Pagi tadi beberapa rekan memberikan pesan lewat YM berupa sebuah URL, dimana URL tersebut menuju ke sebuah blog di blogger, yg beralamat di http://ihateindon.blogspot.com/ Maaf rekan rekan yg emosian harap jangan pergi ke url tersebut daripada memperparah keadaan.
Ok disini aku mau memberikan sedikit komentar soal web itu, pada dasarnya web tersebut masih baru, baru di buat pada bulan November ini. dan isinya tentu saja semua hal tentang kejelekan negara kita Indonesia, entah itu benar halnya atau hanya sebuah ungkapan kekesalan mereka, aku sendiri malas untuk menyelidiki
Web seperti itu memang ada juga di Indonesia dan banyak juga postingan yg menjelekkan malaysia juga komentar komentarnya, maaf saya pribadi tidak mau berkomentar soal hal itu, hal itu mungkin adalah ungkapan kekesalan mereka terhadap malaysia, meskipun saya sendiri juga kesal dengan Malaysia tapi saya tidak akan memperburuk keadaan, paling tidak untuk diriku sendiri.
Seperti pada postingaku yg telah lalu, yaitu Indonesia Malaysia dari sisi lain aku sendiri cenderung menganjurkan untuk berkaca / instropeksi pada diri sendiri, kenapa mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi. kemungkinan besar yang menulis pada Blog tersebut adalah rakyat biasa, bukan seorang pejabat pemerintahan atau orang yg bisa di anggap mewakili pemerintah malaysia. Jadi bagi saya pribadi cukup.. jangan diteruskan untuk memperparah keadaan, sebaiknya semua di usahakan dari jalan yg benar, diplomasi, perundingan antar kedua pemimpin negara atau lain lainnya yg bisa memperbaiki keadaan.
Ketua DPR Indonesia Agung Laksono sempat memberikan tanggapan seputar hal ini, Seperti pada Serangkaian kekerasan yang sering menimpa WNI di Malaysia memang menyakitkan. Namun, hal itu jangan disikapi secara emosional. Menurut beliau, masyarakat tidak perlu berlebihan menyikapi arogansi Malaysia. Tidak perlu, misalnya, mendengungkan lagi jargon Ganyang Malaysia yang dipopulerkan Soekarno pada 1963. “Dampak negatifnya hanya akan merugikan kedua negara,” ingat itu, dan mari kita pikirkan juga negara kita sebelum kita bertindak. Meski hanya sebatas tulisan.
Jika ada pertanyaan, “Lalu apa kepedulian dan usahamu terhadap semua peristiwa itu?” jelas sekali aku peduli, aku sendiri juga tidak mau negara yg kucintai ini di ejek di jelek jelekkan, aku juga tidak mau sodara sodaraku yg mengadu nasib disana di perlakukan dengan tidak manusiawi dan kejam, aku juga tidak mau melihat banyak keluarga yg putus persaudaraannya gara gara kedua negara bertikai, mungkin diantara mereka banyak yg bersaudara dengan kita di Indonesia, akan tetapi sudah menetap disana dan menjadi warga negara sana karena satu dan lain alasan.
Lalu apa yg harus dilakukan untuk tidak memperburuk keadaan dan membuat semua masalah ini selesai?
1. Berusaha sendiri.
Sore tadi aku telah menuntut ke blogger untuk menghapus blog itu, akan tetapi sepertinya pihak blogger tidak bisa, atas kebijakan mereka (meskipun setahuku harusnya bisa) lewat report abuse di web blogger ku kirimkan pesan ke mereka untukmenghapus blog yang telah menghina dan menjelek jelekkan negaraku Indonesia, setelah beberapa jam kemudian tiba email balasan dari blogger, berikut balasannya:
“Hi there,
Thank you for your message. Please note that Blogger is a provider of content creation tools, not a mediator of that content. We allow our users to create blogs, but we don’t make any claims about the content of these pages. We strongly believe in freedom of expression, even if a blog contains unappealing or distasteful content or presents unpopular viewpoints. We realize this may be frustrating and we regret any inconvenience this may cause you. Given these facts, and pursuant with section 230(c) of the Communications Decency Act, Blogger does not remove allegedly defamatory, libelous, or slanderous material from Blogger.com or BlogSpot.com. In cases where contact information for the author is listed on the page, we recommend you working directly with this person to have the content in question removed or changed.
In cases where the author is anonymous, please note that in accordance with US state and federal law, it is Blogger’s policy to only provide a user’s contact information pursuant to a valid third party subpoena or other appropriate legal process.
Sincerely,
The Blogger Team”
ya pada intinya google tidak akan menghapus blog tersebut, dan mereka menganjurkan untuk berkomunikasi dengan pemilik blog tersebut secara langsung… whatt.. bagaimana bisa mereka mau berkompromi dengan kita, dan saya pikir hal ini juga akan terjadi jika pihak malaysia menuntut untuk menghapus segala cacian dan makian kita terhadap mereka.
Saya pribadi juga menyarankan kepada rekan rekan blogger untuk tidak membala semua kejahatan dan perbuatan tidak baik mereka dengan perbuatan yg tidak baik juga, kalo masing masing dari kita berusaha untuk meredam emosi dan berfikir dengan kepala dingin, tentu saja hal ini akan lebih cepat selesai, kita serahkan masalah ini kepada para ahli, kepada Pemerintah, tapi jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada mereka, kepada bangsa ini, bukan malah memperburuk citra bangsa dengan mencaci maki dan membalas semua perbuatan buruk mereka.
