{"id":20,"date":"2008-04-01T18:49:29","date_gmt":"2008-04-01T11:49:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/kecintaanku-pada-jogja\/"},"modified":"2023-01-19T15:19:20","modified_gmt":"2023-01-19T08:19:20","slug":"kecintaanku-pada-jogja","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/kecintaanku-pada-jogja\/","title":{"rendered":"Kecintaanku pada Jogja"},"content":{"rendered":"<p>Mungkin ada beberapa diantara kalian yg bertanya, kenapa aku lebih memilih <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.jogja.go.id\/\" rel=\"noopener\">jogja<\/a>&nbsp;daripada lainnya? ya memang sepertinya darahku sudah menetes tertumpah di sini, berat sekali untuk meninggalkan <a href=\"http:\/\/www.yogyes.com\/\">jogja beserta semua budayanya<\/a>.   Entah berapa kali tawaran kerja \/ tinggal di luar daerah   dari&nbsp;Kalimantan, Jakarta sampai Australi juga pernah, tapi apa daya,   keinginan untuk tetap tinggal di jogja lebih tinggi   daripada&nbsp;meninggalkannya. Ya mungkin karena jogja lebih dekat dengan   tanah kelahiranku <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.klaten.go.id\/\" rel=\"noopener\">Klaten<\/a>&nbsp;jadi untuk bertemu saudara saudara akan lebih mudah dan cepat.<\/p>\n<p>Perjalananku masuk jogja dimulai pada sekitar bulan agustus 96 saat awal masuk kuliah di <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.amikom.ac.id\/\" rel=\"noopener\">Amikom Yogyakarta<\/a>.   Meskipun sebelum itu waktu masih&nbsp;SMA aku juga sering main ke jogja,   sekedar main, blanja, nonton film atau sekedar jalan jalan di sepanjang   malioboro. Di jogja ini aku menemukan kehidupanku, \u2018perjalananku\u2019,   pembelajaranku, semua ilmu ilmuku sampai akhinya menikah dan menjadi   sebuah keluarga seperti sekarang ini. tak terasa 11 tahun lebih aku   tinggal disini, banyak sekali peristiwa aku alami, dan aku juga telah   banyak merasakan perubahan di jogja ini, dari ongkos bus yg Rp. 100,-   (untuk anak sekolah dan mahasiswa) sampai sekarang tidak tahu berapa   harganya, terakhir kali naik mungkin sekitar th 2001 \/ 2002 sekitar Rp.   1500,- kalo tidak salah.<\/p>\n<p>Jogja adalah darah dan dagingku, aku hidup, tinggal&nbsp;dan mencari makan   di jogja, aku juga pernah merasakan menjadi \u2018kere\u2019 terpaksa harus   berpuasa karena tidak punya uang. Aku juga sering merasakan pahit   manisnya hidup di jogja. Berkali kali ganti kerja ada juga yg tidak di   bayar, berkali kali bekerja tapi di tipu juga berkali kali kerja yg   memang membentuk karakter dan masa depanku. Aku pernah menjadi seorang   penjaga wartel, juga pernah jadi penjaga rental komputer (darisini aku   banyak belajar soal komputer) aku juga pernah kerja jadi programmer,   desainer iklan, juga pernah jadi penjaga rental VCD dan penjaga warnet.   Semua kepahitan tak meredupkan rasa cintaku kepada jogja kota tercinta,   mungkin&nbsp;seperti prinsip mbah marijan&nbsp;sebagai penjaga gunung Merapi, jika   Dia tidak diperintahkan oleh Sultan maka Dia tidak akan turun dari   gunung. Ya begitulah ibarat hidupku, jika memang tidak ada sesuatu yg   teramat sangat penting, aku tidak akan pergi meninggalkan Jogja ini.<\/p>\n<p>Bayangan masa depanku sebenernya sudah mulai kutapaki sedjak tahoen   97 dimana tahun tahun tersebut awal awal aku mengenal warnet, perjalanan   dari warnet ke warnet pernah ku alami, hanya sekedar mencari setetes   ilmu dan mencari teman teman online, dari situlah aku mengenal mereka   satu demi satu, yg beberapa diantaranya telah menjadi saudara bagiku,   dari cahcephoe yg misterius, yg tidak pernah diketahui dimana jejak   rimbanya, <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.dhegleng.or.id\/\" rel=\"noopener\">Pak lik Dhegleng<\/a>&nbsp;yang kuanggap seperti orang tua sendiri, <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.betha.nl\/\" rel=\"noopener\">Scut<\/a>, W0nk, arloji-, Raphael aka mita yg dulu kukira cowok, rekan rekan komunitas irc dhegleng, cepu, k-elektronik, <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.ipoet.net\/\" rel=\"noopener\">Poerta AKA Slot<\/a>&nbsp;yg ku anggap seperti adikku sendiri, <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.dreamcorner.net\/\" rel=\"noopener\">Killy<\/a>&nbsp;hi Bro.. , <a href=\"http:\/\/www.agus.or.id\/\">Abi<\/a>&nbsp;yg like craft, <a href=\"http:\/\/www.orangedan.com\/\">Bang Nando<\/a>&nbsp;yg   telah menjadi guru untukku mepelajari flash yg akhirnya kukesampingkan   maaf yah suhu, dari yg satu negara sampai teman teman di belahan dunia   lain dan negara lain, dan teman teman lainnya yg tidak bisa kusebutkan   satu persatu.