Pertama tama saya pribadi sebagai pemerhati dan kuli di bidang web mengucapkan selamat atas diluncurkannya web my-indonesia.info pada Kamis (6/12/2007). Seperti di lansir oleh detik.com pembuatan situs ini telah menelan dana sebesar Rp 17,5 M. wow sungguh angka yg fantastis, apalagi bagi saya sebagai kuli kecil yang mengais recehan untuk hidup. Mungkin angka fantastis tersebut yg membuat saya tergelitik untuk sedikit berkomentar soal web tersebut.
Tentu saja sebagai seorang kuli web saya hanya akan berkomentar seputar web tersebut, ya mungkin sedikit menyentuh hal hal lainnya.
1. Domain
hello… Kenapa pakai info? tidak pakai web.id atau .go.id (karena milik pemerintah) atau lainnya yg berakhiran .id? bukankah kita juga harus bangga pada nama sendiri? bagaimana dengan gaung yg disuarakan oleh menkominfo soal pemakaian domain .id?
2. Desain
Ditinjau dari sisi desain, situs my-indonesia.info ini desainnya kurang menarik, sepertinya semuanya di jejalkan di halaman muka biar terkesan padat, komposisi warna juga aduhai berantakan sekali lihat menu utama di sebelah kiri, dari coklat, coklat muda, orange, coklat tua, ungu kemudian biru, apa ndak lebih baik pakai warna yg senada biar lebih kalem?
Sepertinya desainer juga tidak memperhitungkan hasil tampilan web ini di browser lain. berikut analisa di berbagai browser.
- Setelah saya coba dengan browser ie6 ternyata ada bagian yg “njepat” ya kolom kedua sebelak kanan yaitu kolom testimonial (sepertinya begitu, karena berisi testimonial dari mereka yg pernah ke indonesia, tapi kenapa tidak ada judulnya yah?) ternyata lebih panjang dari kedua kolom di sebelah kirinya, alhasil tampak tidak rata dan menimbulkan space putih yg agak lebar bagi kolom di bawahnya.
- Hal ini juga terjadi di browser ie7.
- Untuk tampilan di browser Firefox agak lumayan bagus, secara garis besar memang gak jauh beda dengan di browser ie, hanya saja seperti tadi, bagian testimonial jadi kepotong, karena di paksakan untuk pas sesuai dengan ketinggian kedua kolom lainnya (sebelah kirinya).
- Hal tersebut juga terjadi di Browser Opera dan Safari, dan sayangnya di Opera dan Safari menu bagian atas sendiri tidak sempurna, sehingga muncul bagian putih yg cukup menganggu, terlebih di Browser Opera, karena menu bagian atas tidak kelihatan jelas. (koreksi dong mas mas deainer)
Kalo mau di rubah sebenernya bagian testimonial bisa di sejajarkan dengan kolom bawahnya bagian kanan, mungkin akan kelihatan lebih bagus demikian, jadi kesannya tidak di paksakan.
Itu desain tengah rasanya nyempil kecil sekali, seperti sengaja di pepetkan, bukankah bisa di perlebar desainnya? atau bagian kiri dan kanan bisa disempitkan? kelihatan sekali bagian kanan terlalu luas untuk menampung kolom pooling dan news yg semestinya bisa di kecilkan untuk memperlebar kolom tengah.
Sebagai perbandingan silahklan lihat desain web pariwisata tetangga kita:
- Singapore dia memakai desain yg terkesan elegant juga content yg padat, meskipun tidak terkesan di padatkan.
- Thailand hmm perfect dah untuk desainnya, komposisi warna yang pas dan enak di lihat mata
- Malaysia dengan dua buah situsnya ini dan itu (entah mana yg resmi) keduanya cukup bagus, meski yg kedua lebih bagus dari yg pertama, komposisinya pas dan nyaman
- Vietnam ya masih bagus punya kita lah, maklum negara mereka masih banyak konflik.
- Brunai cukup bagus juga, meskipun splash page sudah tidak jamannya lagi, kecuali untuk pemilihan bahasa seperti Singapore bukan hanya untuk melihat intro saja. Web brunai terkesan kosong dengan menu yg di jejalkan semua di atas.