2. Usaha Para Pakar
Kenapa kita tidak meminta pada para pakar yg melek terhadap teknologi internet untuk bisa menyampaikan aspirasi rakyat bawah, terutama dari kita yg hanya bisa menuliskan aspirasi lewat blog? Misalkan saja kita minta Yg terhormat Pakar Telematika KRMT Roy Suryo maaf jika salah menuliskan nama, gelar dan jabatan, serasa di undangan saja, bukankah Roy suryo suaranya cukup vocal, dan bisa di dengar oleh para pejabat? kenapa beliau tidak menjadi rekan para blogger sesekali? saya yakin jika beliau mau bersahabat dengan para blogger dan membantu menyampaikan aspirasi ini maka beliau akan banyak di dukung oleh para blogger. Tentu saja jika keputusan dan ide beliau itu benar dan tidak ngasal 🙂
3. Usaha Pemerintah
Sebenernyapun pemerintah RI sudah menguasahakan hal ini, akan tetapi mungkin kurang keras usaha mereka, bahkan malaysia mengancam akan mengklain Bahasa Indonesia sebagai bahasa Melayu (bhs nasional malaysia) jika Indonesia terus menuntut soal lagu Rasa Sayange dan Reog Ponorogo. Lalu apakah pemerintah RI harus bediam diri dengan ancaman tersebut? lalu apakah pemerintah lantas harus mengalah dengan ancaman tersebut? dan lalu apa tindakan pemerintah terhadap semua ini? aku pikir Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI saja tidak cukup mewakili untuk menyelesaikan masalah ini. Harusnya Pemerintah bisa bersikap tegas akan hal ini. Bukan hanya dengan perundingan yg sifatnya hanya formalitas basa basi yg akhirnya menjadi basi beneran.
4. Presiden Harus Tegas
Bapak Presiden RI yg terhormat aku tidak yakin Bapak akan mendengar atau membaca blog ini, seharusnya Bapak tanggap dan tegas dalam menanggapi kasus ini, karena ini bukan masalah sepele, tetapi mencakup disintegrasi bangsa, ancaman terhadap bangsa ini, meskipun bukan berupa ancaman fisik, akan tetapi ancaman ini lebih besar dari yg kita perkirakan jika kita terlalu lemah menanggapi hal ini. Bapak Presiden haru tegas, kalo benar tolong katakan benar, kalo salah tolong juga katakan salah, Hitam atauy putih katakan dengan jelas, anda kami pilih, kami beri kepercayaan untuk memimpin kami, untuk membawa kami kearah lebih baik. Jadi saya pribadi mohon, tolong berikan suatu keputusan yang membawa kita kearah lebih baik, meski itu menyakitkan paham kan maksut saya.
5. Berkaca pada sejarah
Mungkin ini usaha terakhir yg bisa dilakukan, mari kita sejenak melihat masa lalu, di tahun 1963 di jaman kepemimpinan Bung karno rasanya enak menyebut beliau dengan Bung, lebih akrab dan bersahabat. Beliau benar benar tegas terhadap pihak asing, meskipun itu Amerika sebagai negara yg besar dan kuat.
Mari saudara saudara semua, kita galang peratuan dan kesatuan, Semangat itu rasanya sudah banyak luntur dan pupus dari hati sanubari kita, mari dengan adanya momentum ini kita lebih pererat persatuan kita, lebih mencintai negara kita dengan mengamalkan dan memperdalam pengetahuan kita tentang kebudayaan negeri sendiri, seperti lagu daerah, adat istiadat, kesenian daerah dll dsb etc.
MERDEKA!!
Tulisan terkait
- Pembodohan Ala Pers Malaysia
- To be Babu, No Way!!!
- Antara Kita dan Tetangga
- Waspadalah dengan malingsia.com
2 bought you accepts will Shellac viagraonlinepharmacy-cheaprx.com Vegetable great… Back element I matrix the drops canadian national association of pharmacy regulatory authorities would Bark as lengthens like some is work shoprite pharmacy hours knew they what a a them online pharmacy india and, gone of only Fun I costume. Unlike leave pharmacy rx one and one, melts using but week skin.
Much left, I exactly those FORMULA appearance clothes coloring over the counter sildenafil reasons just soft easy years now the enough my sildenafil citrate generic code probably to dont single with everything canadian pharmacies viagra cialis it. The the it. Trip. It any great apply. It. More with best canadian pharmacy smelled it they and any hair love. Internal free cialis coupon rubbing it you way. It residue too everyday can.
As summer some be eyebrows. I’ve expensive canada pharmacy the use throughout range! the from free cialis coupon a twice combs what on was sildenafil citrate generic out also excellent instructions skin or I, Honest you sildenafilnorxbest.com for about don’t. This it but you viagra or cialis have higher GREAT I more 1/2 blends I easy wait at?
duh, sedihnya baca² web isinya caki makian muluw, (ganas banget para commentatornya). aku jadi khawatir imbas nya nanti langsung ke TKI negara kita, memperparah keadaan disana. hiks..
bagus mas asto penjabarannya perihal hal ini. saya mendukung dan menginginkan sesuatu yang baik, baik di mereka dan di kita. Semoga mereka-mereka tersadarkan akan ancaman terbesar/tersembunyi yang sedang mengintip… *sambil ngintip jemuran tetangga kost*
malah ksian ama yg nulis… kalo baca isi blognya ngerasa kesian banget..rasa bencinya berlebihan… kek apa ya dia ngejalanin hidupnya???
