Melihat beberapa kasus belakangan ini dan beberapa postingan dari rekans blogger lain *gak perlu di sebutkan* aku tertarik untuk menuliskan pendapatku sendiri dari sisi lain. Beberapa rekan mengutuk habis habisan malaysia, ada yg menyebutnya Malingsia, Malesa, Malasial dll bahkan ada yg memplesetkan “Visit Malaysia” menjadi Visit Malingsia – Trully Maling Asia.
Postingan disini semata hanya melihat dari salah satu sisi.. bukan membela salah satu negara. bangsa atau kaum saja. Dan postingan disini lebih ke arah Instropeksi diri. Pertama mari kita lihat kembali beberapa hal yg dianggap merugikan bangsa ini. Saya tidak akan berhitung dengan statistik dan prosentase, karena saya tidak punya data yang akurat, saya hanya mau membahas dari sisi hati dan logika saja.
1. Hilangnya pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia yg direbut oleh Malaysia lewat peradilan Internasional
2. Penyebutan warga negara Indonesia dengan kata “Indon” yg dianggap merendahkan bangsa ini.
3. Banyak TKI dianiaya dan dibunuh
4. Pengakuan beberapa Hasil Kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, seperti Batik, Lagu Rasa Sayange, Bahkan Angklung, Kuda Kepang, Ronggeng, dan Barongan atau Reog juga dianggap kebudayaan mereka.
5. Perlakuan kejam terhadap warga negara Indonesia oleh RELA (Relawan Rakyat)
6. ketegangan di wilayah Ambalat antara RI dan Malaysia. dll
Well.. saya tidak akan mengomentari itu semua, mari kita mulai melihat dari dalam negeri sendiri.
Indonesia..
Menurut saya pribadi semua masalah itu semua sangat mungkin terjadi dan bahkan mungkin nanti kesenian tradisional ataupun Budaya budaya Indonesia semua bisa “di angkut” kesana. Saya pikir pemerintah Indonesia memang kurang Tanggap terhadap semua hal dan peristiwa yang sudah terjadi, Kita memang kurang menghargai product dalam negeri, kurang menghargai sumber daya sendiri, dan lebih tepat dikatakan kita kurang menghargai diri sendiri.
Contoh yg kongkrit adalah beras. Dulu negara tetangga berguru ke Indonesia cara menanam beras dan membuat beras berkualitas, sekarang apa yg terjadi? Indonesia Import beras dari mereka, sudah begitu dikorupsi lagi. PARAH gak? misal negara kita adalah penemu beras dan satu satunya tempat awal tumbuhnya padi, lalu jika negara lain mematenkan bahwa beras adalah hasil mereka, lalu mau apa kita? kalo kita menyangkal juga malu, bagaimana tidak, kita aja import kok mengaku penemu dan asal muasal beras / padi. Aneh kan jadinya. Begitu juga dengan kesenian tradisional, di negara sendiri orang sudah tidak ada yg peduli, sudah tiadak ada yg memainkan dan melestarikan, lalu kemudian negara tetangga nguri uri kebudayaan tersebut pada akhirnya bilang bahwa itu adalah budaya mereka, lantas bagaimana kita bisa membuktikannya? kalo kita saja sudah tidak melakukan itu semua.
Coba Kita Indonesia berfikir secara realistis, berapa banyak TKI yang bekerja keluar negeri, ke Arab, Qatar, Dubai, Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Brunai dll, Dengan berbekal kasih sayang mereka merantau di negeri orang untuk mengasuh anak orang, dengan berbekal Tenaga dan badan yg kekar mereka merantau untuk menjadi kuli di negeri orang. kenapa mereka merantau? ya karena di negeri sendiri tidak ada lapangan pekerjaan untuk mereka, kalopun ada hasilnya tidak cukup untuk makan.
Bayangkan Berapa banyak Tukang Insinyur yg akhirnya lebih dihargai oleh mereka pihak asing karena kepintaran dan kemampuan mereka, ya karena mereka merasa tidak dihargai di negeri sendiri, tidak bisa hidup dengan gaji yg diberikan pemerintah akhirnya mencoba mengadu nasib di luar negeri, ingat kasus IPTN yg gak jelas sampai sekarang, yg para tukang Insiyurnya akhirnya lebih memilih bekerja diluar negeri. Berapa banyak Pilot Indonesia yg bekerja di luar negeri? antara lain adalah Pilot Pribadi Presiden Khadafi dan Pilot dari Indonesia yg bekerja di Maskapai One-Two-Go dari Thailand yg beberapa waktu lalu tewas kecelakaan di Phuket. dan itu baru beberapa yang diketahui.
Coba Pemerintah kita ini lebih memberdayakan masyarakat sendiri, lebih menghargai para Insinyur lebih menghargai para tenaga kerja dengan memberikan UMR yg tinggi, ya atau paling tidak dengan membuka lapangan kerja di daerah daerah, sehingga mereka akan lebih membangun daerah, bukan membangun negara lain dengan cucuran keringat dan darah.