3. Text link
Aduh ini gak bisa buat variasi text link lainnya apa yah? kenapa text link nya terkesan statis? kebanyakan text link warna merah dengan garis bawah (underline) dan begitu mose di arahkan ke link tersebut, bentuk dan warna masih tetap seperti itu, mungkin alangkah lebih bagusnya jika dibikin sedikit berbeda baik dari sisi warna maupun garis bawahnya, begitu juga text link di menu footer, terkesan text mati, menu di sebelah kiri memakai text putih, warna senada dengan text biasa dan tanpa garis bawah.
Lalu kenapa link di sebelah kanan yg mengarah ke web Budpar.go.id di beri garis bawah, meskipun masih dengan warna yg senada (putih).?
Di bagian dalam web terkadang text link tidak di beri stytle, kesannya seperti text link default bawaan browser warna biru bergaris bawah.
4. Validasi
hmm tidak perlu di pertanyakan deh, setelah kucoba cek validasi htmlnya ternyata banyak sekali eror, tepatnya 181 eror sedang untuk CSS luamayan juga eror ini ada 9 error dan 1101 warning.
5. Meta Tag dan HTML Tag
Hey webmaster atau tukang SEO nya… bagun.. katanya mau optimasi untuk kata kunci “indonesia info” atau “indonesia tourism” tapi kok tag keyword dan deskripsinya di kosongkan? Anda juga melupakan pentingnya penggunaan Heading (H1, H2 dst) dan ini waduh kenapa anda juga lupa pentingnya penggunaan alt tag pada image?
6. Site Map
Haduh sitemapnya gak ngebantu sama sekali, kok cuman di tulis doank sih mas? di kasih link donk biar mudah kemana mana
7. File Size
Dilihat dalamannya agak besar juga situs ini, total keseluruhan sebesar 593Kb (untuk halaman muka).
- Untuk HTMLnya lumayan kecil hanya 21kb, meskipun bisa di kecilkan lagi untuk mengurangi beban Bandwidth.
- Untuk CSS aduh banyak banget sih file CSS nya, udah gitu kok ya masih include CSS di bagian Head? total keseluruhan dari 8 file CSS ini adalah 32Kb, terlalu besar untuk ukuran desain seperti itu.
- JavaScript lumayan, hanya 27Kb, sepertinya ada error pada javascript, kulihat di sebelah kiri bawah browserku muncul tanda “pentung” dalam kotak kuning.
- Image. Aduh besar sekali, halaman depan saja sudah memakan 511 Kb sendiri. WOIIIIIIII mas developer.. bisa bikin thumbnail ndak sih? kasihan itu orang utan di mampatkan dari ukuran besar jadi sekecil itu, juga gambar gambar lainnya, coba kalo anda bisa buat thumbnail secara otomatis, dijamin dah akan berkurang banyak itu ukuran web. Saat kurefresh kembali halaman depan, sepertinya monyetnya sudah pergi dan berganti dengan image dan berita lainnya, untuk mengecek image tersebut coba klik kanan pada image tersebut, pilih pad a menu properties (paling bawah sendiri) lalu kopi adress URl dari image tersebut, pastekan ke windows browser baru, dan lihat betapa kelihatan ukuran image sebenarnya.
- Flash. lumayan dah ndak ada, tapi sayang, harusnya dengan animasi flash akan membuat web ini lebih menarik. (perlu di pertimbangkan)
8. Content
Benarkan situs ini sudah layak di luncurkan? Silahkan cek sendiri keberadaan contennya.