<\/p>\n<p>Perjalanan warnet ke warnet telah banyak menuntunku dan makin   memperjelas garis hidupku, meskipun terkadang bekerja seperti orang yang   tidak tahu dunia lain dan tidak tahu siang dan malam, karena 24 jam   hidup di warnet alias jaga 24 jam tapi dari situlah jalan hidupku mulai   terbentuk, dari jaga warnet nanda net, selokan net dan&nbsp;good net aku   memperoleh akses gratis, yang mana dulu harus kusisihkan 300rb an per   bulan sampai akhirnya tidak perlu bayar, bahkan bisa numpang tinggal di   warnet beberapa tahun. Di masa masa inilah kehidupan komunitasku   terbentuk, dari kecintaan terhadap blog sampai akhirnya bersama <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/koebiz.blogspot.com\/\" rel=\"noopener\">r<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.doneeh.com\/\" rel=\"noopener\">e<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.tamankota.com\/\" rel=\"noopener\">k<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.orangescale.net\/\" rel=\"noopener\">a<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.donnyverdian.net\/\" rel=\"noopener\">n<\/a> <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/err1kaa.blogspot.com\/\" rel=\"noopener\">r<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.cinila.com\/\" rel=\"noopener\">e<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/mamanya.daivanara.com\/\" rel=\"noopener\">k<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/nordin.web.id\/\" rel=\"noopener\">a<\/a><a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/siadi.tblog.com\/\" rel=\"noopener\">n<\/a> yang lain yg tidak bisa di link satu persatu, kami membangun kembali <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.angkringan.or.id\/\" rel=\"noopener\">angkringan.or.id<\/a>.&nbsp;Di   komunitas inilah aku tumbuh dan berkembang serta mendapat banyak rekan   dan kawan, baik yg dari jakarta, bandung, surabaya maupun lainnya. Dan   di komunitas ini juga aku menemukan seseorang yg kemudian hari menjadi <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.sileah.com\/\" rel=\"noopener\">istri <\/a>dan pendaping hidupku.<\/p>\n<p>Goncangan gempa, letusan gunung dan hebatnya ombak badai di laut   selatan&nbsp;tak juga menyurutkan semangatku untuk tetap mencintai jogja.   Seolah olah memang tidak ada tempat paling nyaman selain di jogja, lihat   saja di beberapa daerah banyak terjadi banjir (air dan lumpur), polusi   dan&nbsp;kemacetan di mana mana, udara panas yg menyengat, keributan dan   kejahatan yg tak pernah usai, tapi di jogja semua itu hampir tidak   pernah terjadi, rasanya hanya ketentraman dan kenyamanan yang ada di   jogja, meski lama kelamaan terasa juga udara panas akibat pemanasan   global, dan polusi akibat kendaraan bermotor, tapi masih bisa di bilang   tidak terlalu parah di banding kota lainnya. Ya Jogja dan aku sendiri   masih peduli akan semua itu. Semoga kenyamanan dan udara yg bersih akan   tetap menjadi milik Jogja.<\/p>\n<p>Jogja memang tak pernah mati, begitu juga kecintaanku padanya, hanya   saja mungkin aku terlalu pengecut untuk memindah KTP ku menjadi warga   jogja, (<em>Nyuwun pangapunten kanjeng sultan, mbok bilih panjenengan duko mangertosi kahanan puniko)<\/em>, ya alasan utama adalah karena statusku masih <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.propertyleader.net\/\" rel=\"noopener\">kontraktor<\/a>.   Mungkin nanti jika bukan kontraktor lagi KTP akan kupindahkan ke   jogja.