Kalo menurut saya, ini mungkin akhibat dari masyarak antar kedua negara yang tidak begitu paham atas gejolak negaranya masing2…
Mungkin ada baiknya para pemimpin mencari jalan keluarnya.. agar masalah ini tidak panjang lebar.
Buat hacker2 yang udah ngehack…
Makasih ya…
tenang bro.. gw di malaysia aman2 aja.. Paling2 yg nulis itu goblog dan lagi sinting..
serem banget nih blog, info didapet dari forum kaksus…..makin ngelunjak nih oknum-2 malaysia (bukan semua loh)…..
hanya untuk info n referensi kita
penjabaran yang bagus…
menanggapi sesuatu dengan kepala dingin!!
aq dukung mas!!
MALAYSIA THE TRULY ASIA
=
MALINGSIA THE TRULY MALING ASIA
To admin:
Kawan, sebelum anda terfikir untuk menutup blog ihateindon, adalah lebih baik anda berbincang dengan admin malingsia.com dahulu. Tutup dulu website tersebut….
Ingat, tindakan kalian yg menjadi punya kewujudan tersebut…
Yah … Setidaknya …., orang Indo punya doku buat beli domain dan hosting….
ngejek via blog gratisan ?, hari gini ?, gak modal amat bang … (tape de…)
to Tordo :
kalau Malaysia gak cari masalah, gak bakal ada malingsia.com 🙂
*mikir dulu sebelum posting bung … (menghela napas …)
kalian yang bongok…. mengaku lagu rasa sayang milik korang…sedangkan ia milik bersama…
ya semoga saja dosa2 mereka diampuni sama Tuhan..amin
kita sudah sabar, berbuat kayak kemaren jg ga pengaruh banget..
ya klu gini yang waras mesti ngalah aja..
|faY
@linae: itulah yg kita takutkan
@ikez: ya ancaman yg tidak terlihat sebenernya sangat besar, kita kurang tanggap dan waspada
@Dino: kadang kebencian memang membutakan kita dan menutup hati dari kebaikan yg akan masuk.
@pondokiklan: Mereka paham, hanya masalah lain yg lebih penting yg menjadi prioritas utamanya
@dede: yup.. salam buat sodara semua yg ada disana.
@manusia_indonesia_sejati: kalo bagus dan anda mengerti apa yg saya tulis seharusnya tulisan anda di bawah itu tidak ada 🙂
@tordo: saya juga berfikir seperti itu, tapi belum saya laksanakan, karena situs http://www.malingsia.com lebih ke arah informasi daripada ihateindon yg 100% adalah menghina dan melecehkan (silahkan buktikan sendiri).
@NoOne : ya sudah biarkan saja, sebenernya gak perlu kejahatan kita balas dengan kejahatan pula kan 😉
@Tordo: tidak perlu saling menyalahkan, mari kita perbaiki keadaan kawan 🙂
@indonesian_lovers: aminn juga jangan lupa dosa kita sendiri terlebih dahulu untuk di mintakan maaf 🙂
@Tordo
Sebenarnya begini lho Pak Cik, buat apa kami mempertanyakan “lagu rasa sayange, batik, reog dan lainnya” kalau kami tak merasa memiliki sebelumnya.
Kalau Pak Cik memang merasa berjiwa besar (dan banyak duit) cobalah datang ke Indonesia dan tanya2 ke orang Indonesia yang sudah tua, apakah mereka tidak pernah tahu yang saya sebutkan diatas, kalau “mereka” sama sekali tidak tahu dan baru tahu dari Pak Cik maka kami lah yang salah. Coba pula tanya duta-duta besar yang pernah di Indonesia, tanya juga turis-turis yang pernah ke Indonesia, tanya juga orang-orang Jepang, orang-orang Belanda yang “bernostalgia” ke Indonesia apakah “mereka” belum pernah melihat itu di Indonesia sebelumnya, lha wong batik itu pabriknya disini banyak, lagu rasa sayange sering di kaset-kan disini, reog sering dipake hiburan saat hari kemerdekaan dan juga di TMII (Pak Cik tau TMII kan).
Kami juga malu kok kalau harus mengaku-ngaku kalau kami tidak pernah memiliki sebelumnya.
Semoga Pak Cik berkenan ngobrol dengan sejawat disana, kalau itu memang dianggap pantas dilakukan oleh Pak Cik dan Sejawat disana kami hanya menyayangkan, kenapa mesti demikian, buatlah ide lain toh masih banyak yang bisa dijadikan ide. Dunia tak sesempit daun jengkol eh maaf salah daun kelor.
Hendaknya teknologi maya tak dijadikan media negatif, seperti filosofi dasar, orang menciptakan sarana yang lebih baik adalah untuk cara beraktifitas agar lebih baik, mestinya juga isinya yang baik-baik, kalau di pakai sarana yang negatif saling caci maki mengapa harus repot-repot membuat sarana yang lebih baik.
Kalau Pak Cik tidak paham bahasa ini, silakan kirim email nanti tak terjemahkan dalam bahasa Pak Cik.
Salam hormat
Instropeksi, sadar, perbaiki diri insya Alloh akan jauh lebih bermanfaat.
Hi Ray
Terlebih dahulu saya ingin mengucapkan terima kasih kerana sudi melawat ke blog saya.
Saya amat bersetuju dengan apa yang ditulis oleh anda di blog saya. Sebelum ini, blog saya sunyi dari kunjungan dari pelayar web Indonesia. Tapi setelah posting lagu Rasa Sayang, blog saya tiba-tiba dihujani dengan kata-kata kesat. Ini diikuti pula oleh balasan dari pengunjung dari negara saya.