Perjalanan saya awali dengan mencari tempat wisata di indonesia, dengan urutan dari propinsi NAD, dan betapa terkejutnya saya menemukan Candi Prambanan telah berpindah ke Aceh (pada edisi bhs Inggris) setelah saya coba berpindah ke Bhs Indonesia makin terkejut lagi, ternyata Candi Prambanan telah Hilang dari Aceh dan berganti menjadi Pemandian Air Panas Ciater yg diboyong ke Aceh
Perjalanan tidak ku lanjutkan di Sumatra, langsung menuju ke Jakarta, di Jakarta dalam edisi Bhs Inggris sudah lumayan, tapi masih saja tidak layak untuk dijual, karena masih sedikit sekali contentnya. Ketika ku ubah menjadi bhs Indonesia, aku bertambah heran, kok ada Informasi Waspada tindak kejahatan saat mudik dan tips agar tidak mengantuk saat mengemudi? gak salah nih? Ah sudahlah…. malas berkunjung ke kota lainnya.. takut hasilnya mengecewakan.
Mas mas developer, mbok ya di bikin scriptnya automatis tidak menampilkan judul jika tidak ada content to ya, mosok halaman ndak ada content kok isinya malah judul semua aneh banget kan, mosok yo turis arep kon marani judul??
Sepertinya content di dalam web ini di kelola secara “profesional” alias profit oriented uud mungkin tepatnya, dimana jika kita ingin menampilkan profile kita seperti Hotel, Golf, Rumah makan, SPA dll dsb etc kita harus bayar. Ah ini asumsi pribadi aja loh, soalnya sampai web di luncurkan kok ya ndak punya content to ya. Apa ya harus nunggu pemasang content bayar dulu baru di isi contentnya.
Pemerintah / Depbudpar bisa saja meminta langsung kepada Dinas Pariwisata daerah untuk mengirimkan data data pariwisata dll secara lengkap, saya pikir mudah sekali kok, dan untuk memasukkannya tinggal ambil sebagian kecil dari 17,5M tadi, ambil kira kira 3-4jt / orang untuk bayar mereka yg mau input data. Wah dijamin bakalan laris manis bak jualan kacang goreng orang ngantri untuk itu. Atau kalo ndak mau keluar uang ya tinggal suruh saja web dev nya buatkan system tersendiri dimana masing masing daerah bisa input data obyek pariwisatanya sendiri sendiri tanpa harus kirim data ke pusat, tinggal beri surat keputusan atau kepres sekalian untuk itu, gampang banget to ya bapak bapak.
Apalagi yah…
Mmm bentar saat saya pilih hotel dan mau check-in hotel kenapa larinya ke web Indo.com? wah kalo begini terus tidak fair donk, meskipun web tersebut di buat oleh Indo.com (CMIIW) apa ya semua pemesanan hotel “harus” lewat sana? dananya kan besar, mbok ya di buat system sendiri saja, atau kalo mau adil ya beri aja link atau informasi detail ke masing masing hotel untuk mereka booking.
eh sebentar katanya web itu dibuat sudah sedjak lama?
Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik Direktorat Sarana Promosi Depbudpar mengatakan dana untuk pengembangan situs ini pada 2006 mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan pada 2007, dana yang disiapkan mencapai Rp 5,5 miliar.”
Setelah ku coba lihat registernya domain my-indonesia.info itu sendiri teregister sedjak 9 Februari 2004, jadi kemana saja web itu selama ini? Aku pribadi tahun 2006 belum mendengar kabar dari adanya web ini. Kalopun sudah kenapa selama ini proses pembuatannya (dari pembuatan / registrasi domain sampai di launching) tidak terdengar? jadi dana sekitar 7M itu kemana saja? kenapa tidak terdengar sebelumnya? kalopun terdengar rasanya kecil sekali suaranya untuk ukuran dana sebesar itu.
Untuk 2008 disiapkan investasi Rp 10 miliar. Itu dana untuk pengembangan situs dan promosi. Dana itu didapatkan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-red),” ujar Ratna.”
Wow fantastis sekali biayanya, pengembangan seperti apakah nantinya? dan promosi seperti apa juga nantinya? semoga dana sebesar ini tidak sia sia pada akhirnya.
Akhir kata besar harapan saya dengan dana yang telah di kucurkan selama ini tidak sia sia, dana sebesar itu yg harusnya dapat mengentaskan kemiskinan ratusan bahkan ribuan keluarga (17M / 1000 keluarga = 17jt satu keluarga di beri modal 17jt sudah lebih dari cukup itu) dan semoga web tersebut akan bermanfaat bagi Masyarakat Indonesia yg berhubungan dengan pariwisata pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
PS: ini saya kasih backlink loh dari sini, masak web sekelas pemerintah udah berumur bertahun tahun masih saja ber-PR3
UPDATE !!