Mungkin Pemerintah kita terlalu sibuk dengan masalah KKN… terlalu sibuk dengan urusan Politik dan urusan perut sendiri sampai sampai lupa untuk membangun negeri dan mensejahterakan rakyat.. mereka lupa janji janji mereka saat kampanye.. mereka terlalu sibuk untuk mengumpulkan uang sebagai ganti apa yang telah mereka keluarkan saat berkampanye. Mereka juga masih sibuk mengamplopi dan memberi upeti kepada atasan atau pejabat tinggi berharap posisi mereka akan naik, berharap jabatan mereka akan langgeng. Dirjen Pendidikan dan kebudayaan juga kurang tanggap, mereka lebih banyak memikirkan apa yg akan dilakukan besok, tanpa mau menoleh kebelakang apa yg seharusnya mereka kerjakan untuk melestarikan kebudayaan negeri ini.
Banyaknya kasus TKI mati di luar negeri, banyaknya kasus Pemerkosaan dan pelecehan TKI, kenapa Indonesia diam saja? Ya kesannya Pemerintah mengabaikan dan kurang peduli dengan mereka, sepertinya Pemerintah lebih senang menerima devisa dari mereka daripada cepek mengurus seorang dua orang yg mati… mungkin pemerintah akan bilang “toh sudah mati ya mau gimana mana gak bakal hidup lagi”
Kembali ke diri sendiri.. sebaiknya kita memang lebih Instropeksi diri, tidak usah terlalu menyalahkan orang lain, kita cari solusi terbaik kenapa masalah itu bisa terjadi, kita cari cara menanggulanginya dan pemecahannya, bukan dengan kekerasan, bukan dengan menghujat dan menjelekkan tetapi dengan berfikir semula, tarik benang kebelakang.
Malaysia..
Memang banyak pemberitaan yg mengatakan bahwa Malaysia ini kurang menghargai tenaga kerja asing, coba kalo mau sedikit instropeksi, siapa yg membangun Malaysia, siapa yg menyanyangi, mengawasi, anak anak bangsa Malaysia, siapa yang membuatkan makanan pagi untuk mereka. Apa jadinya tanpa mereka semua.
Banyak gedung gedung dibangun oleh kuli kuli dari Indonesia, banyak PRT dari Indonesia disana, banyak pengasuh anak dari Indonesia, apa jadinya jika mereka tidak ada, Misalkan Warga malaysia Harus mengurus rumah tangga di pagi hari, memasak mengurus anak dll.. mereka akan banyak kehabisan waktu, yang seharusnya mereka produktif dalam bekerja jadi tidak produktif, dan lebih banyak mengurus hal hal yg sebenernya bisa di lakukan oleh orang lain (PRT)
Apa jadinya jika Malaysia tidak ada kuli bangunan? siapa yg akan merealisasikan konsep arsitektur mereka yg canggih, tidak mungkin para arsitek dan insinyur akan turun langsung mengaduk semen dan menyusun batako.
Ya kenapa tidak Instropeksi diri, bahwa Malaysia juga membutuhkan PRT dan Kuli dari Indonesia, meskipun dimata mereka itu rendah tetapi mau tidak mau mereka juga membutuhkannya. Tanpa mereka Malaysia tidak akan secanggih sekarang.
Cobalah Malaysia lebih mengajarkan sejarah pada rakyatnya, dimana banyak sekali warga malaysia yang sebenernya adalah keturunan dari Indonesia, Pada jaman dahulu banyak warga negara Indonesia khususnya yg berada dekat dengan malaysia, seperti Sumatra dan Kalimantan, mereka banyak yg mengungsi ke Malaysia saat jaman penjajahan Blanda. dengan kata lain memang Indonesia dan Malaysia adalah serumpun sedarah, jadi tidak perlu bertikai.
Terlebih Indonesia dan Malaysia adalah negara dengan Mayoritas penduruknya adalah Islam, kita semua tahu bahwa sesama Muslim adalah saudara, jadi buat apa bertikai dan saling mengejek?
Ingat pula Firman Allah dalam Surat Al Hujarat ayat 11

yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
lalu kenapa kita harus saling mengejek dan mencela? Bukankah hal itu sudah jelas jelas dilarang dan sudah diperingatkan oleh-Nya? Apakah yang seperti itu sudah kalian lupakan dan tidak lagi tampak di mata kalian?
kembali ke diri sendiri.. sebaiknya masing masing memang harus saling instropeksi, kalo merasa saudara serumpun maka sudah tentu tidak akan saling menyakiti, pasti tidak ada kata kata ejekan cacian dan makian, apalagi sampai bertikai, Sungguh memalukan bukan?
Indonesia sebagai saudara tua seharusnya bisa mengayomi saudara mudanya yaitu Malaysia, meski saudara muda sukses janganlah ada iri dan dengki, dan Malaysia sebagai saudara muda hendaklah tidak ngelunjak atau sombong atas kesuksesannya daripada saudara tuanya.