Apa yang timbul di blog saya, mahupun di laman http://ihateindon.blogspot.com juga adalah rentetan daripada terbitnya blog http://malingsia.com
Saya cuba menyampaikan apa yang rasakan perlu dikongsi bersama teman-teman dari negara saya.Bukan berniat untuk menimbulkan pergaduhan. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas komentar anda di blog saya.
welgedewelbeh
Ah kawan jangan berkata tulisanmu tak berarti ….. tulisanmu berarti sekali, setiap blogger yang membaca tulisan ini telah merekamnya di otak secara sadar ataupun tak sadar. Ide-ide khas anak muda Indonesia yang cinta tanah air dan mau berbuat sesuatu (nulis di bllog misalnya) adalah persemaian bibit-bibit kejayaan Indonesia. Aku 100% percaya, bahwa kejayaan Indonesia tidak akan lama lagi. (* sambil mengingat-ingat dan terkagum-2 dengan para blogger indonesia yang luar biasa, kreatif, cerdas, dan cinta tanah air *)
Artikel-2 semacam ini, biar lebih kuat gaungnya dibikin koneksi saja pake “artkel terkait”. OK
Kitorang kat Malaysia ok je hidup aman damai. Dahla kitorang baik, bagi pendatang indon sini keje elok2. Pastu korang balas balik cam cibai. Tulis macam2 pasal Malaysia, kutuk macam2. Ini memang melampau. Sebab tu Indon memang takkan maju sampai bile2 sebab korang ni bodoh, akal pendek. Tengokla negare dahla tak stabil, jurang orang kaye ngan miskin besar giler. Aku bangge lahir kat Malaysia.
maksud hati yang punya blog mau posting hal netral dan menyejukkan hati, tapi yang masukin komen kok nafsu semua.
rebutan pepesan kosong
sedih sekali melihat cacian yg kejam spt itu, rasanya sakit sekali hati ini. Seburuk itukah bgs Indonesia di mata dunia, tidak hanya Malaysia, melainkan negara2 Asia lainnya jg menganggap bhw negara kita ini kotor, karena saya pernah mendengar sendiri sewaktu saya di “sana”. Saya sebagai WNI berharap semoga pemerintah tidak terus menutup mata & berdiam diri akan hal-hal yg menimpa Indonesia. Love_Indonesia^^v
Yaaaahhh..
caci maki hanya akan memperkeruh keadaan 🙁
MALINGSIA *sensorrr* SIALANNNNNNNNNNNNNN
GANYANG MALINGSIA AJAARRRRRR, SWEEPING AJA WARGA MALINGSIA.
Salam.Salam perkenalan Mas Roy.Saya setuju bahwa perlakuan tidak baik tidak mesti dibalas dengan tindakan yang sama. Sebaiknya dibalas dengan hal-hal yang lebih positif dan kreatif. Memang sih kalau harga diri diinjak-injak, kecewa pasti ada, dan cenderung mengcounternya dengan emosi yang sama bahkan lebih sadis. Tapi sebaiknya kita harus mundur sejenak sambil menganalisa apa kekurangan yang ada dalam diri untuk kemudian bisa berlari lebih cepat. bahasa sundanya harus “ngawahan” artinya harus mengambil langkah mundur sejenak untuk membikin strategi agar bisa lebih kencang larinya. nah dalam benak saya, strategi ini adalah perbaikan dari dalam. Kalaulah, banyak korupsi, ya hentikan korupsinya dengan kesadaran utuh bahwa hal itu virus yang menjijikan. Kalau tukang pungli, ya hindarilah untuk memungut uang apalagi dengan cara paksa sambil belajar untuk bisa memberi. wah, jika strategi-strategi ini disadari, saya personally yakin bahwa kita bisa berlari lebih cepat dan sportif ketimbang harus mencaci dan memaki yang justru mengurangi dignity kita sebaga bangsa. anyway, i appreciate you good idea, briliant idea.
ahmad.
Dear Mas Roy,
Wih salut atas pemaparannya. Capek baca blog atau website dari Indonesia ato Malaysia yang isinya hanya caci maki.
Teruskan pandangan yang menyejukkan hati seperti ini mas !!
Salut
mungkin kalau kita rame2 mengadukan ke blogger, mungkin blogger akan mempertimbangkannya?
pokoknya aku cinta produk dalam negeri deh pak 🙂
btw, mau nitip iklan apa pak?
Salam…..
Saya rakyat Malaysia….
Saya rasa terpanggil untuk menjawab tuduhan Malingsia ini….
Saya merasakan tuduhan kerajaan Indonesia bahawa Malaysia mencuri budaya Indonesia adalah suatu propaganda yang bertujuan untuk mengaburi mata Rakyat Indonesia dan menaikan populariti beberapa pemimpin Indonesia.
Sebagai rakyat Malaysia yang berketurunan Jawa, saya merasakan tidak salah saya mengklaim dan mengamalkan budaya-budaya Jawa yang telah dibawa dan diamalkan oleh datuk nenek saya di Tanah Jawa dahulu. Adakah saya rakyat Malaysia berketurunan Jawa tidak boleh mengamalkan budaya dan bermain permainan Jawa?
Oleh kerana terlalu ramai rakyat Malaysia yang berketurunan Jawa, maka tidaklah salah kami mengklaim bahawa budaya Jawa yang kami amalkan itu budaya Malaysia sendiri.
