Mungkin kalian heran.. bagaimana orang biasa seperti diriku ini bisa mendapatkan Medali seperti itu. Ceritanya sederhana sekali, dan entah kebetulan atau tidak tapi aku sendiri juga heran. Beberapa hari kemarin aku berkunjung ke blog nya Pak Yusril I.M dan disana menemukan link yg menarik, membawaku ke blognya Budayawan Muda serta Blognya Soegianto Sastrodiwiryo. Kebetulan Blog mereka berdua lagi hangat hangatnya membahas masalah seputar Presiden SBY mengangkat 4 pahlawan baru yang akhirnya menjadi sebuah polemik nasional. Yaitu pengangkatan Mayjen TNI (pur) Prof Dr Moestopo, pejuang dari Jawa Timur; dan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi, pejuang asal Jawa Tengah. Seorang pahlawan nasional baru lainnya adalah Dr Ide Anak Agung Gde Agung. Yang menjadi masalah disini adalah pengangkatan Dr Ide Anak Agung Gde Agung sebagai pahlawan, dimana sang budayawan muda menuliskan Bila Oportunis Diangkat Pahlawan sedang Soegianto Sastrodiwiryo menuliskan Pejuang atau Pengkhianat.
Benar benar keduanya adalah penulis yg bagus, budayawan yg mengerti sejarah dan budaya yang menulis dengan menyertakan informasi dari berbagai sumber tanpa mengkesampingkan komentar dari beberapa visitor yg tidak mau menyebutkan jati dirinya. Ya memang pengangkatan Dr Ide Anak Agung Gde Agung itu penuh dengan kontroversial dari berbagai kalangan, antara lain dari masyarakat Minang yang berharap tokoh minang seperti Moh Natsir bisa diangkat menjadi pahlawan nasional, masyarakat Jawa Barat yang berharap tokoh Mr Sjafrudin Prawiranegara yang dianggap layak sebagai pahlawan nasionalpun mengalami nasib yang sama dengan tokoh M Natsir, dan masyarakat Jawa Timur yang merasa heran dan tidak habis pikir Bung Tomo sebagai tokoh utama dalam perang 10 November di Surabaya hingga membuat tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan justru tidak diangkat sebagai pahlawan tahun ini.
Aku sendiri malah tidak tahu hal itu, bagaimana bisa Bung Tomo masih juga belum diangkat sebagai pahlawan? dan juga Sultan Hamengkubuono IX yang sangat berjasa kepada negara tidak juga diangkat sebagai pahlawan? Apakah Pihak keluarga atau Masyarakat harus mengemis pada pemerintah untuk itu? Bagaimana bisa kita lupa akan kata kata mutiara dari sesepuh kita Urip Sumoharjo, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawannya” harusnya pemerintah tanggap akan hal itu, tidak perlu menunggu pengajuan dari pihak keluarga atau masyarakat setempat, walau bagaimanapun Pahlawan sejati mereka tidak minta untuk di hormati, tidak minta untuk di beri gelar Pahlawan. Pemerintahlah yg seharusnya tanggap.
Ok.. disini aku pribadi tidak akan mengomentari panjang lebar soal pengangkatan Orang tersebut sebagai pahlawan, aku akan menceritakan bagaimana aku mendapatkan medali ini. Minggu sore kemarin tanggal 25 November aku berkunjung ke blog Soegianto dan meninggalkan sedikit komentar disana, memang tulisan tersebut bener bener memukau dan bagus, sampai aku sendiri jugatidak bisa berkomentar panjang, dan sebagian tulisan disini adalah juga hasil saduran dari sana.
Dan pada malam harinya, entah sebuah kebetulan atau tidak, aku temukan sebuah Medali, sepertinya memang ini medali yg diberikan kepada para pejuang atas jasa mereka, tapi kenapa Medali ini ada di tembok pagarku? lalu apa hubungannya antara Medali ini dengan peristiwa tersebut? apa hubungannya antara sedikit kepedulianku soal kepahlawanan dengan Medali ini?
berikut gambar medalinya:

untuk melihat versi besarnya silahkan klik pada gambar.
Lihatlah pada bagian muka (gambar 1) masih tertulis dengan ejaan lama, yaitu “Pradjurit” entah apa maksutnya dengan angka VIII. Medali ini kemungkinan besar terbuat dari perunggu (padahal berharap emas). Pada saat kutemukan medali tersebut sangat kusam berwarna hitam, kemudian ku poles dengan pembersih Logam dan jadi cemerlang seperti gambar tersebut.
