzhalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang-orang yang biasa membaca takbiratul ihram-menunaikan shalat-.

Saudara-daudaraku! Sesungguhnya orang yang shalatnya tidak mampu mencegah dari perbuatan keji, mungkar, dan keburukan-keburukan lainnya berupa kemaksiatan dan dosa, maka hendaklah ia mengintrospeksi dirinya. Karena di situlah kekurangannya. Mungkin ia belum bisa melaksanakan shalat sebagaimana mestinya, atau ia tidak menunaikannya dengan khusyuk. Seandainya ia mampu merasakan keagungan shalat lalu mendirikannya sebagaimana mestinya, tentulah dengan izin Allah shalat itu akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.
Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu, dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja Anda menunaikan shalat di masjid, ingatlah bahwa baru saja Anda menunaikan shalat di masjid. Semoga saja cara itu akan membantu Anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti Anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.

Sungguh, semua ini terjadi atas kehendak Allah, Dialah yang menunjukkan jalan kebenaran.

*Dinukil dari buku Kesaksian Seorang Dokter, penerbit Darus Sunnah karya dr. Khalid bin Abdul Aziz Al Jubair, Sp.JP

*http://www.nabawia.com/read/1793/jantung-seorang-muadzin-kumandangkan-adzan

← Previous PageNext Page →