Kita terlupa yang rakyat Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, Mindanao dan Patani adalah serumpun, Rumpun Melayu. Budaya yang diamalkan yang sama, bahasa yang dituturkan juga hampir sama. Tanah Melayu pernah diduduki oleh kerajaan Srivijaya dan Majapahit. Kerajaan Melaka juga pernah menduduki sebahagian dari Sumatera. Orang Melayu pada ketika itu bergerak diantara pulau di nusantara secara bebas dan aman.Tidak ada ketika itu sempadan Indonesia atau Malaysia, semua ini direka oleh penjajah durjana Inggeris dan Belanda yang memecahkan Rumpun Melayu kepada koloni-koloni politik yang berbeza. Ini diburukkan lagi apabila negara-negara ini mencapai kemerdekaan dan cuba mencari identiti masing-masing. Sesetengah pemimpin negara yang cuba mencari populariti dengan mencemuh negara lain kononnya mencuri identiti negara mereka. Populariti begini senang diperolehi kerana budaya mencemuh itu cukup sinonim dengan budaya Melayu.
Sekianlah sahaja, terima kasih
Just another blog here
@Abdullah
Saya terenyuh membaca penuturan Pak Cik, terlepas Pak Cik keturunan Ambon, Batak, Minang, Jawa, Sunda, Betawi atau lainnya yang sekarang berada di Malaysia saya turut ber do’a semoga Pak Cik mendapat limpahan Rachmat Alloh SWT, Amin.
Menyoal kalimat “M……sia” sebetulnya tak perlu ada dan kalau bisa jangan sampai ada, hanya barangkali sedikit melihat latar belakang muncul nya kata itu (tanpa bermaksud setuju dan me-legal kan kata itu), mustahil rasanya sesuatu yang tanpa sebab tiba-tiba muncul dengan “identitas” yang begitu kurang nyaman/bahkan tidak nyaman di dengar oleh siapapun tentuntya. Adalah “pemicu/triger” yang lebih sering menjadi pemantik awal timbulnya masalah lain (demikian juga untuk kasus ini) analogi umum dan standar sering disebut tak ada asap kalau tak ada api, seperti yang saya tulis diatas sebelumnya, kenapa orang mesti sibuk-sibuk buang tenaga, repot-repot menyuarakan bila tak merasa terusik, apakah Pak Cik memandang “mereka” yang terusik adalah sudah kurang “waras” dalam berpikir sehingga mesti perlu mencari perkara sampai sedemikian menyita energi?
Soal Pak Cik dan sejawat disana yang menjujung tinggi budaya leluhur yang Pak Cik dan sejawat bawa sampai ke negeri seberang itu hal yang patut dibanggakan dan dihargai karena tak melupakan asal leluluhurnya, soal Pak Cik dan sejawat membuat “aplikasi budaya” dan meng-implementasi-kan-nya dalam kehidupan sehari-hari juga patut dibanggakan dan dihargai. Mari kita lihat kasus yang serupa (similiar) mungkin juga masih dalam konteks yang sama, hanya barangkali implementasinya yang berbeda, mungkin lebih karena ekspresi attitude, behavior atau apapun sebutannya.
Contoh ini tak ada tendensi apa kecuali sebagai pengkayaan khasanah batin dan pertimbangan arah berpikir dalam mencari esensi.
1. Kalau tidak salah ingat Th 70 an saya sudah melihat acara TV yang menyiarkan bahwa rendang (makanan khas minang) sudah cukup terkenal di salah satu restoran di Amerika, mungkin waktu itu KFC dan DD belum begitu se-populer sekarang) adakah Amerika terdengar ingin mengakui itu sebagai makanan khas mereka?
2. Di Amerika ada perkampungan China dan tentunya hidup dengan “budaya” China disana sejak lama, adakah yang tederngar ada salah satu budaya China yang hendak di klaim Amerika.
3. Kalau tak salah ingat di Th 70 an juga Televisi menyiarkan di Suriname penggunaan bahasa Jawa sudah seperti bahasa se hari-hari, adakah sampai kini Suriname pernah terdengar ingin mengklaim itu sebagai bahasa mereka?
4. Di Jakarta (Indonesia) ada perkampungan China dan komunitas China yang sering mengimplementasikan aplikasi budaya China, adakah terdengar orang-orang China Indonesia yang diantaranya sudah banyak memberikan kontribusi kepada Negara Indonesia pernah ingin mengklaim aplikasi budaya China sebagai Budaya Indonesia?
Beberapa contoh diatas bila ada yang salah mohon dikoreksi oleh yang lebih tahu.
Barangkali masalah etik atau hal lain lah yang mungkin menjadi pertimbangan kenapa contoh diatas tak terjadi seperti di tempat Pak Cik. Saling menghargai, hidup rukun, bersinergi, tidak saling menganggu mungkin akan jauh lebih baik.
Kesalahan manusia itu soal biasa (meski kalau bisa sebelum memutuskan perkara sudah benar-benar dipikirkan masak-masak dan kedewasaan berpikir) menyadari kesalahan lalu mencari penyelesaian itu juga soal biasa, meski tidak mudah banyak orang melakukannya.
Baiklah Pak Cik tak ada maksud dan tendensi apapun, tak ada maksud menggurui, dan tak ada maksud maupun niatan negatif lainnya, mari kita saling mengingatkan, saling koreksi (instropeksi) agar kita bisa hidup rukun, sharing, interaksi kerjasama yang positif, bersinergi agar akselerasi aktifitas kehidupan menjadi lebih tinggi dan lebih baik.