Bukankah seharusnya yg kita perangi adalah mereka yg akan merusak kita? bukan saudara yang membantu kita? maka dari itu, tolong kembalilah berfikir dan instropeksi diri, mari kita mulai dari diri sendiri. Semoga padangan saya yang sangat sederhana dan sangat sedikit ini bisa menjadi obat rindu kita akan kedamaian dan akan rasa persaudaraan. Aminn.
kerennnnnnnnn aku sampe nangis bacae tho huhuhu :p
setuju om, seharusnya kita damai ama sesama muslim, bukan perank kayak anjing ma kucing
bos, tuh site ku 😉
ketika kita bicara ttg mayoritas memang betul kita adalah mayoritas muslim. Tapi coba tengok kedalam hati mereka apakah ada Allah dan Muhammad disana?
Sabda Rasulullah :
“… dan sesungguhnya Tuhan-ku yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi berfirman : ‘Hai Muhammad, sesungguhnya apabila aku telah memutuskan suatu keputusan, maka takkan bisa ditolak. Sesungguhnya aku telah mengabulkan permohonanmu bagi umatmu, yakni mereka takkan dibinasakan dengan paceklik yang merata dan takkan dikuasai musuh melainkan diri mereka sendiri …‘
…adapun yang aku khawatirkan dari umatku, tak lain adalah para pemimpin yang menyesatkan…
”
(HR. Muslim, 52-Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah, 5, Bab Halaku Hadzihil Ummati Ba’dhihim bi Ba’dh, Hadist no 2889)
@kadal : iso nangis pow?
@ilham saibi : akurr…
@Yudi : wrong way
@[K] : betul.. tapi setidak tidaknya kita bisa lebih mawas diri dan tidak ikut ikutan tersesat atau bahkan menyesatkan. jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk memperbaiki keadaan. Serta selalu menempatkan Allah dan Muhammad di hati, pikiran dan langkah kita. Amin
wahh ini gue setuju nihhh… tulisan yg bagus, ray.
jadi orang emang seharusnya ga boleh menganggap dirinya lebih baik drpd orang lain. udahlah. stop ribut2 ini. jangan saling mengutuk, juga jangan mengutuk bangsa sendiri. waktunya introspeksi.
(ngomong emang gampang ya? hehe)
gue link di blog gue yaa… thanks in advance 🙂
ayo bikin ‘gerakan introspeksi diri’
hehehe…tulisannya bagus banget, aku jadi melek neh…waktu tau berita² kek gitu, awalnya marah, sedih dan juga kecewa, tapi setelah nyoba liat ke belakang… memang banyak hal yang harus kita perbaiki ya..
ya mesti nya kita instrospeksi diri, khususnya pemerintah, karena semua yang telah terjadi karena kurang tanggap dan kurang tegasnya pemerintah
ya semua2nya balik ke diri sendiri.. kalo kita menuding seseorang orang sebenarnya hanya satu jari yang menuding ke orang lain.. 4 jari lainnya menuding ke diri sendiri..
gitu kan?
Wow.. pernyataan vi3 benar2 mantab.
benar sekali logikanya, seperti yang di ajarkan guru saya.
Salam kenal ya.
apa kabar pak?
lama gak nongol 🙂
thanx 4 one word ya 🙂
gitu donk, jangan belum apa-apa teriak tarik diplomat kita di Malaysia.
mari kita mulai dari diri sendiri…yuuk!
Adem banget theme dan kontenya…
Salam kenal mas
Mas, bagus blognya mas. Aku juga prihatin nih mah masyarakat muslim di indonesia. Kenapa muslim diindonesia di pandang sebelah mata ya. Hanya karena ulah teroris yang berkedok islam.
speechless dah… 🙂
perasaan warga melayu pribumi nggak sampe 60 % CMIIW
sedih, hiks-hiks-hiks…
jadi terharu…
berkaca pada diri sendiri itu penting!!
Keren tulisannya.. ditengah konflik yang ramai ada juga tulisan yang damai… salam deh
Sebenarnya bangsa kita sendiri gak bisa menjaga hasil karyanya dan kekayaannya.
Misalkan batik,. 2 tahun yang lalu dosen ku membawa beberapa bule untuk belanja batik di pekalongan, sama penjualnya di kasi harga yang tinggi banget,..
Tapi giliran orang indonesia/malaysia yang membeli di kasi harga yang murah,..
Akhirnya banyak orang malaysia memborong batik di pekalongan laul menempel merek dagang mereka masing2 dan menjualnya di negara mereka,. Alhasil orang2 bule lebih senang belanja batik di malaysia karena mereka merasa emang lebih murah,..
Begitulah indonesia.
Ayo kita benahi bersama…
Kadang sebel juga dengerin berita pelecehan thd bangsa kita. padahal klo kita mo jahat ma mereka gampang banget,.. kita bakar aja semua hutan di kalimantan utara dan sumatera bagian utara. pasti megap2 mereka di sana,.:P
waaa asik banget tulisannya
hebat…
good post.
saya mbaca sambil senyuuuuummmmmmm
Sama samalah kita bermaafan ye..