Entah kenapa rasanya pengen banyak menyelediki web pariwisata Indonesia ini, ok beberpa penelusuran dari rekan rekan lain saya coba rangkum disini.
1. Budget ‘Kecil’ sehingga pengembang harus cari dana tambahan
Ya saking kecilnya uang yg didapat dari project tersebut akhirnya pengembang berinisiatif memasang Google Adsense untuk mendapatkan recehan dolar dari orang orang yg mengeklik iklan adsense tersebut. Silahkan lihat di sub web ini http://bali.my-indonesia.info/ di bagian bawah ada Ads By Google
ya seperti yg sudah saya terangkan diatas juga, untuk booking hotel visitor di arahkan “dilarikan” ke web indo.com, jadi secara tidak langsung pengembang juga mencari dana tambahan disini atau bisa di bilang parasit?
Anggaran untuk SEO sepertinya kurang banyak, sehingga pengembang harus ‘ngemis’ link kepada mereka yg mau pasang link / banner dan akan di beri imbalan pasang link di web tersebut, lihat di sini : http://bali.my-indonesia.info/links/howto.html Disitu juga di sebutkan Donate to Rotary Club Bali Sanur ?? menyumbang? kok sampe harus minta sumbangan.
“Ya budgetnya kan kurang untuk membuat feature web blog (blog disini : http://blogs.my-indonesia.info/ ), akhirnya kita pake sja CMS untuk blog dari wordpress, selain cepat installnya juga canggih systemnya, karea budgetnya kurang ya terpaksa cari themes gratisan lah, tinggal ganti header sedikit maka jadilah sudah
”
Kira kira begitulah alasan pengembang membuat blog dari free CMS menurut versi saya.
2. Pengembang kurang terkenal
Ya saking kurang terkenalnya pengembang sehingga harus memasang link dan banner di beberapa tempat di web tersebut untuk mendapatkan visitor limpahan dari web my-indonesia.info tersebut. Lihat di bagian bawah ada Banner “powered by Indo.com” dan lihatlah booking semua hotel ini larinya kemana ( http://www.my-indonesia.com/misc/ )
INI WEBNYA PEMERINTAH atau WEBNYA INDO.COM SIH???
3. Sisi lain apakah pengengembang / pemerintah terlalu kaya?
Bagi bagi uang untuk mereka yg kirim Vidio tempat wisata Favorit di wilayah masing masing selama 1 menit, dengan imbalan hadiah 18Jt, lihat disini ( http://my-indonesia.info/contest/ )
itu 18Jt buat semua atau per orang ? kalo buat semua misal ada pengirim sebanyak 1000 maka per orang hanya akan mendapat Rp. 18.000,- saja, gak cukup buat ongkos kirim ![]()
Nah kalo per orang, misal ada 1.000 orang kirim vidio jadi 18.000.000 x 1.000 = 18.000.000.000 Wah kurang donk dananya, atau dana ini diluar budget 17,5 M tadi? fiuhh makin mengelembung saja, kenapa tidak pake cara lain yg efektif untuk mencari content?
Ada juga hadiah Diamond untuk 4 pemenang ( http://bali.my-indonesia.info/sparkling_holidays/ ) entah hadiah apa ini gak ada informasi detailnya. sepertinya gak ada hubungannya sama sekali dengan web, apalagi untuk mempromosikan web terutama keluar negeri. Ah jangan jangan ini orang orang sendiri yg terima ini diamond? berfikir terlalu su`udzon
Sepertinya pemerintah ‘membuang’ uang 17?M itu mudah sekali, tidak memperhitungkan bagaimana rakyat kecil mengais ngais sampah demi mendapatkan rupiah demi rupiah yg untuk makan saja mungkin tidak cukup.