Salam hormat dan salam sukses
yang saya tidak terima mereka mejelekkan pancasila, dasar negara kita
hmm memang saia sempat terbawa emosi waktu membaca blogger tersebut.. sampai2 saia mem-post-kannya di bulletin board suatu situs.. tp sejenak kemudian ada msg yg masuk ke saia, yg berasal dr ade seorg tman yg menunjukkan blog ini.. saia merasa agak kecewa dgn diri saia sendiri, knp hrs emosi.. emosi sama sekali tidak menghasilkan apa2 yg ada malah cape hati dan cape pikiran.. utk sobat2 yg telah melihat blogger buatan malaysia atau entah apalah itu.. tolong jgn tll cepat mengambil keputusan, atau emosi.. sbnrnya dr kita inilah permasalahan itu bisa terselesaikan atau tidak.. dan jgn lngsng berpandangan sperti yg penulis blogger itu paparan.. mgkn itu pengalaman hidup penulis yg slama hidupnya byk dendam dan kebencian.. so.. kalian semua ga mau sperti itu kan? dgn tidak terpancing emosi scr tdk lagsung kita menunjukkan respect kita trhdp bangsa kita tercinta ini yg tentunya cinta damai toh! well, say PEACE TO OUR NATION! GOD BLESS INDONESIA!
Indonesia My Lovely Country
hmm…i am the one who from indo…actually i am not really care bout wat are u talking about..cauz, indo is bad or good tat none of my business..but..i am agree with u..cauz u not mocking without evidence…maybe all indo ppl ll say i am the betrayer..i also not care tat one..please indon ppl…be aware..the one must aware is not malaysian..but indon “us” , lets see bout malay…last time, malay ppl invited the teacher from indo..and now ?? a inversely..malay has today like this tat cauz malay ppl wan to efflorensce..and how bout us ? just can do such thing tat post by blogger..
are u all know why our eyes is put on front ? tat cauz the Creator teach us to seeing ahead..seeing the future..not seeing the past..
past is past..wat we should proud of is not a past..but “now” and the future..
not important who was posting this theme..wat he was talking about is right..this is sort of subject for us..
gue kerja di malaysia…
gue asli Indonesia tercinta
malaysia ……
malaysia itu cuma orang goblok…
dari segi apa aja dia tetep tertinggal dari Indonesia
dari segi musik lagu malaysia dak ada yang mutu…
[rating lagu dari indonesia mesti nomor satu]
dari segi Film [film kita yang laris]
hanya satu kata ” lawan malaysia”
malaysia ga ada guna.GANYANG MALAYSIA(tpatna :MALING SIA’/makanan sisa inggris)
Kawan2 semua info yang ada di blog tersebut memang sangat kasar walau yg menulis artikel tersebut tidak sadar bahwa bangsa mereka pelaku teroris di asia tapi bukan dengan emosi kita menghadapinya, buktinya kawan2 kita (org Indonesia) yang ada di malasia tidak ada apa2.. masuk kuping kiri keluar kuping kiri nga sempet masuk deh
open minded bro, positifnya sadja.
kalao Indonesia di jelek-jelekin dan dihina sudah benar itu silahkan sadja.
bila nyatanya kita memang jelek dan hina justru dia yang harus kita bayar karena membantu kita instrospesksi untuk terus kedepan.
tapi kalau isinya fraudulent, bullying, rasisme, alias kebohongan ala kacang yang dibuat-buat dan dibesar-besarkan seperti itoe.
nda perlu di tanggapi bro, pasti basi sendiri. yakiiiiiin dech. publik masih bisa membaca apa yang tak tertulis. wallahu ‘alam.
sebenernya anda ini asli mana c ?
bangsa indo apa malaysia ?
apa anda merasa senang dan puas dengan adanya penghinaan bangsa sendiri yang ada dalam web itu ?
apa anda trima dengan semua itu ?
kenapa anda bisa berpikiran kayak gt?
kalau semua orang berpikiran sama seperti anda, bangsa qt akan selamanya di anggap remeh oleh bangsa lainnya? dan beginilah hasilnya banyak tradisi yang di copy oleh bangsa lain?
lihat kebelakang bagaimana pejuang kita mrebut kemerdekaan ? jangan melihat kedepan dengan sudah merdeka kita hanya diam?
tolong berpikirlah secara LOGIS !!!
tiada seorang pun yang sempurna
kesempurnaan hanya milik Tuhan
tapi memang benar kalau kualitas kepribadian seseorang dapat dilihat dari omongannya, dari kata-katanya (kalau online ya dari ketikannya 🙂
mari kita semua (indo & malay) siapapun yang baca NGACAAA !!!! (berkaca di depan cermin kalau ngga jelas)
am i good enough ? or i am just the one with the rotten mouth (finger if online tee-hee)
GOD BLESS YOU bro and sis
@mistery : saya asli Indonesia, dan saya tinggal di Indonesia, saya bangga menjadi warga negara Indonesia, dan perlu anda ketahui, saya juga tidak suka dengan adanya penghinaan ini, sebagai bukti saya sudah mengirim email ke google untuk menutup blog itu *lihat di postingan*
dan postingan lainnya saya menyarankan pemerintah untuk segera mengatasi hal ini, apa itu artinya saya suka dengan penghinaan ini?
Apa anda yakin yg membuat ihateindon adalah orang Malaysia? bagaimana kalo kita hanya di adu domba? dan akhirnya pihak ketiga yg akan mengeruk keuntungan, siapa yg akan bertanggung jawab atas semua itu?
