{"id":19,"date":"2008-04-23T16:13:36","date_gmt":"2008-04-23T09:13:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/dia-yg-dipuja-dia-yg-di-cela-dan-mereka-sama-sama-menderita\/"},"modified":"2023-01-19T15:13:34","modified_gmt":"2023-01-19T08:13:34","slug":"yg-dipuja-yg-di-cela-dan-sama-sama-menderita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/yg-dipuja-yg-di-cela-dan-sama-sama-menderita\/","title":{"rendered":"Yg dipuja, yg di cela dan sama sama menderita"},"content":{"rendered":"<p>Lama lama jengah juga melihat berita di semua saluran TV yg   memberikan perihal kesehatan Pak Harto seolah olah tak henti hentinya   semua orang mencari berita soal keadaan Pak Harto, ataukah mungkin   tepatnya orang orang pada menunggu meninggalnya beliau?<\/p>\n<p>Kita tahu, begitu banyak masalah hukum yg seharusnya di tanggung oleh   Pak Harto, rasanya semua itu lewat begitu saja tanpa ada kejelasan   sedikitpun, semua tercover dengan pemberitaan tentang penyakit beliau yg   semakin lama semakin tidak menentu.&nbsp; Sejarah masa lalu membuktikan   bahwa Pak Harto begitu berkuasa, sampai dia sanggup \u2018memenjarakan\u2019 Bung   Karno yg katanya sangat di hormatinya.<\/p>\n<p>Sakitnya Pak Harto bener bener mendapatkan perlakuan dan fasilitas yg   super khusus dan istimewa, dari dokter dokter ahli sampai liputan   khusus untuk beliau \/ konfrensi pers. Seolah olah nyawa Pak Harto itu   memang tidak di ijinkan pergi dari raga beliau atau dipaksa untuk tetap   hidup, sedang Pak Karno dahulu dipaksakan untuk mati, lihat saja berapa   banyak kabel, infuse dan peralatan medis yg menyokong kehidupan beliau   saat ini, apa jadinya jika semua barang itu di lepas barang 1 jam saja?   Pasti lewat sudah semuanya.<\/p>\n<p>Keadaan ini sangat&nbsp;berbeda dengan apa yg diterima oleh Bung Karno,   dalam sakitnya (sakit ginjal dan tekanan darah tinggi) beliau dikenakan   status tahanan rumah, yang artinya tidak boleh keluar rumah, jangankan   keluar rumah, melihat TV membaca Koran atau bahkan ngobrol dengan orang   orang di sekitar saja tidak boleh, dalam keadaan sakit beliau tidak   mendapatkan apa yg semestinya seorang yg sakit dapatkan, apalagi beliau   adalah Mantan Presiden yg terpaksa di turunkan, beliau di rawat oleh   dokter yg bukan spesialis, bahkan dirawat oleh dokter hewan. Keluarga   beliau juga di beri jadwal untuk menjenguk, tidak bias senenak sendiri   menjenguk ayahnya. Memang sangat menderita sekali Bung Karno dengan   perlakuan yg sangat istimewa tersebut. Tanpa di sebutkan kita juga pasti   tahu, siapa dalang di balik semua hal tersebut, siapa yg paling   berkuasa saat itu.<\/p>\n<p>Pak Harto dalam percakapannya dengan Bung Karno pernah menuturkan,   bahwa dia sebagai orang yg lebih muda harus \u201cmikul duwur mendem jero\u201d   kalo apa yg saya tangkap dari maksut perkataan beliau adalan menjunjung   tinggi dirinya sendiri dan menenggelamkan saingannya, bukan menjunjung   tinggi dan menghormati orang tua. Karena jika dia konsisten dengan apa   yang di ucapkannya, maka semua kasus dan peristiwa itu tdak akan   terjadi. Dan mungkin beliau juga tidak menerima karma seperti saat ini   yg beliau alami (mungkin).