Hambaallah Malaysia.
well, nice.. and good point from you
but still, malaysia truuuuly asia itu membuat saya berpikir apakah orang2 asia itu semuanya malingsia? 🙂
sebenarnya bagi org2 malaysia yg suka menyebut Indon.. maaf…. Indon itu dimaksudkan untuk rakyat Indonesia berketurunan Jawa sahaja… bukan untuk bangsa-bangsa lain……
@Haji losong : dengan segala hormat untuk haji losong, saya keturunan jawa walau gak tulen dan saya sangat tersinggung dengan kata2 anda diatas… kenapa harus dilanjutkan seh??? gak bisa kah di stop aja. Kalau emank niat minta maaf ya mbo ga usah pake embel-embel dibelakangnya…
saya minta maaf apabila ada kata2 saya tsb yg kurang enak dihati bapak haji losong yg terhormat.
bagi saya pula indonesia dan malaysia tidak jauh bezanya sama2 maju dan sama2 hebat serumpun lagi.
terrrr harrrruuu deh aku
tulisannya baguuuuuss
hai…hai…saya dari malaysia
Iya sebagai serumpun kita hadapi musuh bersama….kemiskinan dan kebodohan…dan bersatu mengusir israel dari palestina….
hahaha…MALAYSIA tidak pernah mencuri batik…batik MALAYSIA BUKAN BERASAL DARI INDON…itu fakta yang takut diakui oleh semua INDON..
oh ya…??….bukankah INDON SUKA SEKALI MEMPERCAYAI PRES INDON…asal saja itu menunjukan INDON HEBAT hahaha….TIPU PUN TIDAK APA…
hahaha…sejak kapan malaysia punya batik
buktinya mana?
sejak kapan ?
hayo kasih bukti….aku yakin 100% Indonesia jauh lebih dulu yg punya batik
malaysia bisa bikin batik , karena cuman ikut2an
hayoo..mo ngakuin budaya Indonesia yg mana lagi…dasar malaysia tukang plagiat…sok suci lo
Artikelnya bagus. Setuju dengan kedua pandangan yg anda berika terhadap masing2 negara. Indonesia memang kurang bisa memproteksi apa yg berharga di matanya. Hanya bisa mengeluh pada saat kebanggan kita diambil oleh pihak lain, bukannya melakukan tindakan berarti untuk melindungi hal yg berharga itu.
Buat malaysia,,terlalu naif dan aroga. Coba telusuri dari sejarah kemajuan malaysia, sebenarnya bukan dari bangsa melayunya. Tapi lebih terima kasih kepada bangsa keturunan china dan india yg telah memajukan mereka. Tapi sekarang kok arogan ya ?
Cuba kamu semua fikir secara mendalam kenapa ramai warga kerja TKI di Malaysia sehinggakan 2.4 juta orang?
Kenapa tidak ada 2.4 juta warga TKI di Thailand, singapura, Philipina, Kemboja atau Vietnam atau malahan di Australia?
Jawapan aku, kami rakyat Malaysia adalah serumpun dan seagama dengan rakyat Indonesia. Kita digelar Nusantara kalian baca sejarah nusantara sebelum dijajah kalian baca, apakah itu Patani, Acheh, Riau, Sumatera dan sebagai. The fact is kita adalah serumpun.
Sebab itu kami orang melayu yang MEMEGANG KERAJAAN sekarang memberi kelonggaran kepada orang indonesia untuk bekerja di Malaysia.
Memang diakui ramai orang cina dan india yang memegang ekonomi di Malaysia. Negara-negara yang menguasai ekonomi sekarang seperti Singapura, Taiwan dan China mempunyai banyak peluang pekerjaan di sana, tetapi kerajaannya jugak dikuasai oleh orang cina. Persoalan saya adakah TKI bebas untuk bekerja di negara tersebut?
Jawapannya sudah tentu tidak.
Memang kami memerlukan dan mengalukan pekerja-pekerja dari indonesia untuk mengisi jawatan-jawatan kosong di Malaysia. Niat kami adalah untuk menolong sesama bangsa dan agama demi mencari sesuap nasi. Ini sajalah yang kami termampu lakukan untuk negara yang hanya 28 juta penduduk.
Jika orang Malaysia tidak suka dengan TKI dari indonesia, kami boleh dapatkan dari Vietnam, Bangladesh atau dari Pilipina yang mana mereka jauh lebih rajin dan lebih berdisiplin. Tetapi fikirkan kenapa kami tetap memberi keutamaan daripada warga kerja indonesia atau TKI?
Bapak-bapak kalian. Malaysia mempunyai undang-undang. Kami sebuah negara yang berdaulat. Orang asing yang masuk secara haram atau illegal ke Malaysia adalah bersalah. Saya ulangi masuk ke negara asing secara haram adalah salah. Sama jugak orang asing masuk secara haram di Indonesia adalah salah, jika ditangkap akan dikenakan hukuman.
Masalah sekarang ramai warga TKI yang masuk ke Malaysia secara haram melalui jalan-jalan laut. Perkara ini bukan sekali malahan berlarutan.
Banyak lagi masalah-masalah lain seperti maksiat, bersekedudukan, pergaduhan antara puak, rompakan, penipuan malahan pembunuhan. Bukan sahaja TKI yang menjadi mangsa tetapi orang Malaysia jugak ramai yang menjadi mangsa pembunuhan, rompakan dan perkosaan oleh tindakan TKI.