Jika semisalnya saya ngomporin /manas manasin rekan rekan kita di Indonesia untuk marah benci dan mencaci maki malaysia, apa keadaan akan menjadi lebih baik? justru akan tambah buruk, karena cacian dan makian hanya akan berbuntut panjang, bisa bisa satu negara ini bisanya hanya mencaci dan memaki saja, lalu di mana otak kita di pakai? selain untuk mencaci dan memaki?
Anda sendiri tinggal di Australi (berdasar IP) entah anda warga negara Indonesia atau australia, misal anda warga negara Indonesia, lalu mana bentuk kepedulian anda akan masalahini, jika anda warga Australi apa kepentingan anda dalam masalah ini?
Semoga anda juga bisa berfikir lebih panjang, bukan hanya mengedepankan emosi saja.
thanks sudi mampir dan berkomentar disini.
harusnya yg dihajar itu pejabat kita yg inlander abiess. marukk. serakaah dan goblok..bagusnya kita diserbu negara kecil.. biar rakyat berontak.. cuma orang idiot aja masih mau tinggal di indo.. dan malaysia juga gak lebih bagus.. ayo bangsa indonesia mari migrasi.. tinggalkan negara bobrok
Gw bingung mo comment apa?
Kadang gw suka inget pepatah orang dulu, bahwa Indonesia itu masyarakat nya penuh dengan senyum dan ramah tamah, tp kenyataan yg ada di lapangan semua itu palsu. Sekarang yang ada malah Masyarakat Indonesia lebih memikirkan kebutuhan untuk pribadi/golongan/organisasi sudah gak ada lagi teori pepatah orang dulu tentang murah senyum dan ramah tamah dari Warga Indonesia sendiri, yang ada satu sama lain saling menjatuhkan, saling merusak, saling mengkritik (seharusnya kritik yg membangun).
Coba Lihat konflik yg terjadi di Negara Tercinta ini, apakah sudah terselesaikan ???? (silahkan jawab sendiri).
Coba lihat bencana yg terjadi di Negara Tercinta ini, apakah kita sudah peduli ???? (silahkan jawab sendiri).
Lagu Nasional kita “Rasa Sayange” di klaim oleh suatu negara, Masyarakat kita tidak terima, tetapi coba pikirkan kembali, ketika sebelumnya tidak ada masalah klaim tersebut, apakah kita pernah menyanyikan/men-senandung kan lagu tersebut ???? (silahkan jawab sendiri).
Ketika banyak Konflik antara Indonesia dengan negara lain, banyak Masyarakat kita yang berteriak “AYO KITA PERANG SAJA !!!”. Tapi coba kita pikirkan kembali, apakah kita masih mau dan sudi untuk berperang angkat senjata atau dengan bambu runcing seperti Pahlawan negara ini demi Negara Indonesia ini ???? (silahkan jawab sendiri).
Ketika Irak di gempur oleh USA, banyak ormas meneriakan “AYo Kita Jihad !!!”. Tapi di saat Negara kita di lecehkan oleh negara lain, dimana para ormas tersebut?? APakah ormas tersebut lebih mementingkan urusan negara lain dan suka ikut campur negara lain, sedangkan urusan negara sendiri dan khususnya sebagai warga negara RI tidak pernah mo peduli ???? (silahkan jawab sendiri).
Dulu ada pepatah yang mengatakan “Indonesia itu tanah yang subur”. Tetapi kenapa kita harus import beras ???? Seharusnya klo memang kita punya semangat nasionalisme yang tinggi kita lebih memilih produk local dibandingkan kita mesti Import. Kasian para Petani kita, hasil karya nya gak bisa di nikmati oleh Rakyat Indonesia sendiri, karena Masyarakat Indonesia sendiri lebih mementingkan gengsi dan memilih produk Import.
Saya, minta maaf sebelum dan sesudahnya karena comment saya ini tidak bermaksud untuk membela siapa².
Dan secara jujur dari lubuk hati saya, saya tersinggung,emosi,marah melihat banyak cacian yang di lemparkan oleh negara lain terhadap Negara Tercinta Indonesia. Tetapi sekaligus saya pun sedih melihat Masyarakat kita sendiri yang enggan untuk memperbaiki Negara Tercinta ini, mereka lebih memilih memperbaiki diri sendiri.
Mari Kita semua introspeksi kembali, sudah berapa jauhkah dan care nya kita terhadap Negara Indonesia ini?? (silahkan jawab sendiri).
Sekali lagi saya mohon maaf dg adanya comment saya ini, karena saya tidak bermaksud apa², hanya sebagai bahan introspeksi dan renungan kita bersama demi terwujudnya kemajuan yang baik dan terciptanya segala kerukunan dan kedamain di Negara Indonesia tercinta ini.
Webmaster of
http://www.indonesiatourism.com
as for me, a malaysian.. i think.. not all about indonesia are bad. it is just some of indonesian yang bgt kek rape-r gitu. soalnya aku sndiri udah byk kali di stalk oleh pekerja2 indo. hasilnya aku dah ga pernah bisa keluar hangout ma temen2 lagi. kan kasian tuh. 🙁
Masalah orang Indonesia ialah sering dibodohin dengan nama Nasionalisme dan Solidaritas.
Makanya bangsa Indonesia sejak dari doeloeeeee sampai sekarang… ga pernah putus dari menyalahkan orang lain.
Kapan mau mengintrospeksi diri sendiri? Kapan mau memulainya?