Sekali lagi (memang saya tulis ulang), Akhir kata besar harapan saya dengan dana yang telah di kucurkan selama ini tidak sia sia, dana sebesar itu yg harusnya dapat mengentaskan kemiskinan ratusan bahkan ribuan keluarga dan semoga web tersebut akan bermanfaat bagi Masyarakat Indonesia yg berhubungan dengan pariwisata pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya
Semoga Pemerintah lebih arif dalam menyikapi proyek proyek fantastis seperti ini.
Related article:
1. Situs Mahal
2. Kecurangan dilakukan Indo.com terhadap situs Depbudpar, benarkah?
3. Menelusuri dalang 17M dari sisi server
4. Oh My-Indonesia Oh My God
5. Is High Cost Web Better ? – my-indonesia.info
6. Akankah My-Indonesia.Info menjadi sebuah kebohongan publik?
7. Tourism Site of Indonesia, ohh mann!
8. Website Visit Indonesia 2008
9. Pakar SEO : my-Indonesia.info – Apa Bener Punya Potensi Mendatangkan Wisatawan?
10. Tujuh Belas Setengah Milyar Saja
11. Website My Indonesia info seharga 17 Miliar
12. Silahkan Ping artikel anda, dan akan saya pasang di sini.
Tanggapan dari developer
1. Menanggapi Soal Comments Para Kawan2 Pemerhati IT tentang www.my-indonesia.info
2. Sisi lain kontroversi my-indonesia.info
Dear,
Sebagai pekerja internet yang telah lama berkecimpung di dunia ini, saya sunguh amat terharu atas site ini, dari segi harga sudah WOW….
seperti kata Mas Ray, memang banyak kejanggalan pad site ini, namun apalah itu mari kita dukung sepenuhnya atas site ini.
Mudah2an site ini bisa menjadii tombak indonesia di mata internasional.
Terima kasih.
Yup, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pemerintah atas usahanya (meskipun terkadang mereka tidak tahu apa apa) mari kita dukung usaha ini, semoga kesuksesan site ini bisa membawa negara kita kearah yg lebih baik. Bagi kita semua tentunya.
ckckck..
bikin web aja sampe milyar2an gitu…
mending hasilnya bagus… oops… 😛
sedih deh bacanya, semoga dana sebesar itu tidak masuk perut koruptor, semoga benar-benar digunakan untuk kepentingan pariwisata Indonesia.
hayah sampeyan kok sampe detail gitu yah meriksa web ini, salut! 😀
SEO: rasanya mereka pakai black hat SEO techniques. 😀
Hyakahahaha… Black hat? Kok buat saya tampaknya NO HAT SEO techniques.. LOL :p
No SEO mungkin persisinya 🙂
itu di halaman depan kasian fotonya May Huang – HONGKONG kejepit hahahahahahahahahaha… semoga dia di indonesia ga di jepit juga sama calo-calo tiket, bus dll.. heuheuheuheuheuheuheuhe…
Paling tidak jaminan mereka seputar kata kunci “indonesia info” terbukti 😛
Kalau bukan black hat, mana mungkin, mengingat deskripsi dan keyword kosong. Hayo!
mas, aduin aja tuh situs ke KPK, ( btw KPK ada tempat buat pengaduan Digital Crime Corruption ga yah..?? )hehe….masak duit milyaran cuman buat situs kacangan, dah gituw norak lagi, mulai dari warna yang nggak ngeeh ( terkesan anak SD yang bikin ) ora ngerti komposisi warna babar plotas…, SEO yang ga Jalan, Banyak halaman yang masih kosong…?
kemana aja mereka 2 taon ini..??
Penasaran ama orang yang bikin ama yang ngajuin nie proposal buat bikin situs ampe bisa disetujuin..??