Untuk membendung perkara ini daripada berlaku kerajaan kami perlu melakukan sesuatu untuk menjaga keamanan supaya kegiatan ekonomi berjalan dengan lancar. Jadi tindakannya kami terpaksan menangkap, menembak kepada sesiapa yang melanggar undang. Bukan warga indonesia sahaja, malahan warga malaysia sendiri tidak terlepas dari hukuman. Adakah tindakan untuk menjaga keamanan kami dituduh sebagai egois, bongkak atau sombong?
Saya ulangi adakah tindakan kami untuk menjaga keamanan dianggap sebagai egois, bongkak dan sombong?
Satu lagi kes yang menggangu hubungan sekarang adalah kes di Ambalat. Kenapa mesti emosional sehingga menggelarkan kami Pencuri dan sebagainya? Malahan bendera kami dibakar. Sedangkan sentimen ini tidak berlaku di Malaysia.
Kami di Malaysia akan mengatakan bahawa Ambalat itu adalah milik kami jugak bapak-bapak kalian. Jadi untuk menentukannya biarlah Mahkamah yang menentukan. Terima saja keputusan dengan cara terbuka.
Bagi kami jika Ambalat itu mahkamah memutuskan milik Indonesia kami gembira malahan bersyukur sebab dipegang oleh satu rumpun dan satu agama dengan kami. Kami pun mengharapkan perkara yang sama dari bapak-bapak kalian jika keputusan mahkamah tersebut memihak kepada Malaysia. Tetapi kami amat tidak setuju walau seinci tanah indonesia atau Malaysia ini dimiliki oleh Singapura, Philipina, Vietnam atau Thailand atau negara-negara bukan islam.
Kita masih banyak perkara lain yang perlu difikirkan, Fikirkan bagaimana untuk membebaskan warga islam Patani di Selatan Thailand yang mana kehidupan harian mereka seperti telur di hujung tanduk. Fikirkan bagaimana pejuang-pejuang islam moro yang mana setiap hari di bom oleh tentera philipina. Fikirkan kenapa Singapura menambak tanah-tanah mereka dan mengambil warga dari cina untuk menjadi warga negara mereka dan sikap singapore yang sentiasa bermusuhan dengan kita dan mereka jugak memperkuatkan kekuaran Military mereka dengan niat untuk menyerang.
Akhir sekali fikir-fikirkan lah bapak-bapak semua. Aku mengharapkan suatu hari nanti ada dikalangan warga indonesia yang dapat berkongsi peluang untuk membuka satu ruang perniagaan, yang mana akhirnya kita dapat memberi peluang pekerja kepada warga sebangsa dan seagama dengan kita.
Maaf jika tulisan ini menyinggung kalian semua.
Azam : Amin, anda cerdas 🙂
Dia orang tu bukan paham bahasa.Datang secara haram,tak ikut saluran bermakna tak bayar cukai,tak bayar cukai tu mencurilah namanya.Dah la datang secara haram bawa rokok pun secara haram,bawa balek harta dari M’sia pun cara haram,itu pun tak bersyukur lagi.Sikit2 nak ganyang,itu tak arogan ke namanya,Itu idea Bung Karno yg dah lama jadi tanah,tak payah la guna lagi,dah basi.Hakikatnya sekarang,M’sia tak kena ganyang,Indon gak yg kena ganyang,kena bom sana sini tu kena ganyang la tu,Kena musibah Sunami tu kena ganyang dengan Tuhan la,tu pon tak sedar lagi.Batik tu sekarang macam-macam ada,Thailand,Cina,Malaysia semua ada buat batik.Batik yg dibuat,dipatenkan diM’sia tu Batik M’sia la namanya badigol.Corak,paten,jenis semuanya tak sama.Batik Indon tu sesuai buat tutup keranda aje di M’sia ni.Abis tempe tu tak kata kena curi ke,Cina pun sekarang ada buat tempe tau,bukak la minda tu,jangan duduk bawah tempurung je…
Ismith Ulam Petai : anda ini paham tidak dengan yang saya tulis diatas? saya sudah berusaha menulis sesuatu yg bisa mendamaikan kedua belah pihak, membuat suasana makin nyaman, anda malah berkomentar seperti itu.
Lagian siapa otak dibalik pengeboman itu? nordin M top warga negara malaysia yang anda banggakan.