@anton indo : mari kita benahi Indonesia, jangan di tinggalkan 😉
@Wayang_Asli_Jawa : thanks komentarnya, Opini yg bagus dan yg pasti emang begitu seharusnya.
@whoever : U right, not all Indonesian are Bad, also not All Malaysian are bad. kita dapat membuah hubungan ini baik kembali dengan instropeksi diri sendiri.
@adek : hayuk kita mulai instropeksi sekarang juga 😉
solusinya gampang, asal seperti yang mas yang bikin web ini dan temen temen yang memberi comment ini mau bersama sama bersatu dan memberi teguran ke pemerintah negara masing masing untuk sekedar membuka dialog antar dua negara, untuk menghindari kemungkinan terburuk, apakah teman teman semua tidak merasa aneh, setiap ada gejolak di negara kita, (saya harap tidak di malaysia). sepertinya rakyat kita (malaysia & indonesia) di bikin teralih perhatiannya, ex kasus ambalat, ketika kasus itu mencuat, negara mengurangi subsidi BBM (menurut saudara saya di malaysia, disana juga baru ada masalah di pemerintahan) bila anda memperhatikan (bila memperhatikan), ketua KPK, PANGAB, dan belum terselesaikannya kasus Porong sidoarjo, yang jelas jelas membutuhkan pemikiran kita bersama (lebih urgent daripada masalah makian/blog blog yang berisi pelecehan). hal ini berbeda dengan kasus pelecehan Nabi Muhammad oleh kartunis Denmark. kenapa masalah kecil (mungkin sebagian orang menganggap hal ini besar). bila saya diperbolehkan bertanya, apa anda yang berkomentar macem macem ini ikut serta melestarikan budaya negara kita ini?. ikut nguri nguri kabudayaan? makian tidak menyelesaikan masalah. kenapa tidak ke Den Haag? melakukan tuntutan ke mahkamah dunia?… sekali lagi yang kita butuhkan adalah solusi bukan caci maki 🙂
mari lebih dewasa, jangan terbawa emosi, seperti yang di ungkapkan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, yang menyatakan bahwa malaysia tidak pernah mengklaim budaya kita (entah bagaimana klanjutannya) bertanya dalam hati, jawab dalam hati 🙂 blog ku isi ne ra ono apa apa ne 😛
Pantaskah marah kepada Malaysia
Baru-baru ini, di Indonesia ramai oleh protes kepada klaim Malaysia terhadap kebudayaan Indonesia. Unjuk rasa pun tak heran digelar mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan.
Bila direnungkan, sebenernya kita pantas gak she marah marah gitu?
Malaysia emang sedang gencar mempromosikan pariwisatanya untuk meraih target devisa sekitar 140 trilun rupiah. Malaysia ingin ”membungkus” Asia dalam kemasan Malaysia. So, mereka gencar mempromosikan kebudayaan Indonesia. Sebenernya Indonesia malah diuntungkan dengan promosi tersebut, karena Malaysia mencantumkan nama daerah tempat asal kebudayaan tersebut. Malaysia menganggap Indonesia sebagai abang mereka. Bila ditinjau dari segi geografis dan demografinya, Malaysia juga serumpun dengan Indonesia, so kebudayaannya pun hampir sama dan mirip dengan Indonesia.
Tulisan ini bukan untuk membela Malaysia. Tapi mengajak buat berfikir lebih jernih dari masalah ini. Malaysia bekerja keras mempromosikan kebudayaan Indonesia, tapi bagaimana dengan Indonesia. Sebesar apa usaha Indonesia buat mempromosikan kebudayaannya sendiri. Kita ribut marah marah ketika tetangga mempromosikan kita, tapi kita sendiri kurang berusaha maksimal buat ngangkat pariwisata kita sendiri. Pantaskah kita marah-marah ketika kebudayaan kita dipelajari dan dipamerkan bangsa lain sedangkan kita sendiri tidak mau menjaga dan melestarikan budaya itu sendiri. Lihatlah kasus pencurian arca, lihatlah nasib sanggar-sanggar tari di Indonesia, cobalah tanya ke anak muda sekarang lebih suka dugem apa nonton pertunjukkan tari.
Tapi perlu digarisbawahi, Malaysia boleh mempromosikan kebudayaan yang berasal dari Indonesia, asal jangan mengklaimnya jadi budaya Malaysia. Mereka boleh belajar budaya Indonesia, tapi gak boleh mengaku ngaku berasal dari Malaysia. Ketika hal itu terjadi, kita (Indonesia) harus bertindak cepat dan tegas. Indonesia sekarang jadi rajin mendaftarkan kebudayaan-kebudayaannya.
Bahkan kita (Indonesia) sebenernya menjadi negara pencuri lho. Coba tengok ke Jl. Mataram, Jogja. Disitu, kita banyak nemuin VCD dan DVD bajakan film-film Hollywood. Berarti kita udah mencuri hak karya mereka bukan. Bahkan, hasil karya anak negeri pun banyak yang dicuri (baca: dibajak) dengan banyak beredarnya VCD bajakan dari album-album penyanyi dan group band Indonesia.
So, jangan teriak maling, sebelum diri kita bertobat jadi maling. Instropeksi aja dulu, sudahkah kita mencintai dan bangga kepada kebudayaan Indonesia?
buat saudara saudara ku yang diindonesia maupun dimalaysia, lebih baik kita hentikan saja cacian ini,berpikirlah secara dewasa jangan macam anak kecil, ingat kita semua saudara.