Who are they..?? can we track them..??
ngomong2x ttg situs, aq ada ide buat bikin situs yang isinya ttg pengaduan segala sesuatu yang ga beres di negara kita, KKN, ilegal logging, trafficking, money laundring, kalo perlu pasang foto2x koruptor biar seluruh rakyat indonesia bisa liat tampang2x orang yg ngerusak negara kita…
Situs yg semua orang bisa comment n langsung bisa masukin brita si sana, karena setiap kita adalah reporter, pastinya bakal bisa nyaingin detik tuh…, juga ttg solusi yg diberikan…
kayak solusi dari mas ray ini salah satunya….
n yg jelas smuanya cuma untuk kebaikan bersama, ada ga yah situs macam gini…?? saatnya rakyat bicara.
kapan lagi bisa didengar..?? selain di dunia maya.. hehe.. malah ngelantur nie..
eniwei, nice and complete comment by Mr.Ray, salut3x….
just a lil sample of a good people from a million other in this nice and lovely country..
Hope the best for Indonesia. Merdeka…:)
Salut buat Pak Roy!
penjelasan di atas bener2 lengkap. Saya jadi ikutan tertarik memeriksa web tersebut. Dan saya menemukan ini :http://lomboknews.wordpress.com/2007/09/05/website-gratis-untuk-hotel-melati/
Proyek website yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 2002 ini, kini ditangani oleh Indo.Com yang memenangkan pelelangan pekerjaannya. Untuk biaya pemasangan iklannya di Yahoo dan Google disebutkan mencapai Rp2 miliar.
Pertanyaan saya sebagai orang awam di IT, apakah memang sejumlah itu biaya untuk keperluan tersebut?
@dewi : menurut pandangan saya sebagai Kuli IT nominal diatas teramat sangat fantastis.
Sebenernya domain ini sudah diregister sejak th 2002, berdasarkan arsip dari http://web.archive.org/web/*/http://my-indonesia.info web ini terarsip pertama kali tgl 5 feb 2002, menurut informasi disana web ini telah berganti desain sebanyak 3 kali (dengan yg sekarang) dan menurutku desain sebelumnya malah lebih manis dan ringan. Domain ini pernah “mati” kemudian diregister kembali. memang sejak dulu web ini sudah di kelola oleh indo.com jadi kalo yg terakhir ini di kelola (menang lelang) oleh mereka lagi ya gak kaget lah 🙂
Soal anggaran untuk promosi, katakanlah biaya promosi sebesar 2M, logika sederhana saja, apakah selama itu kita sudah melihat iklannya baik di media televisi terutama TV asing? tercatat oleh alexa ( http://www.alexa.com/data/details/traffic_details/my-indonesia.info ) 78% pengunjung adalah dari IP indonesia? dan itu melonjak drastis akhir akhir ini, ya maklum lah web kontroversial pasti dikunjungi banyak orang 😀 jadi bisa saya simpulkan biaya promosi 2M tersebut MANDUL. idak bisa mendatangkan turis dengan maksimal.
Menurut saya web ini belum siap dilaunching apalagi dipromosikan, karena selain miskin data juga banyak sekali data yang tidak pada tempatnya
Pertanyaan saya sebelum saya jawab pertanyaan anda adalah, promosi seperti apa?
Setahu saya model promosi di google adalah Google Adword dan ads yahoo. tapi sepengalaman saya sampai sekarang untuk kata kunci pariwisata dll dsb etc hampir tidak pernah muncul domain tersebut, well katakanlah target geo nya di luar Indonesia, tapi mana kenyataannya? visitor (ke website) saja sedikit sekali, jadi biaya segitu untuk promosi ke search enggine dalam hitungan saya tidak masuk akal.
Ok andaikata memang sebesar itu biayanya, lalu mana hasilnya? di google memang dihalaman utama, tapi tidak di urutan paling atas, di yahoo malah tidak ada di halaman utama.