Ray,sy paham niat baik anda mau mengamankan kedua belah pihak.Namun rasanya kita enggak perlu jadi hipokrit,nutupin perkara realiti atau menyanggah yg enggak sehaluan dengan selera kita atau bicara yg elok2 saja sedangkan hakikatnya masih ada yg tidak beres.Anda seharusnya lebih adil dalam perbicaraan,liat aja bicara lia 14May,anda tidak pula menyanggah pendapatnya hanya,mungkin karna dia orang Indo’sia.Sebenarnya sy cuba memancing pendapat pengkomentar terutama WNI,samada mereka benar2 inklas dalam perbicaraan sebegini.Feed back mereka dapat kita jadikan panduan dalam menilai sejauh mana kesedaran mereka terutama terhadap pokok perbincangan.Ini kerana menurut sy,WNI terlalu mudah dieksploitasikan olih perkara2 sebegini atas alasan semangat nasionalis yg tinggi sedangkan hakikatnya ini semua adalah lantaran pemikiran yg senteng.Jika tidak masakan begitu banyak blog2 Indo’sia yg memulakan ini semua seperti ganyang malaysia,malingsia,malon,malingsial dan entah apa2 lagi termasuk enam perkara pokok yg anda gariskan seperti diatas.Sebenarnya bukan mudah mau menyingkirkan perasaan buruk sangka serta meresakan diri telah hebat tersebut apa lagi apabila ia udah menular menjadi darah-daging mereka,karna itulah bicara mereka pun jadi tidak rasional,sikit2 mau ganyang,sikit2 mau perang sedangkan hakikatnya banyak lagi perkara penting harus dipikirin buat memajukan diri.Begitu juga tentang Nordin MT,tidak ada manusia didunia yg berfikiran positif yg akan membanggakan perbuatan ganas tanpa perikemanusiaan itu biar pun apa warga-negaranya.Rasanya tidak ada orang M’sia yg sehaluan dengan perilaku Nordin MT itu dan diharap Ray juga dapat membuangkan prasangka sama seperti WNI yg berpikiran jumud seperti yg sy sebutkan tadi.Seharusnya yg perlu dipikirin adalah bagaimana caranya mau mengelak perkara sedemikian dari berlaku lagi dikemudian hari,bukan menuding jari terhadap sipelakunya,apalagi negara M’sia yg pasti tidak ada kena mengena dengan itu semua.Pada pandangan sy,dari segi pertahanan negara,Indo’sia kelihatan agak jauh ketinggalan seperti dalam kealpaan.Kegiatan intelijen yg selalu berdasarkan pada kepentingan nasional sebuah Negara kelihatan agak dipinggirkan.Dalam pertahanan Negara,kegiatan intelijen yg bertujuan mengetahui keadaan pihak musuh (espionage) dan kegiatan intelijen untuk mencegah lawan mengetahui keadaan Negara (counterintelligence) seharusnya dititik-beratkan bagi mencegah kejadian keganasan (pengeboman) yg berlanjutan diIndo’sia seperti sekarang,yg bisa melemahkan Negara disisi antarabangsa.
Salah satu unsur keburukan organisasi intelijen di Indonesia adalah kerana perubahan fungsi intelijen yg ideal,ia kelihatanya cuma digunakan sebagai alat politik pemerintah sehingga keamanan Negara terabai.Akibatnya operasi intelijen Indo’sia masih dipengaruhi oleh kepentingan politik yg tidak menjamin terciptanya obyektifitas analisis,profesionalisme kerja serta akurasi dan kecepatan reaksi eksekutif Negara.Pada pandangan saya yg dangkal ini,maka perkara sebiginilah yg menjadikan bakal maju atau mundurnya Indo’sia,bukan sekadar laungan reformis atau perlakuan radikal seperti pembakaran bendera dsb.Sy harap dimasa yg mendatang WNI,bisa memberi pandangan yg benar2 ikhlas agar agenda merapatkan kedua negara jadi lebih berkesan,bukan sekadar omong2 kosong untuk menyedapkan hati saja.Wallah hu’alam.
Ismith Ulam Petai : tulisan kedua anda memang ada benarnya, dan saya banyak setuju dengan pendapat anda kali ini. (beberapa tidak, tapi tak perlu kita bahas)
memang saya juga mengakui, masih banyak sekali warga negara Indonesia yang bodoh, yg mudah terhasut, bahkan oleh saudaranya sendiri. Saya tidak menutupi akan hal itu. Tapi postingan diatas tulus dan ikhlas niat saya untuk membuat suasana menjadi damai, bukan untuk menutupi keburukan Indonesia atau Malaysia.
Seperti halnya dengan pendapat anda yg membangun, yang bagus, tentunya banyak juga warga Malaysia yg bodoh dan mudah terhasut, atau bahkan menghasut juga. Tentunya anda juga gerah dengan hal seperti itu, anda juga tidak suka dengan keadaan yang seperti itu. Memang kita tak bisa berbuat banyak, kecuali memulai dari diri sendiri dan lingkungan kita, kalo memang kita mampu menyuarakan lewat blog, alangkah lebih baik lagi.
Lihatlah diluar sana, banyak postingan blog baik yg dari blogger malaysia maupun indonesia yg isinya hasutan cacian dan makian. Saya yakin jika anda membacanya pasti anda juga tidak akan suka, dan pasti ingin menengahinya.
Saya tidak memuji anda, tetapi sifat seperti itulah yang seharusnya kita (Indonesia dan Malaysia) miliki.