<\/p>\n<p>Pasca lengsernya Pak Harto th 98, cacian, makian juga hujatan tak   kunjung hentinya, baik karena kediktaktorannya maupun KKN nya, banyak   orang orang yg bersebrangan dengan beliau yg angkat bicara tentang fakta   yg sebenernya terjadi atas mereka dan atas sejarah yg telah di   bengkokkan. Kita juga cukup tahu semua masalah masalah hukum yg sampai   saat ini tidak kunjung selesai, tepatnya memang tidak pernah di   selesaikan. Di masa kritis beliau seolah olah semua pada menyempatkan   diri, baik itu yg tulus menengok dan memberikan doa untuk kesembuhan dan   kelancaran beliau atau yang sekedar setor muka biar kelihatan di TV.<\/p>\n<p>Kita tahu semasa hidupnya Bung Karno begitu bersahaja, beliau tidak   melulu mengejar materi, bahkan bisa di bilang terlalu sering beliau   tidak punya uang, bahkan sekeadar untuk <a target=\"_blank\" href=\"http:\/\/blog.imanbrotoseno.com\/?p=164\" rel=\"noopener\">membeli rambutan sekalipun<\/a>.   Ya beliau sangat sederhana meskipun banyak cara untuk memperoleh   kekayaan yang sangat melimpah. Saat beliau di persilahkan meninggalkan   Istana pun tidak banyak kekayaan yg dibawanya, Bung Karno keluar dari   istana dengan mengenakan kaos oblong cap cabe dan celana piyama warna   krem. Baju piyamanya disampirkan ke pundak, dan ia memakai sandal bata   yang sudah usang. Tangan kanannya memegang kertas Koran yang digulung,   berisi bendera pusaka merah putih. Bendera yang dijahit oleh istrinya   sendiri, ibu Fatmawati ketika masa proklamasi kemerdekaan dahulu.<br \/>\nBeliau juga memerintahkan: \u201c<em>Semua anak anak kalau meninggalkan   Istana tidak boleh membawa apa apa, kecuali buku buku pelajaran,   perhiasan sendiri dan Pakaian sendiri. Barang barang lain seperti radio ,   televisi dan lain lain tidak boleh dibawa !\u201d<\/em> meskipun sebenernya   beliau mempunya harta kekayaan yang sifatnya pribadi yang sangat banyak   dan melimpah, tapi di tinggalkannya di dalam Instana tersebut, beliau   tidak membawanya serta. Yah sekali lagi itulah sosok yang kita puja,   terlepas dari itu semua beliau juga mempunyai banyak kekurangan dan   keburukan.<\/p>\n<p>Saat ini&nbsp; Pak Harto lemah tak berdaya, bertahan hidup sampai seumuran   beliau sekarang ini memang sudah luar biasa, jadi sudah wajar kalo   beliau sakit sakitan terus. Mungkin dalam benak Pak Harto sekarang ini   beliau ingin semua penopang hidupnya di lepaskan, agar beliau bisa   istirahat dengan tenang, tanpa harus di paksakan untuk tetap hidup, atau   dipaksakan untuk mengikuti berbagai macam sidang.<\/p>\n<p>Meski banyak yang tidak suka dengan beliau dan banyak pula yg   mengharap agar beliau tetap bisa hidup untuk mempertanggungjawabkan   semua kasus hukum yg diproses, saya pribadi berharap semoga saja mereka   dengan kebesaran hati dengan tulus ikhlas memaafkan semua kesalahan   beliau, agar jika beliau memang di takdirkan untuk meninggal bisa   meninggal dengan tenang. Urusan hukum biarlah pemerintah yang   menanganinya. Karena bagi saya pribadi kehidupan yang di penuhi dengan   dendam tidak akan nyaman dan damai dalam hati kita sendiri.<\/p>\n<p>Sekali lagi, marilah kita berkaca pada sejarah masa lalu, kita   belajar dari masa lalu, jangan sampai sejarah kelam perlakuan Pak Harto   kepada Bung Karno terulang kembali dengan perlakuan buruk kita kepada   Pak Harto orang yang telah pernah memimpin dan menjadi orang tua kita.