Sudahlah moga moga pemerintah sadar apa yg telah dilakukannya, dan mereka bener bener optimal dalam mengelola dan mempromosikannegara ini. Amin
coba klik link contact us deh … 🙂
Males bang bang bikin contact form nya, atau halaman kontaknya.
sepertinya web budpar sendiri juga di kerjakan oleh indo.com, coba lihat arsip di sini : http://web.archive.org/web/20061125144959/www.my-indonesia.info/contactpromo.php halaman kontak nya sama 🙂
bener sih
banyak ‘bolong’ di disainnya
tapi angka 17,5 M itu masuk akal kok
coba kita hitung
misalkan kata aan
bikin logo mungkin 2 sampai 3 M
anggaplah 3 M
sisanya 14,5 M itu untuk terjemahan
soalnya situs itu tersedia dalam 7 bahasa
enggres, endonesa, jepang, cina, korea dan belanda
gak gampang kan
paling tidak perlu 7 ahli bahasa yang kompeten
dan siap menerjemahkan konten setiap saat
sepanjang tahun
anggap perlu 2 M per 1 tim bahasa
14 M
sisanya ‘cuma’ 500 juta buat disain web
ya wajarlah hasilnya seadanya
pakai jasa anak-anak yang lagi kursus HTML for beginners gak cukup tuh
:))
asli bener2 sebuah mark up budget yang kejam.
Dengan fitur dan aplikasi serupa,.. harga nya bisa di tekan dibawah 20juta, atau 10 juta malah…!!
Kalo ada dana segitu, seharusnya udah bisa bikin aplikasi Map dengan Googlemap, please tracking system yang lebih baik. Seperti kayak GoogleMap di US.
Satu lagi bukti bahawa Broker2 nakal IT cuman ngabisin duit negara!!!
mestinya dapet biaya review nih dari indo.com, kang 😀
bisa dapet review yang lengkap menyeluruh kaya gini.
semoga setelah baca ini,
websitenya makin bagus dan bisa lebih memberikan banyak manfaat buat rakyat Indonesia.
no comment soal biayanya 😀
bisa pensiun dini tuh kalau dapet proyeknya :))
@Richoz : itunganmu masuk akal bro 😀
@leksa : ho oh, bisa di tekan, tapi kalo dibawah 20jt sepertinya susah, mengingat featurenya yg agak banyak juga seperti 7 bahasa dll, ya paling gak bisa di tean di bawah 100jt lah.
@Deny : huheuahue kalo dapat nilai project segitu pemerintah ku kasih bonus 100 web lainnya dah yg kecil kecil 😉
aplikasi apa Mas?
wong saya ga nemu aplikasi aneh2 selain query databse ? 😐
feature bukan aplikasi, yg bilang aplikasi kan anda sendiri 😀
tapi apapun itu sebenernya bisa di maksimalkan dengan anggaran segitu, ya to 😉
Nice info brur, gile aje duit sgono buat bikin web segitu!
Mending di proyekkan ke mas Ray 🙂
Kira2 sapa yah project leader nya tuh web
satu kata mahal yaa 😳 dua kata yaa itu, maaf 😳
komplit mas, dan hampir semuanya saya setuju….
cuman bisa geleng2 kepala :p
sini tak buatin yang kayak gitu, 5 jt aja.
sundul rame2 yuk postingan ini. biar pemerintah ngeh, dananya dipake apa aja. 😀
Richoz emang selalu berpikir positif, hehe.
Kembali serius, saya rasa perlu ada klarifikasi juga dari pemerintah. (Walau entah apakah ada pihak pengambil keputusan yang baca blog ini, nggak? Hehe.) Karena tentunya 17 milyar itu bukan sekadar untuk pengembangan. Namun, kalau gitu, untuk apa saja? Dan kapan saja? Mana saja yang tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008?
Karena seperti sudah dibahas rekan-rekan, kalau untuk SEO, ternyata bagian keyword saja kosong. Untuk domain, ternyata nggak juga. Untuk copywriting dan diterjemahkan ke tujuh bahasa… lah, sekarang saja datanya sebagian besar masih pake yang tahun 2005-2006. Iklan offline? Kok belum kelihatan? Atau iklan di TV luar negeri?
Nah, itu yang perlu penjelasan.
Dear,
Sebagai pekerja internet yang telah lama berkecimpung di dunia ini, saya sunguh amat terharu atas site ini, dari segi harga sudah WOW….
seperti kata Mas Ray, memang banyak kejanggalan pad site ini, namun apalah itu mari kita dukung sepenuhnya atas site ini.
Mudah2an site ini bisa menjadii tombak indonesia di mata internasional.
Terima kasih.