Wassalam
Ray,terima kasih karna menimbang dan memahami dengan rasional..Pada pendapat sy kadang-kala kita harus juga provokasi tetapi secara professional dan positif dalam penulisan agar bisa keluar idea2 yg bernas dari bloggers2 & hackers2 yg hebat2 diluar sana sekali-gus dapat merancakkan lagi komentar,asal saja tidak menulis membabi-buta & menyakati pihak lain.Hakikatnya adalah satu penghormatan apabila orang sudi memberi respon terhadap blog kita,diantara berjuta blog yg ada.Sy tertarik akan tajuk blog anda dan seharusnya anda membiarkan pembaca respon dari berbagai sudut dengan harapan bisa terhasil idea2 yg positif karna blog dibaca diseluruh dunia,daripada blog dibiarin mati begitu saja.Terkini berbagai tanggapan timbul terhadap pengeboman dimega kuningan & yg pasti dunia ingin mendengar pendapat WNI sendiri terhadap trajedi itu.Diantara motif yg popular termasuk angkara pemilu (hasil pilpres) yg dilakukan golongan yg menentang SBY,ada juga yg mengatakan ia tindak balas Jemaah Islamiah (JI) dengan tragedy Black Friday, ada yg mengatakan ia angkara Front Pembela Kristen Indo’sia dan tidak kurang pula yg mengatakan ia angkara Amerika lantaran terdapat dolar Amerika dihotel berkenaan dan barbagai2 andaian lagi.Namun yg lucunya ada yg menuding ia angkara M’sia yg didalangi Nordin MT,lantaran cemburunya M’sia terhadap kemajuan Indo’sia.Alangkah naifnya golongan ini yg terlalu mudah dipropagandakan termasuk ia dikatakan ada kaitan dengan perebutan Ambalat.Sebenarnya golongan pengadu-domba ini adalah lebih bahaya dari pengebom itu sendiri karna,pengebom hanya memusnahkan dua buah hotel,sedangkan pemfitnah ini bisa merusak kedamaian kedua Negara.Upaya memancing kerusuhan berbentuk provokasi kedua negara memang terasa cukup kuat,termasuk sebelum peristiwa peledakan,sudah ada pra kondisi yang mengarah pada kebencian antara Indo’sia dengan M’sia seperti pembakaran bendera serta demonstrasi dikedutaan Malaysia diJakarta,pembesaran (gembar-gembur) kasus manohara dan juga termasuk konon nya berlaku banyak penyeksaan TKI diMalaysia sehingga mendatangkan kematian.Pada penglihatan sy strategi provokasi ini telah dilakukan secara sistematik dan berterusan agar keadaan kedua Negara sentiasa tegang.DiM’sia memang kami ada mendengar satu dua kes sedemikian (itu pun yg dilakukan majikan Cina M’sia) tetapi tidak ada lagi didengar sehingga mendatangkan kematian apalagi olih majikan Melayu yg beragama Islam.Sedangkan banyak lagi hal2 sedemikian yg melibatkan TKI berlaku hampir diseluruh dunia dimana ada TKI berkerja.Sebagai contoh beberapa tahun lalu,terdapat kasus seorang pembantu rumah TKI,Antin Suprihantin didera hingga mati olih majikanya diRiyadh,Arab Saudi.Pihak keluarga TKI tersebut Asep Saripudin juga mengakui,menurut Polisi Arab Saudi bahawa Antin juga dirogol dan diseterika.Jadi kesimpulanya ia bisa terjadi dimana2 saja,selagi dinamakan manusia,bisa terjadi salah dan silapanya.Yg hairannya,tidak pula dilihat WNI melakukan demonstrasi atau membakar bendera Arab Saudi,jadi bukankah provokasi terhadap M’sia secara berterusan ini dilakukan secara terancang?Berbalek pada pengeboman diJakarta itu,sepatutnya pihak pemerintah Indo’sia lebih fokus pada cara pencegahan dan mengatasi permasalahan,daripada teraba2 menuding jadi kesana-sini.Sy tertarik pada satu cadangan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Franky Mangantas yg mencadangkan untuk memperketat pembuatan kartu identitas,yakni dgn sistem KTP elektronik.Bilangnya lagi,nantinya kartu tanda penduduk (KTP) untuk warga Jakarta akan berbentuk seperti kartu automated teller machine (ATM).Di kartu pengenal identitas tersebut akan dilekatkan sistem pengaman yakni berupa barcode dan hologram layaknya kartu elektris tersebut.Franky juga menjelaskan, pembuatan KTP elektronik ini dimungkinkan karena adanya Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP.Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk meminimalisir maraknya KTP ilegal yang beredar di masyarakat.Jika sesuai dengan rencana, maka KTP akan diintegrasikan dengan surat izin mengemudi (SIM) yang dikeluarkan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Polda Metro Jaya.Kebenaran pemilik identitas juga akan diketahui secara cepat karena data sudah terhubung secara elektronik sekali-gus dapat mengesan terrorist dengan segera.Jika ada tamu mencurigakan yang datang ke hotel maupun objek vital kan bisa diketahui kebenaran identitasnya dengan sistem komputerisasi.Franky juga menjelaskan,KTP elektronik sudah diterapkan di beberapa negara,misalnya di M’sia yg mendahului negara2 asean lain dalam perlaksanaanya.Franky tidak menjelaskan lebih lanjut kapan KTP elektronik ini akan diluncurkan.Pasalnya, peluncurannya harus menunggu dikeluarkannya Keputusan Menteri,namun usaha ini dilihat sesuatu yg positif.Nah,syabas,inilah langkah positif yg sy maksudkan,kita sebenarnya bisa berkongsi teknologi serta pengalaman dalam memajukan Negara kerana kita seharusnya menjadi jiran yg baik,kalau pun tidak mau mengaku serumpun.Realitinya amat mudah,ini terjadi justru kita tidak memahami arti serumpun yg sebenar2nya,atau saja kita sendiri yg sebenarnya dedalu didalam rumpun nan satu itu.Wallah hu’alam..