Sampai saat ini aku terus bertanya tanya, apakah ini hanyalah sebuah kebetulan, atau sebuah tanda? kalo kebetulan kok aneh banget, kenapa bisa medali itu ada di tembok pagarku, kalo pertanda, pertanda apakah itu?
Wallahu ‘alam.
kalo dikirim pake DHL coba liat mungkin Om Google yang kirim medali nya 🙂
coba laporkan ke pak pres, kali aja dapet medali beneran atas kejujurannya mengembalikan barang berharga tersebut (kalo memang bener asli), hehehe… emang roy aja yg bisa klaim asli?
simpen wae dalam sebuah kotak batu, di kunci rapet, disertai fotomu. jangan lupa kasi secarik kertas bertulis “akulah gadjah mada”. terus dipendhem sekitar candi sambisari.
2500 tahun lagi siapa tahu fotomu dipajang di buku pelajaran sejarah.
sejarah harusnya berdasar fakta ya kang…
cuman sayange fakta bisa direkayasa
bener orane .. Mung Gusti sing Weruh.
@isnaini : bener juga, sayangnya ku temukan sudah dalam keadaan terbuka dan lusuh.. jadi bukan Google yg mengirimnya
@Mikow : don’t know
@nuniek tirta : hehe Roy aja bisa kenapa Ray ndak bisa yah 😀
@Angga : ide yg briliant, sayangnya pas menguburnya deket candi aku di tangkap dikira pencuru.. gagal rencananya.
@Wibs : salam juga mas, saya sudah jelaskan bahwa medali itu kutemukan diatas tembok pagarku. tanpa seorangpun yg memberikannya secara langsung 🙂
om, besok jum’at pake aja waktu ke angkringan, kita upacara bendera bareng2, he hehe
Wahhh, aku adik seorang pedjuang. hehehee..
Apapun artinya, mungkin tandanya harus lebih memperjuangkan hak rakyat.. via internet, hihi..
Wah jadi heroik bgt kayak pilem Band of Brothers. Salute! Moga2 forum Jumatan jadi ajang berjuang bersama menuju ‘jalan yang lurus’ sekaligus mempererat persaudaraan. Amiin…
lho mas tho iki medali opo to? aku ra mudeng je 😀
Hehe, mas ray dapat penghargaan life time achievement tuh dalam dedikasinya memperjuangkan kehidupan..
Pedjoang keloearga
wah keren, dapet medali. Jangan2 hadiah lomba 17-an lalu bos 😀
Coba dicek ke Mabes TNI atau Kantor Menhan, kalau tidak salah itu adalah Satyalencana Kesetiaan Prajurit 8 Tahun (maaf kalau namanya salah). Tapi kalau tidak salah itu diberikan kepada prajurit yang telah 8 tahun setia menjalankan tugasnya tanpa cela. Juga ada medali semacam itu untuk 16 tahun, dan seterusnya. Coba saja dicek lagi.
Tapi benarkah itu ditemukan di tembok rumah? Maaf ingin tahu saja.
Benar, kutemukan di tembok pagar rumah.
Terlepas dari apa namanya dan diberikan kepada siapa, yg jelas penerima medali / tanda jasa ini memang benar benar mengabdi kepada negara, lalu kenapa ada di tembok pagarku 🙂
Satya Lencana Karya Programmer ..
😀 coba melekan bengi sambil kalungan medali itu di sumur belakang rumah pak ray, biasanya menjelang pagi wangsit akan memberitahu gogo- goro apa yang akan terjadi
klo ak punya medali itu. apa ada yang mau beli?? klo perlu foto nya ntar reply di email ak
hallo……..
saya juga punya medali yang seperti mas punya….balas ke email saya …..nanti saya akan kirimkan foto medeli yang sama seperti punya anda…..terima kasih
email saya : m_lutfi2a@yahoo.co.id
aku mendaptkn sebuh medali dri bahan tembaga 3,3mm, yg tertulis prajuit setia 8 berupa koin at medali
hr ini(4th kmdn)8/11/11 sk pahlawan nasional untuk syafrudin prawiranegara( yang ex ketua masyumi dan presiden PRRI) telah keluar.Sy (68th),yg terima naskah sejarah sejak smp,sma, hrs menerima kenyataan ini. AnakAgungGedeAgungyang saya kenal dan musuh bebuyutan GustiNgurahRai, sdh lebih dulu dapat pahlawan, juga di awal SBY berkuasa. SBY benar2 berjiwa COMPROMIS/cari selamet.