@Balicenter : Rupanya anda juga memanfaatkan isue ini untuk mencari link dan visitor yah 😛 kok komentar anda sama persis dengan komentar anda paling atas? hanya kopi paste mungkin tepatnya.
Maaf sebagai protes terhadap anda, terpaksa Link ke web anda saya hapus 😉
ahahhahahaha.. pas gue baca tentang peluncuran situs ini di detikinet gue udah gatel-gatel kayak lagi korengan pengen komentarin nih situs di blog gue..
tapi koq yaa jadi males gitu yaa…?? Secara dari awal sampe akhir pengerjaan situs ini kayaknya orang-orang siluman semua :p~
Sebenarnya sih awalnya simple untuk mengetahui situs ini penuh dengan kongkalikong-nya atau tidak…
di detikinet si Ratna bilang kalau search di google dengan keyword ‘indonesia info’ atau ‘indonesia tourism’ maka my-indonesia.info ada di POSISI PERTAMA. pas gue cek.? hahaha si RATNA itu PEMBOHONG hahahha
Emang dengan dana segitu gak sanggup ya bayar iklan Premium di google ?
Emang dikira orang-orang indonesia gampang dibodohin seolah-olah gak ada yang tahu tentang web technology, web 2.0, SEO, adsense, dan segala macem-nya ?
oh no… BANGUNLAH WAHAI PARA PEJABAT DI INDONESIA. Kalian harus tahu bahwa anak-anak muda negeri ini sudah pinter-pinter semua yang tidak gampang diboongin begitu ajah…
akhir kata : Buka mata buka telinga.. kalo mau ngibulin anak muda seluruh negeri ini mbok yaa liat-liat dulu gitu lohhhhh
@Ray : udah link-nya BaliCenter elo matiin ajah, kalo emang niatnya mencari link dan visitor hehehe
gitu ajah koq repot :p
@balicenter
wah jadi tombak yah, ngakmungkin deh , situsnya aja bikin saya malu sebagai org Indonesia..secara tourism tentunya..
@ray
mas gmn kalo kita hub si empunya web tuk kita betulin a.k.a bagusin gtu ..hehe..
Kemungkinan…
1. Faktor human resources.
Pemerintah sebagai pemilik modal, tidak mengetahui seluk beluk penerapan infrastruktur e-commerce yang baik dan benar, dan developer mengambil celah dalam hal ini.
2. Faktor perjanjian yang telah disepakati.
Walaupun sampai sekarang belum dijelaskan apa isi perjanjian tender dari pembuatan situs tersebut, mungkin(dan mungkin juga tidak) developer berhak atas penerapan content dalam bidang tertentu, yang mungkin telah disepakati(mungkin juga tidak) bersama.
jika asumsi seperti poin 2, mungkin dana yg didapat oleh developer tidak seperti yang ‘tertulis’, sehingga butuh kontraprestasi yang hanya bisa terlihat janggal oleh kita yang mengerti ‘Rules of the game’.
yahh sudah menjadi rahasia umum to Mas.. kalau namanya udah E-Gov yang berbau online.. pasti tertuju ke nilai “M”
Anyway, asumsi harga domainnya gak ada negh mas ? Sapa tau dah di Pick doloan sama Cybersqater 😀
Btw salam kenal,
nice blog, nice info.
Aku boleh maki ga ya…, waduhhh tapi dah ga kuat… maki aja kali yaaa…., indo.com anjiiiinggggggggggg….. Menpar bangsaaaaaaaaattt…. KORUPTORRRR SEMUAAAAAAAAAAA
Bang Ray beritamu masuk lintas berita lho anjirr !!
review juga dimuat disitu
http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1675&Itemid=27
Seram !!!
i wrote something about this, too. gemes abisnya, ya?
makasih.
http://venus-to-mars.com/2007/12/14/tujuh-belas-setengah-milyar-saja/
saya link entry yg ini ke blog saya ya, mas?
heuheuee..prambanan pindahke ACEH..???
eh,kbr anak2 jogja pie pak..???
kekeke..apalah..namanya juga Endonesyah..segala sesuatu harus serba bombastis..