betil bangget mas,,,saya setuju dengan anda..kita memang jangan terbawa emosi dulu.coba kita ngaca dulu bagaimana perlaukuan kita terhadap budaya sendiri? saya ragu kita yang tiap hari teriak2 ganyang malaysia pernah memainkan ato paling tidak menyaksikan pertunjukan budaya.
budaya kita ibratnya barang yang sudah kita simpan digudang/ bentar lagi dibuang/ tidak dipedulikan. eeee giliran tetangga sebelah melihatnya masih punya potensi kita juga gak rela..
barulah kita kebakaran jkenggot klo dah begitu
aduhh mau nangis saya melihat bangsa kita kayak gini, bleum lagi kelakuan pemerintah yang bobrok memalukan….ga usah doisebut pada tau semua juga.
klo gini terus,,,ku mau jadi wn malaysia aja.
pisssssssssssssssssss
Assalamualaikum….apa khabar semua blogger
saya tertarik dgn perbincangan yg diudarakan…pokokny kita semua baik indonesian mahupun malaysia tak perlulah memanjangkan berita dan cerita sensasi tersebut, baik ambalat, sipadan,ligitan, penganiayaan TKI dan sbgnya. buang yang keroh ambil yg jernih.
Saya sebagai warga negara MALAYSIA kekadang rasa marah juga dgn warga Indonesia tp saya blh lupa atas dasar persaudaraan sesama islam dan serempun.
Kalau difikirkan bnyknya tingkah laku warga indonesai yg boleh kita persoalkan tp kebiasaanya warga malaysia tak mahu panjangkan kes2 tersebut sampai melayangkan nota bantahan, kutukan dan unjuk rasa.
Cuba sekelian warga Indonesia fikirkan sejenak… ada lebih dr 2 juta warga indonesia di malaysia, dan lbh dr 1 juta masuk secara illegal…
kalau warga malaysia berbuat demikian apa tindakan saudara di indonesia akan lakukan…
Cara mudah kita boleh simpulakn seperti ini…
bayangkan jika rumah saudara dimasuki oleh orang luar secara illegal..sudahlah masuk secara haram..berbuat pula kerosakan seperti..mencuri barang kita, merosakkan harta benda kita…membunuh ahli keluarga kita serta merogol mereka…apa saudara akan rasa…. semacam itulah perasaan kami pada warga2 negara indonesia di malaysia bila mrk membuat kerosakan.
kami juga berterima kasih diatas sumbangan dan bantuan mereka yg ikhlas dan jujur dlm mencari rezeki…biarlah kita terus aman2 dlm mencari rezeki krn kita saling perlu memerlukan antara satu sama lain.. jika berlaku sedikit masalah lupakan lah… bak kata orang bumi mn yg tak ditimpa hujan… begitu juga kita manusia ini.
ikhlas hati saya memang suka jika kerajaan malaysia ambil warga indonesia bekerja disini dr warga negara lain..krn kita sebangsa dan seagama yg paling penting.
sempena ramadhan yg mulia ni kita mulakan episod baru dgn berbaik-baik sangka sesama kita dan mengeratkan tali silaturrahim dan ukhwah sesama k kita.
amin.
Assalamualaikum..saya Shaza dari Malaysia berminat dengan artikel ini..dan ingin mendapatkan maklumat lanjut..bagaimana mungkin saya dapat berhubung dengan saudara?..email saya
shaz86my@yahoo.com
emang betul qta umat islam itu bersaudara,tapi klo saudara mkan saudara mau gmna lgi?qta rakyat indo sdah banyak yg terlanjur emosi,sdah sulit tuk diredam,,msalahya malay tu dah gak bsa dinasehati dgn omongan,,skrg saatnya rakyat indo bertindak dengan kekerasan
..Firsty..thanks to Ray for all your personal thought and advice…and it is sad to see what is happening between malaysia and indonesia now..both sides is cursing and blaming each others..worst still mentioning about killing and preparing for war..everyone seems to be so proud telling each others that they are the smartest,bravest,intelligent and so on….i mean…don’t we know that WE ARE people from the same kind??…warga serumpun??…killing people from malaysia or indonesia won’t solve anything and its like equivalent to killing your own families..western countries are laughing at us now if we don’t stop fighting each others…its true that i as a malaysian..sometimes feels that we are arogant,mistreating and disrespectful to others…and IT IS A SHAME!!…we should be more sensitive to others especially to our neighbours and change!!…and that doesn’t mean that our fellow indonesian are perfect too..what ray mentioned here and the verses from the holy quran is worth thinking….hope that each others wont preached hatred towards one another and may ALLAH almighty blessed us from above always….amin