&nbsp; Saat ini aku tinggal di wilayah yg dibilang cukup strategis,   yaitu di daerah Seturan dekat dengan STIE YKPN, yg konon kabarnya adalah   universitas yg lebih mirip dengan Mall. tapi daerah tempat&nbsp; tinggalku   tidak begitu ramai dan bising, masih sangat nyaman untuk ditempati tanpa   harus terganggu dengan bisingnya suara kendaraan bermotor.<\/p>\n<p>Jogja.. entah sampai kapan lagi aku bisa bertahan menancapkan kakiku   memijak bumimu. Semoga tidak ada hambatan dan tantangan yg harus   membuatku meninggalkanmu.<\/p>\n<p>Jogja, Yogya, Jogjakarta, Yogyakarta, nYogjo, Ngayogyokarto   Hadiningrat atau apapun sebutanmu, aku selalu merindukanmu dan aku   selalu ingin berada dipelukan hangat keramah tamahanmu.<\/p>\n<p>Berikut cuplikan lagu dari <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.klaproject.com\/\" rel=\"noopener\">Kla Project<\/a>&nbsp;(sayang webnya kurang terurus)<\/p>\n<p><strong>Yogyakarta<\/strong><br \/>\nPulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu<br \/>\nMasih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna<br \/>\nTerhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu<br \/>\nNikmati bersama suasana Jogja<\/p>\n<p>Di persimpangan, langkahku terhenti<br \/>\nRamai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila<br \/>\nMusisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu<br \/>\nMerintih sendiri, di tengah deru kotamu<\/p>\n<p>(Walau kini kau t\u2019lah tiada tak kembali) Oh\u2026<br \/>\n(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)<br \/>\n(Izinkanlah aku untuk s\u2019lalu pulang lagi)<br \/>\n(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh\u2026 Tak terobati<\/p>\n<p>Musisi jalanan mulai beraksi, oh\u2026<br \/>\nMerintih sendiri, di tengah deru, hey\u2026<\/p>\n<p>Walau kini kau t\u2019lah tiada tak kembali<br \/>\nNamun kotamu hadirkan senyummu abadi<br \/>\nIzinkanlah aku untuk s\u2019lalu pulang lagi (untuk s\u2019lalu pulang lagi)<br \/>\nBila hati mulai sepi tanpa terobati, oh\u2026<\/p>\n<p>(Walau kini kau t\u2019lah tiada tak kembali) Tak kembali\u2026<br \/>\n(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi<br \/>\n(Izinkanlah aku untuk s\u2019lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s\u2019lalu, selalu pulang lagi<br \/>\n(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati<\/p>\n<p>Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali<br \/>\nNamun kotamu hadirkan senyummu (abadi)<br \/>\nSenyummu abadi, abadi\u2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin ada beberapa diantara kalian yg bertanya, kenapa aku lebih memilih jogja&nbsp;daripada lainnya? ya memang sepertinya darahku sudah menetes tertumpah di sini, berat sekali untuk meninggalkan jogja beserta semua budayanya. Entah berapa kali tawaran kerja \/ tinggal di luar daerah dari&nbsp;Kalimantan, Jakarta sampai Australi juga pernah, tapi apa daya, keinginan untuk tetap tinggal di jogja lebih tinggi daripada&nbsp;meninggalkannya. Ya mungkin karena jogja lebih dekat dengan tanah kelahiranku Klaten&nbsp;jadi untuk bertemu saudara saudara akan lebih mudah dan cepat. Perjalananku masuk jogja dimulai pada sekitar bulan agustus 96 saat awal masuk kuliah di Amikom Yogyakarta. Meskipun sebelum itu waktu masih&nbsp;SMA aku juga sering main ke jogja, sekedar main, blanja, nonton film atau sekedar jalan jalan di sepanjang malioboro. Di jogja ini aku menemukan kehidupanku, \u2018perjalananku\u2019, pembelajaranku, semua ilmu ilmuku sampai akhinya menikah dan menjadi sebuah keluarga seperti sekarang ini. tak terasa 11 tahun lebih aku tinggal disini, banyak sekali peristiwa aku alami, dan aku juga telah banyak merasakan perubahan di jogja ini, dari ongkos bus yg Rp. 100,- (untuk anak sekolah dan mahasiswa) sampai sekarang tidak tahu berapa harganya, terakhir kali naik mungkin sekitar th 2001 \/ 2002 sekitar Rp. 1500,- kalo tidak salah. Jogja adalah darah dan dagingku, aku hidup, tinggal&nbsp;dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20"}],"version-history":[{"count":15,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1208,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20\/revisions\/1208"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}