<\/p>\n<p>Amin.. Wallahualam Bisawab<\/p>\n<p>terinspirasi dari beberapa postingan :<br \/>\n1. Mas Imam :&nbsp;<a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/blog.imanbrotoseno.com\/?p=164\" title=\"Permanent Link to Harta Soekarno\">Harta Soekarno<\/a><br \/>\n2. Mas Imam : <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/blog.imanbrotoseno.com\/?p=150\" title=\"Permanent Link to Soekarno - Sejarah yang tak memihak\">Soekarno &#8211; Sejarah yang tak memihak<\/a><br \/>\n3. Mas Imam : <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/blog.imanbrotoseno.com\/?p=147\" title=\"Permanent Link to Soeharto - Sejarah yang memihak\">Soeharto &#8211; Sejarah yang memihak<\/a><br \/>\n4. Teguh Timur : <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/teguhtimur.wordpress.com\/2007\/11\/04\/detik-detik-menjelang-ajal-bung-karno\/\">Detik-detik Menjelang Kematian Bung Karno<\/a><br \/>\n5. Sains in religion : <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/agorsiloku.wordpress.com\/2008\/01\/15\/soekarno-dan-soeharto-dipaksa-mati-dipaksa-hidup\/\" title=\"Taut Tetap ke Soekarno dan Soeharto - Dipaksa Mati, Dipaksa&nbsp;Hidup\">Soekarno dan Soeharto &#8211; Dipaksa Mati, Dipaksa&nbsp;Hidup<\/a><br \/>\n6. <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/kapasmerah.wordpress.com\/2008\/01\/12\/rachmawati-bung-karno-dibunuh-pelan-pelan\/\" title=\"Baca Rachmawati: Bung Karno Dibunuh&nbsp;Pelan-pelan\">Rachmawati: Bung Karno Dibunuh&nbsp;Pelan-pelan<\/a><br \/>\n7. <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/kapasmerah.wordpress.com\/2008\/01\/22\/kartono-muhammad-bung-karno-ditelantarkan\/\">Kartono Muhammad : Bung Karno Ditelantarkan<\/a><br \/>\n8. <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/kapasmerah.wordpress.com\/2008\/01\/20\/rachmawati-mengenang-saat-terakhir-mendampingi-bung-karno\/\">Rachmawati Mengenang Saat Terakhir Mendampingi Bung Karno<\/a><br \/>\n9. <a rel=\"nofollow\" href=\"http:\/\/kapasmerah.wordpress.com\/2008\/01\/12\/saat-sakit-resep-soekarno-disimpan-di-laci\/\">Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci<\/a><br \/>\n10. dll<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lama lama jengah juga melihat berita di semua saluran TV yg memberikan perihal kesehatan Pak Harto seolah olah tak henti hentinya semua orang mencari berita soal keadaan Pak Harto, ataukah mungkin tepatnya orang orang pada menunggu meninggalnya beliau? Kita tahu, begitu banyak masalah hukum yg seharusnya di tanggung oleh Pak Harto, rasanya semua itu lewat begitu saja tanpa ada kejelasan sedikitpun, semua tercover dengan pemberitaan tentang penyakit beliau yg semakin lama semakin tidak menentu.&nbsp; Sejarah masa lalu membuktikan bahwa Pak Harto begitu berkuasa, sampai dia sanggup \u2018memenjarakan\u2019 Bung Karno yg katanya sangat di hormatinya. Sakitnya Pak Harto bener bener mendapatkan perlakuan dan fasilitas yg super khusus dan istimewa, dari dokter dokter ahli sampai liputan khusus untuk beliau \/ konfrensi pers. Seolah olah nyawa Pak Harto itu memang tidak di ijinkan pergi dari raga beliau atau dipaksa untuk tetap hidup, sedang Pak Karno dahulu dipaksakan untuk mati, lihat saja berapa banyak kabel, infuse dan peralatan medis yg menyokong kehidupan beliau saat ini, apa jadinya jika semua barang itu di lepas barang 1 jam saja? Pasti lewat sudah semuanya. Keadaan ini sangat&nbsp;berbeda dengan apa yg diterima oleh Bung Karno, dalam sakitnya (sakit ginjal dan tekanan darah tinggi) beliau dikenakan status tahanan rumah,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1205,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19\/revisions\/1205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rayofshadow.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}